Responsive Banner design

Mengalah

ADA dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut. Di sebelah kiri adalah tebing terjal, dan di sebelah kanan danau yang dalam. Keduanya saling berpandangan. Apa yang harus mereka lakukan? Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.


Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya. Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther  yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling “merendahkan diri” untuk "memberi jalan" ketika "papasan" dengan yang lain!


"......Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" Filipi 2:3-4.




Cuek membawa malapetaka

Sepasang suami istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.

Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak “ada perangkap tikus”. Sang Ayam berkata “Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata “Aku
turut ber simpati, tapi tidak ada yg bisa aku lakukan”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tp perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tersebut, sang Istri tetapi harus di bawa ke
rumah sakit. Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing.
Ia lalu menyembelih kambing untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya
meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih
sapinya untuk memberi makan para pelayat.

 Dari kejauhan sang Tikus menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat  Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.


HIDUP ADALAH PILIHAN


ADA sebuah cerita dari Yunani. Pada suatu ketika,ada seorang pemuda mendatangi seorang bijak bernama Aristoteles.
Ia hendak menguji hikmat filsuf Yunani yang terkenal itu. Ia membawa anak burung,menyembunyikan dibalik punggungnya dengan kedua tangannya. Ketika berhadapan dengan Aristoteles, dia berkata; “menurut anda, apakah anak burung ini hidup atau mati”?

Anak muda ini berkikir, jika Aristoteles menjawab mati, maka ia akan melepas burung itu tetapi jika dia menjawab hidup, maka ia akan mencekik leher burung itu. Dengan rasa was-was si pemuda ini menunggu jawaban.

Sambil tersenyum, Aristoteles menjawab, ”Anak muda, hidup mati burung itu ada dalam genggaman tanganmu. Jika engkau memnghendaki hidup, maka burung itu pasti akan hidup.Tetapi jika engkau menghendaki mati, maka burung itu akan mati”.

Dengan mendengar jawaban ini, si pemuda tersebut mengangguk kagum dan mengakui kebijaksanaan yang dimiliki oleh Aristoteles.

Cerita ini mengandung pesan bahwa manusia hidup diperhadapkan kepada kebebasan dalam memilih,menentukan dan memutuskan tujuan hidupnya. Dalam segala hal kita bebas namun kebebasan itu bukan berdasarkan ukuran-ukuran duniawi. Memilih hidup berarti mengikut Yesus. Mengikut Yesus tentu melakukan kehendakNya: Apa yang mesti kita perbuat dan bagaimana kita melakukannya. 


Power of Pray


There is a Christian in Britain who worked as a laborer. It is a simple, but has a heart to serve the Lord with earnest. He knew that he was not called to be a preacher or evangelist.

Therefore, at one day he comes to his pastor, and seek advice about the type of service that he can do.



Reverend father said to him, "Take a book, and at each page, should you to be three columns. in the first column you write the number, in the second column you write the name of the other person didn't knows Christ, and at the third column you write when the person is repentant receive Christ as his Savoiur. Well, after that your duty is to pray, and pray again, so people really saved "

After advising the pastor's father prayed for a righteous labor, so that he can be a great blessing to other people.

Forty years later, the laborers died. And, the notebook was found by a servant of God. It appears in it is written, 2,450 names of people who have repented for the wonderful ministry of intercession from this simple labor.

Spiritual fruits will bear fruit if the service is based on the seriousness and sincerity.

(hence from the time we heard it, we do not cease to pray for you .... Colossians 1:9 a)

Doa Bertele tele



( Matius 6:7 ) "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan."

- Alkisah ada seorang anak kecil, yang ingin menyebrangi sungai deras yang hanya berjembatankan sebuah bambu tanpa ada pegangannya.
Ketika anak tersebut sedang berada diatas jembatan tersebut, tiba² dia terpeleset dan terjatuh kesungai. Karena tidak bisa berenang ditambah dengan arus sungai yg sangat deras, membuat anak itu hanyut tak berdaya. Didalam ketidakberdayaannya, anak tersebut teringat bahwa dia masih memiliki Tuhan yg dapat menolongnya. Maka dengan kepolosannya, dia pun berdoa,

"Ya Tuhan, berkatilah makanan dan minuman ini....Amin"

Setelah berdoa, Tiba² baju yg dikenakan anak tersebut tersangkut pd sebuah pohon yang tumbang di pinggir sungai itu, dan akhirnya anak tersebut selamat.

Cerita diatas hanya ingin mengingatkan kita tentang makna dari DOA. Dimana besarnya kuasa dari DOA bukan berada pada apa yg kita ucapkan, melainkan dari kesungguhan kita didalam bergumul dengan DOA yg kita panjatkan kepada Tuhan.

Sebab, jauh sebelum kita meminta, Tuhan sudah mengetahui dengan apa yg kita butuhkan, dan Dia hanya tinggal menunggu kapan kita mau meminta hal² tersebut dari pada-Nya dengan Iman, tanpa lagi mengucapkannya secara terperinci. Amin

KUMPULKAN KAPAS-KAPAS ITU (Bohong)



Tujuan pengajaran : Anak memahami bahwa kebohongan yang telah disebarkan tidak bisa ditarik kembali.

Seorang laki-laki tua terbaring di kamar. Ia menderita karena difitnah. Seorang anak perempuan yang menyebarkan fitnah merasa menyesal dengan perbuatannya. Sehingga dengan perasaan menyesal bercampur malu ia mendatangi laki-laki yang telah sekarat dan hampir meninggal.

"Kek, saya bersalah dan menyesal karena telah menyebarkan fitnah. Sekiranya ada yang bisa saya lakukan untuk menebus kesalahan, tentu saya akan lakukan."
"Ambillah sebuah bantal dan bawalah ke menara gereja. Jika sampai di atas ambillah kapasnya dan sebarkan keluar."
Anak perempuan itu segera melaksanakan perintah. Setelah selesai, ia kembali menemui laku-laki yang sekarat itu.
"Perintahmu sudah saya laksanakan, Kek!"
"Kalau begitu kumpulkan kapas-kapas itu dan masukkan kembali ke dalam bantal."
"Maaf Kek, saya tidak dapat melakukannya karena kapas itu telah menyebar kemana-mana."
"Begitu juga dengan berita bohong yang kamu sebar. Berita itu tidak akan berakhir hanya dengan permintaan maaf!"

Penerapan : Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Jika sudah tersebar tidak mungkin di hentikan lagi. Kebohongan tidak akan berhenti hanya dengan permintaan maaf.

Belajar dari Seorang Bocah dan Chef Tersohor Dunia dari Spanyol




by Inspirasi dan Ilustrasi Kehidupan on Tuesday, January 8, 2013 at 8:51pm ·
SEORANG anak laki-laki masuk ke sebuah toko kecil. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat telepon umum yang ada di situ. Lalu naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.


Bocah: Halo, selamat sore.. Bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman rumah Ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah gaji dari orang itu, kok..

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Kalau begitu, saya juga akan menyapu dan saya jamin di hari Minggu besok, halaman rumah Ibu akan jadi yang paling bersih dan cantik di daerah sini.

Ibu: Tidak, terima kasih ya.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Wah, tidak. Makasih.

Pemilik Toko: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!
 EL BULLI tidak diragukan lagi restoran paling kontroversial dan eksperimental di dunia yang menerima sampai dengan 1.000.000 permintaan reservasi setahun, di mana hanya 8.000 yang beruntung mendapatkan meja.
Begitu populernya restoran El Bulli, yang berjarak 2 jam ke arah utara Barcelona, sampai-sampai para pelanggan harus memesan meja 6 bulan di muka.
Restoran ini telah meraih banyak penghargaan. Namun Ferran Adrià , sang koki ternama asal Spanyol, memutuskan untuk menutup sementara restoran ini selama 2 tahun supaya ia dan pegawainya dapat punya waktu untuk berpikir, berencana, dan berinovasi.
Adrià mengatakan pada Hemispheres Magazine, “Jika kami telah memenangi berbagai penghargaan, lalu mengapa berubah? Karena bekerja 15 jam sehari tidak menyisakan banyak waktu bagi kami untuk berkreasi.”
Di tengah kesuksesan besar, mereka berhenti sejenak untuk kembali pada apa yang terpenting bagi mereka.

---------------------------------- 

PERNAHKAH kita mengevaluasi hasil kerja kita? Apakah hasilnya sesuai, melebihi, atau di bawah harapan? Sayangnya, tidak banyak dari kita yang mau meluangkan waktu untuk mengevaluasinya. Mungkin kisah di atas, bisa membuat sikap kita berubah.

-------------------------------

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
(Mz 139:23,24)

"Belajar Dari Kupu-kupu"

Suatu hari adaseorang anak laki laki sedang memperhatikan sebuah kepompong …. Eh ternyata didalamnya ada kupu-kupu, yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong itu.


Kelihatannya begitu sulit bagi kupu-kupu tersebut. Si anak laki-laki tersebut merasa kasihan pada kupu-kupu tersebut dan berpikir cara untuk membantu si kupu-kupu agar bisa keluar dengan mudah. Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting, membantu memotong kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana.

Alangkah senang dan leganya si anak laki-laki tersebut. Tetapi apa yang terjadi ??? Si kupu-kupu  emang bisa keluar dari sana, tetapi kupu-kupu tersebut tidak dapat terbang, hanya dapat merayap. Apa sebabnya???
Ternyata bagi seekor kupu-kupu yang sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yaitu pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi
karena tidak ada lagi perjuangan tersebut, maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yang hanya dapat merayap.

Kadangkala niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik. Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita atau adik kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan/rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri. Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Mematikan kreativitas, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami
kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, mereka justru menjadi KUAT.

Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain. Berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuanmu, karena justru itu akan membuatmu kuat..!

Hidup penuh dgn PERJUANGAN yang harus kita lewati, supaya “SAYAP” kita bias terkembang dgn sempurna, untuk kita pakai “TERBANG” melewati masalah kita. Ingat !
Bersama Tuhan Yesus kita sanggup lakukan perkara-perkara yang besar. Tuhan beserta kita.....Amin

BELAJAR DAN BELAJAR


Cobalah untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi .....,
 Ibu Shakespeare mengatakan kepada Shakespeare muda,
Kamu sangat lemah dalam bahasa Inggris,
Jika engkau gagal kali ini,
saya akan tidak membiarkan engkau melanjutkan studimu,


Shakespeare tidak lulus Sarjana Sastra Inggris,
Tapi sekarang tidak ada yang bisa lulus Sarjana Sastra Inggris tanpa membaca Shakespeare,

Jangan berusaha untuk mencapai tingkat/pangkat yang lebih tinggi,
tapi selalulah berusaha untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi,

"Dengarkanlah semua orang dan belajar dari semua orang,  Karena tidak ada yang tahu semua,  Tetapi semua orang mengetahui sesuatu”

"Anda dapat mengajarkan seorang siswa satu pelajaran untuk satu hari, tapi jika Anda bisa mengajar dia untuk belajar dengan menciptakan rasa ingin tahu, ia akan melanjutkan proses belajar selama dia hidup". - Clay P. Bedford (1903-1991), top executive Kaiser Industries di California.


Kasih (Anak Durhaka)

Tujuan pengajaran : Anak mampu memahami kasih

Seorang ibu wajahnya rusak akibat kebakaran yang menimpa rumahnya. Luka itu diakibatkan perjuangannya menyelamatkan anaknya yang masih bayi.
Anak itu tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan memiliki banyak teman. Suatu hari, teman-temannya datang berkunjung ke rumahnya. Sang ibu yang penuh cinta menghidangkan minuman kepada mereka. Saat ibu itu masuk ke dalam kamar, salah seorang dari temannya bertanya, "Siapa wanita itu?"
"Oh, itu pembantuku" jawab sang anak gadis.
Ibu yang mendengar jawaban anaknya sangat sedih. Ia menangis.
"Oh anakku, tidak tahukah kamu jika aku mengorbankan wajahku untuk menyelamatkan dirimu?"
Sama seperti anak gadis yang tidak menghargai pengorbanan ibunya, kita juga sering mengkhianati kasih Yesus yang telah mati bagi kita.

Penerapan : Kasih Tuhan begitu besar kepada kita. Sehingaa Ia merelakan anak-Nya yang tunggal untuk berkorban menyelamatkan kita sama seperti kasih seorang ibu. Kasih yang sejati mau berkorban bagi orang lain.
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog