Responsive Banner design

Kenapa Mata Kucing Bisa Menyala?


Sains Me - Saat kamu bertemu kucing di malam hari dan kamu arahkan cahaya ke mukanya, maka matanya akan tampak menyala sehingga terlihat seram. Sebenarnya,  tidak selamanya mata kucing  menyala setiap terkena cahaya, namun cahaya yang datang pada sudut-sudut tertentu saja yang menyebabkan mata kucing tampak demikian. Penasaran kenapa?

Mata kucing memiliki sistem mekanisme khusus untuk memelihara cahaya yang datang disebut dengan Tapetum Lucidum.

Tapetum Lucidum memantulkan cahaya dan tidak menyerap cahaya saat masuk ke dalam retina setiap mata. Fungsinya sendiri adalah sebagai pembantu retina untuk meningkatkan penglihatan kucing.
Tapetum Lucidum berada di belakang retina berupa membran-membran sebanyak 15 lapisan khusus. Membran-membran tersebut  mengandung sel-sel berkilauan dan memiliki pengaruh seperti cermin. Warna pantulan cahaya yang muncul biasanya kehijauan atau emas, namun pada beberapa kucing menghasilkan warna berbeda seperti kucing siam yang menghasilkan warna ruby  atau merah.
Seru kali ya kalau mata manusia juga bisa nyala-nyala seperti mata kucing.

Sejarah dan Pandangan Bangsa Mesir Terhadap Kucing



Legenda kucing dan sihir berasal di Mesir kuno. Kucing dipuja di Mesir kuno, dikutuk, dan telah dianggap memiliki koneksi ke alam lain. Kucing dianggap sebagai penjelmaan dewi dan diperlakukan seperti itu.

Di Mesir kuno, kucing dihormati sebagai pemburu yang besar dan berguna untuk mengusir tikus. Kucing sendiri tidak disembah, namun kota kuno Bubastis yang terletak di timur laut Kairo sepanjang Sungai Nil, berasal dari Bast-dewi kucing.Dewi ini sering digambarkan sebagai kucing, dan banyak orang Mesir kuno yang percaya bahwa kucing piaraan mewakili dewi kesuburan dan perlindungan. Oleh karena itu kucing di Mesir kuno memiliki hak istimewa dibandingkan hewan peliharaan rumah tangga lainnya.

Ada dewa-dewa lain di Mesir kuno yang memiliki bentuk kucing, namun mereka umumnya digambarkan sebagai memiliki kepala singa betina (misalnya Sekhmet-dewi perang).Hal ini diyakini kota Bubastis sangat mempercayai kucing sebagai dewi mereka secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan dengan banyak patung dan representasi kucing di antara reruntuhan kota ini, serta reruntuhan kuil yang dibangun untuk menghormati Bast itu. Banyak makam-makam Mesir mumi kucing dikuburkan bersama dengan orang di sana yang menunjukkan kepercayaan terbesa mereka sebagai terhadap kucing sebagai dewi pelindung. Perempuan akan berdoa kepada dewi harian untuk berkat-berkat kesuburan bagi keluarga mereka. Bastet adalah bentuk umum dari kucing anggun ramping, atau setengah manusia dan setengah kucing.

Banyak orang mempercayai, anak kucing pertama kali dipelihara oleh manusia (didomestikasi) pada awal kebudayaan mesir kuno. Pada zaman tersebut kucing telah menyelamatkan kehidupan banyak orang dari kelaparan akibat serangan tikus. Mitos Dewi Bast muncul dari kekaguman manusia terhadap kucing sebagai hewan kesayangan. Bast adalah anak dari dewa matahari Ra dan banyak berperan penting dalam kepercayaan mesir kuno. 


Beberapa ahli sejarah menduga kucing yang hidup di pulau Kenya yang terletak di kepulauan Lamu adalah keturunan terakhir langsung dari kucing Mesir kuno yang masih hidup hingga saat ini. Beberapa kepercayaan kuno mempercayai kucing sebagai perwujudan dari jiwa/roh yang bertugas menemani dan membimbing manusia. Mereka dianggap mengetahui tentang segala sesuatu, tetapi mereka bisu sehingga tidak dapat mempengaruhi berbagai keputusan yang diambil manusia.

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. 

Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini. Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing di Mesir kuno. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Legenda Bast (Dewi Perlindungan)


Bast (namanya juga dieja Bast, Baast, Ubasti atau Baset) adalah dewi perlindungan dan kucing di Mesir Kuno. Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari. Dewi ini dipuja semenjak masa Dinasti Kedua.
Pusat pemujaannya terletak di Per-Bast (Bubastis dalam bahasa Yunani).
Bastet digambarkan sebagai seorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak. Namun, sampai 1000 SM ia digambarkan sebagai singa betina. Ketika Ra menghancurkan musuhnya Apep, Bastet biasanya digambarkan sebagai kucing. Ketika digambarkan sebagai kucing, dia dihubungkan dengan bulan (anaknya Khonsu adalah dewa bulan). Ketika ditampilkan sebagai singa betina, ia dikaitkan dengan sinar matahari.
Bast adalah dewi api, kucing, pelindung rumah dan wanita hamil. Menurut salah satu mitos, dia adalah personifikasi jiwa Isis. Dia juga disebut sebagai "Putri dari Timur".
Bastet seperti halnya kucing memiliki dua sisi kepribadiannya, jinak dan agresif. Dia jinak dan lembut dipandang di samping tugasnya sebagai pelindung rumah, dan wanita hamil, serta agresif karena sifat alaminya.

Kucing dan Mumi

Di pelajaran sejarah hingga di film-film Hollywood kita sering mendapati kebiasaan bangsa Mesir Kuno yang gemar melakukan mumifikasi (proses pengawetan jenazah menjadi mumi) terhadap orang-orang penting pada masa itu, seperti raja dan pendeta. Namun selain itu ternyata bangsa Mesir kuno juga melakukan mumifikasi terhadap binatang. Lalu apa fungsinya mumi binatang ini?
Mumi Binatang yang dipamerkan di museumMumi binatang di Mesir pertama kali ditemukan pada tahun 1888. Pada saat itu seorang petani Mesir secara tidak sengaja menemukan sebuah kuburan kuno saat mencangkul di ladangnya. Kuburan tersebut berisi ratusan mumi sejenis anjing yang dikubur bersama di dalam satu lubang. Sejak saat itu penelitian dan penggalian mumi binatang mulai dilakukan dengan serius.
Mumi manusia sudah jelas tujuannya yaitu agar arwah jenazah orang-orang besar tersebut bisa mencapai nirwana dengan mudah dan diterima oleh dewa. Namun rupanya tujuan membuat mumi binatang agak berbeda.
Pada umumnya binatang yang dijadikan mumi adalah kucing, kerbau, kera dan buaya. Proses mumifikasinya juga berbeda dengan mumi manusia.
Proses mumifikasi manusia mengharuskan organ-organ dalam seperti jantung dan hati untuk dikeluarkan terlebih dahulu agar mumi menjadi lebih awet dan tidak membusuk. Sedangkan pada proses mumifikasi binatang, hal tersebut tidak dilakukan.
Menurut para ahli arkeologi tujuan utama mumifikasi binatang ini dibagi menjadi 4, yaitu : 

1. Binatang Peliharaan
Orang Mesir kuno sangat sayang kepada binatang peliharaan mereka. Di beberapa dokumen kuno ditemukan fakta bahwa mereka juga memberi nama hewan peliharaan, sama seperti kita pada masa kini. Saking sayangnya, saat binatang tersebut mati, sang pemilik rela mengeluarkan dana untuk melakukan mumifikasi terhadap binatang tersebut yang akan dikubur bersama mereka kelak ketika sudah meninggal. Tujuannya? Ya untuk menemani di alam baka. Ada-ada saja, ya?

2. Persediaan Makanan di Alam Baka
Orang Mesir percaya adanya hidup sesudah mati. Mereka yakin bahwa setelah meninggal akan ada kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan kehidupan kehidupan dunia, jadi tentu saja mereka butuh makanan.
Nah itulah salah satu tujuan mereka membungkus dan mengawetkan beberapa jenis binatang yang biasa menjadi hewan buruan. Bedanya dengan mumi hewan peliharaan, daging binatang untuk bahan makanan ini dikeringkan terlebih dahulu dan sering kali sudah dipotong-potong.

3. Perwakilan Para Dewa
Kepercayaan orang Mesir kuno adalah politeisme, yakni percaya pada banyak dewa. Beberapa dewa diyakini menjelma ke dalam bentuk beberapa binatang dan hidup bersama manusia di alam dunia. Setelah binatang tersebut mati, lantas dibuat mumi agar bisa terus disembah.

4. Penawaran Terhadap Dewa
Di kuil para dewa, orang datang untuk berdoa atas berbagai macam permintaan. Orang Mesir percaya bahwa doa mereka akan lebih mudah dikabulkan apabila mereka membawa persembahan untu para dewa.
Nah mumi binatang ini adalah salah satu bentuk persembahan yang cukup populer. Para pemohon akan pergi ke kuil sambil membawa mumi binatang kurban dan meletakkannya di samping patung sang dewa.



Kucing Putih Juga Punya Mitos

Kucing putih tuli, mata biru, odd eyeKucing Putih juga memiliki mitos layaknya mitos kucing hitam. Mungkin dari segi warna, "putih" memang sangat bertolak belakang dengan "hitam". Namun, dalam mitos kucing putih, tidaklah demikian. Baik kucing putih ataupun kucing hitam, keduanya memiliki mitos yang baik dan juga mitos yang buruk. Tergantung kucing tersebut berada di negara mana, karena tiap negara memiliki mitosnya masing-masing.
Dan berikut ini adalah mitos tentang kucing putih dari berbagai negara :

  • Kucing putih sering dianggap sebagai simbol cahaya dan kebaikan.
  • Di Inggris, orang-orang percaya kalau melihat kucing putih yang melintas di jalan, maka orang yang melihatnya akan ditimpa sial. Sedangkan di Amerika Serikat, justru sebaliknya. Orang yang melihat kucing putih melintas di jalan justru dianggap akan beruntung.
  • Namun, orang Amerika juga percaya kalau melihat kucing putih di malam hari, mereka akan sial. Kasihan sekali bukan yang pelihara kucing Anggora putih?
  • Ada juga kepercayaan jika mimpi melihat kucing putih adalah pertanda kabar gembira, dan kehidupan spiritual yang baik.
  • Membunuh kucing putih dianggap akan menyerahkan jiwa kita kepada iblis.
  • Ada juga yang percaya kalau kucing putih adalah penjelmaan malaikat. So, jika anda ucapkan "Hello" maka dia akan terus mengawasimu.
Namun ada juga mitos kucing putih yang sudah dijelaskan oleh penelitian ilmiah. Yaitu mengenai mitos yang menyebutkan kalau setiap kucing putih pasti tuli. Lalu apakah benar setiap kucing putih pasti tuli?

Sebenarnya hal ini merupakan mitos pada kucing putih dan faktanya memang terdapat beberapa kucing putih mempunyai cacat genetik pada telinga yaitu tuli namun tidak semua kucing putih dan hanya sebagian kecil saja yang tuli karena hanya 10% populasi kucing yang benar-benar mempunyai warna putih total.
Untuk kucing putih dengan mata sebelah kuning dan sebelah biru(odd-eye) biasanya salah satu kuping nya tuli mengikuti warna biru dalam artian jika mata yang berwarna biru itu kanan, maka yang tuli itu kuping bagian kanan dan yang kiri sudah pasti normal. Hal seperti ini juga sebagian kecil atau jarang terjadi. terlebih apabila kucing yang mempunyai bulu tidak putih murni namun warna mata odd-eye. kemungkinan kucing tersebut tidak tuli.

mitos-kucing-putihTapetum Lucidum adalah lapisan sel pada bola mata, Sel pigmen dan tapetum adalah sel pada warna bulu yang biasa disebut melanosit, serta sel pada selaput pendengaran telinga. ketiga sel mata, bulu dan telinga itu saling berhubungan. apabila kucing putih mempunyai mata biru berarti kucing tersebut memiliki tapetum yang tidak sempurna atau tidak berkembang dengan baik. maka kucing ini kemungkinan mempunyai cacat pendengaran atau tuli. karena lantaran sel pada mata biru saling berhubungan dengan sel pendengaran.

  • 60-80% TULI (kucing putih, dengan dua mata warna biru semua)
  • 30-40% TULI sebelah (Kucing putih odd-eye, satu matanya biru)
Sebelum anda membeli/mengadopsi kucing warna putih atau ada yang mempunyai kucing putih tipsnya sangat mudah. Cara tes kucing tuli cukup dengan suara, boleh nama panggilan atau tepuk tangan atau suara apapun, dengan jarak yang agak berjauhan. Jika kucing itu langsung menengok atau merespon suara maka selamattt, kucing anda tidak tuli hehe..

Kesimpulan :

  • Hanya 10% dari populasi atau sangat sedikit kucing yang mempunyai warna bulu putih murni(homozygot)
  • Yang paling rentan tuli ialah jika kucing warna putih bermata biru semua
  • Tidak semua kucing putih TULI.




TIPS : Cara Memilih Makanan Yang Baik Bagi Kucing

Tips memilih makanan kucing

Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa kucing adalah hewan karnivora sejati atau sempurna, yaitu hewan karnivora yang hanya dapat memproses makanan yang mengandung protein dan lemak untuk menjadi zat yang dibutuhkan seluruh tubuhnya.
Jadi makanan kucing terbaik adalah daging dagingan, ikan, atau sumber protein dan lemak lainnya, itu artinya kucing berbeda dengan hewan karnivora lainnya yang masih bisa memproses karbohidrat seperti doggy atau anjing yang bisa mencerna makanan selain protein.
Apabila kita memelihara kucing jangan pernah memberi makan kucing dengan makanan yang mengandung karbohidrat, karena pencernaan kucing tidak dapat memproses karbohidrat menjadi zat yang dibutuhkan tubuh kucing. Kucing dapat memakan makanan yang mengandung karbohidrat tetapi pencernaannya tidak dapat memproses karbohidrat dengan baik, dan apabila memakan karbohidrat berlebihan dan berlangsung lama dapat menyebabkan kucing obesitas atau kegemukan yang beresiko terkena diabetes.
Banyak orang yang menginginkan kucingnya gemuk, dan mencari cara untuk menggemukkan kucingnya. Kucing gemuk yang sehat adalah kucing yang gemuknya bukan karena karbohidrat, tetapi karena kebutuhan protein dan lemaknya terpenuhi. Makanan kucing terbaik adalah mengandung protein yang seimbang, kelebihan protein juga tidak baik. Oleh karena itu kita harus bisa memilih makanan kucing terbaik untuk kucing kita. Cat food yang baik akan membuat kondisi kesehatan kucing kita menjadi prima. Memilih makanan untuk kucing tidak boleh asal-asalan. 
Dalam tips memilih makanan kucing yang tepat, pertama-tama kalian harus memperhitungkan usia kucing, berat badan, tingkat aktivitasnya, serta riwayat kesehatannya. Makanan untuk anak kucing tentunya berbeda dengan kucing dewasa, demikian juga kucing yang sedang hamil dan menyusui membutuhkan protein yang lebih dibandingkan kucing pada umumnya.
Berikut ini beberapa kriteria yang bisa membantu kita dalam memilih makanan kucing terbaik  :
1. Pertama yang menjadi opsi utama dalam memilih makanan kucing adalah, apakah si kucing mau memakannya atau tidak.
Tidak lucu kan kalau kita membelikan makanan yang harganya mahal tetapi si kucing tidak mau makan?
2. Bahan Dasar 
Kucing adalah binatang karnivora murni, artinya kebutuhan makanannya semuanya didapat dari daging. Makanan terbaik bagi kucing adalah makanan yang alami, yang bisa kita penuhi dengan membuat sendiri dari daging (ikan, ayam, kalkun, dsb) dengan tambahan vitamin. Akan tetapi sering kita dihadapkan dengan kendala waktu dan tenaga yang terbatas. Selain itu home made cat food tidak bisa disimpan terlalu lama yang akan mengakibatkan rusaknya nutrisi dan resiko terinfeksi bakteri.

Untuk memberi commercial cat food (makanan pabrik), wajib kita sadari bahwa tidak semua cat food terbuat dari bahan dasar (daging) yang aman untuk kucing. Apabila didalam kemasannya tidak dicantumkan terbuat dari human grade meat (daging yang aman dikonsumsi manusia), maka kita patut curiga bahwa ada kemungkinan dagingnya adalah by product (sisa-sisa tubuh dari rumah pemotongan hewan), atau bahkan juga daging kucing atau anjing yang mati di euthanasia. Sangat disarankan untuk memilih makanan yang mencantumkan dan menjamin bahwa produknya mengandung bahan-bahan alami.

3. Kadar Protein
Kucing membutuhkan makanan dengan kandungan protein tinggi, terutama kucing di usia muda. Sering di saat kita membandingkan kandungan protein antara makanan kaleng (basah) dengan makanan kering kita menemukan bahwa makanan kering seolah-olah mengandung kadar protein lebih tinggi dibanding dengan makanan basah. Benarkah demikian?

Cara membandingkan yang paling tepat adalah dengan membandingkan keduanya pada kondisi yang sama. Persentase protein pada makanan kering tidaklah sebanding dengan persentase pada kondisi basah. Misalnya, makanan kering dengan kadar moisture 10% dikatakan mengandung 20% protein. Ini berarti bahwa kadar kekeringan makanan tersebut adalah 90%, dan kadar protein sebenarnya dalam kondisi kering adalah 20/90 = 0.2222 atau 22.22%.

Bandingkan dengan makanan basah dengan kadar moisture 80% dan 10% protein. Kadar protein sebenarnya dalam kondisi kering adalah 10/20 atau = 50%, lebih dari 2 kali kadar protein dalam kondisi kering! Dan karena kucing membutuhkan sekitar 40% - 50% kadar protein (dry basis), maka makanan basah dalam contoh di atas lebih memenuhi syarat dibanding dengan makanan kering.

Untuk panduan kasar, secara umum dry food mengandung 4 kali persentase tertulis dibanding dengan makanan basah. Jadi untuk membandingkannya, kalikan kadar persentase tertulis pada makanan basah dengan 4.

4. Kadar Air
Kucing membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi. Di alam, kucing memangsa binatang yang didalam tubuhnya 70% terdiri dari air. Oleh sebab itu kucing yang makan makanan alami akan kurang kebutuhannya akan minum. Kucing yang diberi makan dry food (kibles) dan kurang diimbangi dengan minum air yang banyak akan membuat kerja ginjal menjadi berlebih. Masalah yang sering timbul kemudian adalah urinary tract disorder atau yang sering dikenal dengan istilah kencing batu, yaitu dengan gejala kucing sulit kencing, kencing berdarah, kencing diluar litter box, kucing sering menjilati area genitalnya karena merasa sakit/tidak nyaman. Jadi kalau memungkinkan berilah kucing makanan basah, dibanding dengan dry food.

5. Rendah Karbohidrat
Dry food biasanya mengandung kadar karbohidrat yang tinggi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh kucing. Tidak seperti manusia, kucing membutuhkan energinya dari protein dan lemak, dan sangat rendah kebutuhan akan karbohidrat. Jadi commercial cat food terbaik adalah grain free (tidak mengandung biji-bijian) dan mengandung tidak lebih dari 5% kadar karbohidrat.

6. Anti Bahan Pengawet
Hindari memberikan makanan dengan bahan-bahan pengawet yang berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin. Bahan-bahan tersebut dicurigai dapat mengakibatkan kanker pada binatang peliharaan. Sebaliknya, pilihlah makanan dengan kandungan vitamin C dan vitamin E.

7. Usia dan Kesehatan Kucing
Pastikan bahwa makanan yang akan anda berikan pada kucing sesuai dengan usianya. Selain itu sesuaikan juga dengan berat kucing serta riwayat kesehatan kucing. Selain itu, makanan kucing harus disesuaikan dengan jenis kucing yang anda pelihara serta tingkat aktivitas yang dilakukan kucing anda.

8. Budget
Hal terakhir yang patut diperhatikan adalah biaya. Berikanlah makanan yang berkualitas pada kucing sesuai dengan kemampuan keuangan. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan makan bagi kucing menjadi beban keuangan. 


Ada begitu banyak makanan kucing tersedia di toko hewan peliharaan,silahkan kalian pilih dengan mempertimbangkan penjelasan diatas. Tentunya pilihlah makanan yang kadar gizi nya tinggi seperti protein,vitamin, jangan memilih yang tinggi kadar lemak, karena bisa membuat kucing kita kegemukan (obesitas)

Namun, selain itu kita juga bisa membuat sendiri makanan untuk kucing kita, tentunya dengan biaya yang lebih murah. Sehingga kita bisa irit pengeluaran, tapi tetap makanan yang kita buat haruslah penuh gizi untuk kucing kita. Berikut adalah bahan alami yang dapat diberikan kepada kucing dan manfaatnya :
  • Daging : Daging sapi, daging ayam, daging kelinci, bisa diberikan daging mentah, tapi sebaiknya yang sudah di masak
  • Ikan : Ikan mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan untuk kucing, tetapi jangan terlalu banyak memberikan ikan tuna karena Tingkat asam lemak tak jenuh gandanya cukup tinggi dan dapat menguras asupan vitamin E pada kucing.
  • Kuning Telur : Hanya kuning telurnya saja yang dapat diberikan pada kucing, jangan pernah memberikan putih telur pada kucing.
  • Keju : Keju merupakan sumber protein yang baik untuk kucing, karena terbuat dari susu. Berikan secara bertahap, karena ada beberapa kucing yang tidak cocok diberi keju, apabila diare stop pemberian keju.
Meskipun demikian, biasanya si kucing cenderung lebih menyukai makanan yang pertama kali dimakan waktu dia masih kecil atau makanan yang dimakan juga oleh induknya. Nah, untuk lebih jelas dan pastinya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan langganan anda. Meski biasanya mereka akan merekomendasikan makanan yang mereka jual sendiri.

11 Alasan Dua Kucing Lebih Baik


Ingin pelihara kucing??? Tapi cuma ingin pelihara satu saja??? Hmm, coba pikir ulang dah. Keputusan untuk memelihara kucing adalah sebuah pengalaman yang menarik, tetapi jangan dianggap enteng. Kucing membutuhkan perawatan dan perhatian yang cukup besar, yang tentu saja, kompensasi untuk anda yaitu sebuah kenikmatan tersendiri melihat mereka tumbuh dan berkembang. Memelihara dua ekor kucing merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan hanya memelihara seekor kucing.

Berikut alasan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan anda untuk memilih memelihara dua ekor anak kucing :

1. Kesenangan berlipat, masalah berkurang

Anak kucing itu tidak suka sendirian. Mereka butuh perhatian dan kegiatan. Kalau mereka hanya sendirian, biasanya akan berakhir dengan beberapa tindakan nakal seperti merobohkan tanaman di pot, mencabik-cabik gorden, dll. Dengan memelihara dua ekor anak kucing dalam satu rumah, maka anak-anak kucing tersebut akan sibuk dengan permainan dan becandaan mereka. Alhasil masalah pun akan semakin sedikit. Relawan pecinta binatang mengakui bahwa binatang bersaudara sangat penting untuk selalu bersama. Karena di penampungan hewan seringkali menakutkan dan tidak ramah untuk binatang kecil, seringkali kucing akan membentuk ikatan persaudaraan yang sangat erat dengan kucing lain yang sebaya, dan hal ini sangat penting diperhatikan bila anda ingin mengadopsi kucing.

2. Seekor anak kucing akan menjadi pengganggu kucing yang lebih besar

Walaupun terdengar aneh, mana mungkin seekor kucing besar bisa diganggu oleh seekor kucing kecil. Tapi sebenarnya seekor anak kucing yang kesepian, akan mencari kucing yang lebih tua sebagai teman bermain, dan yang lebih buruk, menggoda dan mengganggu

kucing senior yang dapat mengakibatkan stress pada kucing senior itu. Anak kucing mempunyai banyak energi untuk main-main. Maka bila ada anak kucing yang seumuran, energi anak kucing ini akan habis digunakan untuk bermain berdua, sehingga mereka akan meninggalkan kucing yang lebih tua, mungkin "pamannya", yang akan dibiarkan untuk bersantai dan beristirahat.


3. Teman adalah teman





Kalau anda sering pergi keluar kota dalam beberapa hari, atau sering kelayapan sepanjang malam, maka kucing anda tidak akan kesepian jika punya teman sepermainan. Hewan akan tumbuh sangat dekat dengan yang ada di dekatnya. Dengan adanya kucing lain di dekatnya, maka si kucing tidak akan mengalami ketergantungan yang berlebihan terhadap anda.

4. Teman adalah pelatih kebugaran alami

Seekor anak kucing mempunyai energy yang sangat besar, bahkan jauh lebih besar dibanding energy anda. Dua ekor anak kucing akan saling membantu menghabiskan energy mereka dengan cara bermain bersama, sehingga pemilik kucing hanya cukup menikmati melihat kucing peliharaannya berlari-larian di seluruh ruangan rumah. Bahkan mungkin anda akan berulangkali mengeluarkan anak-anak kucing anda dari dalam lemari. Kalori di dalam tubuh mereka akan terbakar dengan sempurna dan membuat mereka terhindar dari kegemukan.


5. Anda akan menyelamatkan 2 nyawa

foto dua ekor kucing yang saling menyayangi
Jika anda hanya mengadopsi satu ekor kucing, hanya satu nyawa binatang yang anda selamatkan. Namun jika anda memelihara dua ekor kucing, ada dua nyawa kucing yang sudah anda selamatkan. Jika anda memelihara satu ekor kucing, maka anda sudah merampas satu nyawa. Si kucing akan stress jika anda tinggal sendirian di rumah, si kucing akan kegemukan karena banyak makan dan tidur dan tidak ada yang diajak bermain. Dan anda juga sudah merampas kebahagian masa kecil si kucing yang seharusnya ceria bermain-main dengan teman sebayanya.

6. Dua Anak Kucing Lebih Cepat Belajar Mandiri


Anak kucing belajar dengan cara meniru. Jika salah satu anak kucing cepat belajar memakan makanan di box, maka yang lain akan cenderung mengikuti. Mereka juga saling membantu dalam perawatan, seperti saling menjilat tangan dan badan setelah makan.


7. Dua ekor anak kucing akan mengurangi masalah "perilaku"


Banyak orang yang mengalami masalah kucing peliharaanya pergi ketika dicarikan kucing baru. Padahal maksud pemiliknya untuk dijadikan kawan bermain. Tetapi itu justru menimbulkan rasa ketidaksukaan dari kucing yang sebelumnya. Maka untuk menghindari hal ini, sebaiknya diawal anda memelihara kucing langsung dua ekor.


8. Dua anak kucing akan saling berbagi, termasuk makanan

Misalnya saja salah satu kucing anda susah makan atau mungkin pilih-pilih makanan. Maka bila ada saudaranya yang makan, maka satunya akan datang dan tertarik untuk mencoba makanan tersebut. Sehingga anda tak perlu bingung mememilih makanan untuk kucing anda.

9. Dapat saling "meniduri" satu dengan lainnya

Anak kucing sering bermain-main hingga energinya habis. Maka kalau mereka capek, mereka akan dengan mudah tidur dengan saling meringkuk. Memanfaatkan tubuh yang satu dengan lainnya sebagai bantal. Jadi dengan begitu, kita tidak perlu repot-repot membawakan keranjang tidur buat mereka.

10. Mereka akan menjadi sahabat sejati seumur hidup

Dua ekor anak kucing yang tumbuh bersama-sama akan menjadi teman seumur hidup. Meskipun kadang-kadang mereka akan mengalami pertengkaran kecil (hal biasa bukan dalam pertemanan?), tetapi anda akan lebih sering melihat mereka akan saling menjaga, bermain bersama, saling menjilat, dan tidur bersama.

11. Memelihara dua ekor anak kucing merupakan hal yang benar-benar menyenangkan.

Anda bisa membuktikan pernyataan ini setelah anda mencoba memeliharanya :)


Jika anda sudah memutuskan untuk memelihara anak kucing, maka pikirkan untuk yang terbaik buat kucing anda. Karena masa depan, perilaku dan kebahagiaan kucing anda tergantung dari bagaimana anda memperlakukan dan merawat mereka.


Jangan Potong Kuku Ku, Please...

7 Alasan untuk tidak memotong kuku kucing
Para pemilik kucing mungkin tak suka jika peliharaan mereka mencakar-cakar semua furnitur di rumah mereka. Beberapa orang mengambil jalan pintas dengan memotong atau mengikir cakar kucing mereka. Hal ini sebenarnya tak boleh dilakukan. Bahkan beberapa negara telah melarang praktik memotong kuku kucing.
Jika kalian ingin mempertimbangkan memotong kuku kucing peliharaan, ada baiknya ketahui beberapa hal berikut ini. Ini adalah alasan memotong kuku kucing sebaiknya tak dilakukan, seperti dilansir oleh All Women Stalk.


1. Menyakitkan

Jangan pikir kuku kucing sama dengan kuku manusia. Memotong kuku kucing harus
dilakukan dengan operasi dan ini bisa menyakitkan bagi mereka. Rasa sakit yang dirasakan tidak sama dengan rasa sakit setelah operasi saja, melainkan rasa sakit yang permanen. Setelah kuku atau cakar mereka dipotong, setiap kali berjalan atau menapakkan kakinya ke tanah kucing akan merasa sakit, seperti ketika kalian memakai sepatu yang kekecilan. Selain itu, memotong kuku kucing juga bisa mengakibatkan efek samping lain seperti sakit punggung pada kucing.

2. Prosedur

Prosedur memotong kuku kucing tak sama dengan memotong kuku manusia. Jika dibandingkan, ini sama saja dengan memotong kuku manusia sampai ke jari-jarinya. Tentu kalian tak akan senang jika itu terjadi bukan? Begitu juga dengan kucing. Memotong kuku mereka akan mengubah struktur kaki yang bersifat permanen. Prosedur yang dilakukan pun cukup mengerikan bagi para pecinta kucing. Prosedur pertama adalah dengan memotong cakar kucing dengan alat pemotong atau menggunakan laser. Setelah itu kaki kucing akan dijahit untuk menutup lukanya dan diperban selama beberapa hari.

3. Komplikasi kesehatan

Kucing yang cakarnya dipotong lebih rentan mengalami banyak masalah kesehatan. Bisa jadi dia terkena infeksi dari luka yang ada di bekas potongan kukunya atau akan ada jaringan kakinya yang rusak. Lebih parah lagi, kucing juga bisa sampai mengalami kaki yang mati rasa dan tak bisa bergerak. Kalian tentu tak ingin hal ini terjadi pada kucing kalian kan?

4. Perubahan perilaku

Setelah cakarnya dipotong, satu hal yang bisa terjadi pada kucing adalah perubahan perilaku. Kucing akan menjadi lebih lesu dan tak suka bermain. Mereka juga tak suka berjalan-jalan untuk menghindari rasa sakit pada kaki mereka. Jika kalian sangat suka bermain dengan kucing dan ingin kucing kalian bisa bermain dengan ceria, sebaiknya pertimbangkan lagi keputusan untuk memotong kuku mereka. Selain itu, kucing akan lebih suka menggigit. Karena mereka merasa sudah tak bisa menggunakan cakar, maka mereka akan cenderung melakukan perlawanan dengan cara menggigit.

5. Bukan hal yang penting

Salah satu alasan terbesar untuk tidak memotong kuku kucing adalah karena hal ini sebenarnya tidak diperlukan. Ya, memang ada beberapa keadaan yang membuat kuku kucing harus dipotong seperti jika kucing terkena tumor pada jari kakinya. Jika tidak, maka hal ini tak perlu dilakukan. Kalian mungkin bisa menyelamatkan perabot kalian, namun ini akan dibayar dengan penderitaan kucing kalian seumur hidupnya.

6. Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk memotong kuku kucing juga tak bisa dibilang murah karena harus melibatkan prosedur operasi yang rumit. Selain itu, biaya perawatan yang harus kalian keluarkan setelah kuku kucing dipotong juga bisa lebih besar. Daripada membuang uang untuk itu, lebih baik manfaatkan uang untuk membeli hal lainnya.

7. Penyelesaian cepat

Orang yang akan memotong kuku kucing mereka hanya karena tak ingin perabotan rusak adalah para pemalas. Mereka ingin penyelesaian yang instan tanpa mau repot-repot. Padahal ada banyak cara lain untuk membuat kucing tak melakukannya, seperti melatih mereka, membelikan tempat mencakar khusus, atau tidak mendekatkan mereka dengan furnitur yang mudah dicakar.


Itulah beberapa alasan mengapa memotong kuku kucing bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Berbeda dengan hanya mengikir kuku kucing agar membuatnya tidak tajam, memotong kuku melibatkan proses operasi yang bisa menyakitkan bagi kucing. Jika kalian benar-benar pecinta kucing, alasan di atas pasti cukup untuk tidak memotong kuku kucing peliharaan.

Mitos-Mitos Disekitar Kucing Hitam

Mitos dan fakta menarik seputar kucing hitam






Pernah dengar kucing hitam pembawa sial? Sepertinya mitos ini berkembang luas di masyarakat Indonesia. Dan ternyata, tidak hanya di Indonesia. Beberapa negara maju seperti Amerika juga percaya bahwa kucing hitam erat kaitannya dengan kesialan. Kucing hitam sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis dan horor. 

Fakta terbaru berdasarkan Journal of Applied animal Welfare Science mengungkap bahwa kucing hitam seringkali ditelantarkan dan susah diadopsi. Pasalnya, banyak orang yang masih percaya bahwa kucing hitam membawa sial. Terkadang toko hewan atau perawatan hewan bahkan harus menurunkan harga adopsi atau menawarkan perawatan gratis untuk kucing hitam karena sepinya peminat.

Dari penelitian tersebut, sekitar 26,1 persen masyarakat merasa warna sangat penting ketika mengadopsi kucing. Sementara 23,9 persen merasa netral dengan warna kucing. Sementara itu, meski 50 persen orang mengaku bahwa warna tak penting, nyatanya kucing berwarna hitam masih kurang peminat.

Yang menduduki peringkat pertama dalam adopsi dan paling dicari adalah kucing berwarna putih polos. Di urutan ketiga ada warna abu-abu, kemudian hitam dan putih, merah, baru kemudian warna hitam dan cokelat.

Beberapa organisasi dunia bahkan tidak mengizinkan seseorang mengadopsi kucing hitam selama bulan Oktober karena ditakutkan akan terjadi kekejaman. Karena di bulan tersebut perayaan Halowwen diselenggarakan dan dikhawatirkan orang-orang yang percaya kucing hitam membawa kesialan akan melakukan perilaku kejam.

Apalagi, di beberapa budaya, kucing hitam diasosiasikan sebagai pertanda kesialan. Bulunya yang legam serta matanya yang berwarna kuning terang juga ikut menambah unsur mistis si kucing. Padahal,
mata kuning kucing hitam dihasilkan dari kandungan pigmen melanin yang tinggi, bukan hasil ritual penyihir di bawah bulan purnama.

Kepercayaan akan kucing hitam bermula dari sejarah di jaman Babylonia kuno tempo dulu. Saat itu kucing hitam dipersembahkan dalam upacara ritual untuk dibakar bersama sesaji lainnya. Mitos ini timbul karena ada seekor kucing hitam yang tidur di tengah-tengah seekor ular dengan pulasnya, padahal saat itu ular merupakan lambang dari kejahatan. Pemahaman ini terus berkembang hingga abad pertengahan, beberapa negara di dunia memiliki kepercayaan berbeda soal kucing hitam ini namun umumnya kucing hitam ini melambangkan hal atau pertanda yang kurang baik, berikut adalah mitos mitos kucing hitam di berbagai negara yang telah saya pilih.

1. Di Inggris, memberikan kucing hitam pada mempelai wanita justru dipercaya bisa memberikan nasib baik.


2. Beberapa organisasi tidak mengizinkan adopsi kucing hitam di bulan Oktober karena mereka khawatir kucing tersebut akan digunakan untuk ritual-ritual aneh oleh anak muda, atau sekte tertentu. Mereka khawatir kucing hitam tersebut akan diperlakukan dengan kejam.

3. Untuk membuat masyarakat mau mengadopsi kucing hitam, sebuah penitipan hewan di Nevada menggunakan jargon "Adopsi Phanter mini milik Anda sendiri!" dengan menyamakan kucing hitam dengan macam phanter, mereka berharap banyak orang tertarik mengadopsi kucing hitam. Dan hasilnya, 18 kucing hitam milik mereka berhasil diadopsi.

4. Berdasarkan kepercayaan Skotlandia, kucing hitam yang muncul di rumah adalah pertanda rezeki dan bisa mendatangkan kemakmuran.

5. Orang Jerman dan Italia percaya jika ada kucing hitam yang melompat ke atas tempat tidur orang yang sedang sakit, tandanya kematian akan segera menjemput orang yang sakit tadi

6. Di Mesir, kucing hitam justru jadi idola dan diperlakukan khusus. Pernah ditemukan sebuah makam yang berisi ribuan mumi kucing hitam. Selain itu, siapa pun yang membunuh kucing hitam, bisa diancam hukuman mati. Mereka menganggap kucing sangat spesial karena kucing dipercaya memiliki kemampuan merasakan yang terjadi di sekelilingnya, meski di malam hari.

7. Di Britania dan Jepang jika seekor kucing hitam memotong langkah kita saat sedang berjalan, artinya akan ada keberuntungan. Sementara, di Amerika dan Eropa justru sebaliknya.

Mitos Kucing Hitam di Berbagai Negara Gadis
8. Petani Latvia percaya kucing hitam yang bermain ke sawah mereka adalah titisan Rungis, si Dewa Panen.


9. Ada kepercayaan yang berkembang di Rusia, jika ada kucing hitam yang melintas di depan kita, maka kita harus jalan berbalik arah sambil memegang kancing baju atau jaket yang sedang kita pakai, untuk menghindari kesialan.


10. Orang Normandia percaya apabila dalam perjalanan Anda melihat seekor kucing hitam yang sedang menyebrang di tengah bulan purnama, mereka percaya bahwa Anda akan terserang suatu epidemik.

11. Masyarakat Finlandia percaya bahwa kucing hitamlah yang membawa jiwa manusia ke alam baka.

12. Di China kehadiran seekor kucing hitam merupakan pertanda bahwa mereka akan terkena penyakit atau akan jatuh miskin.

13. Di India jiwa yang bereinkarnasi dapat dibebaskan dengan melempar kucing hitam ke api.

14. Di Bengali, bahwa ada seorang wanita yang dapat merubah jiwa manusia menjadi seekor kucing hitam, dan setiap kucing hitam yang disakiti akan menyakiti wanita itu juga.

7. Penduduk Celts percaya bahwa kucing hitam dapat memprediksi masa depan.

Bagaimana menurut anda? Percaya dengan mitos kucing hitam membawa sial?




Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog