Responsive Banner design

Altenative SDA Baptismal vow

An alternative baptismal vow was introduced in 2005. It originated with the South Pacific Division branch of the Biblical Research Committee. It consists of the following three affirmations:


1. Do you accept Jesus Christ as your personal Savior and Lord, and do you desire to live your life in a saving relationship with Him?
2. Do you accept the teachings of the Bible as expressed in the Statement of Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church and do you pledge by God’s grace to live your life in harmony with these teachings?

3. Do you desire to be baptized as a public expression of your belief in Jesus Christ, to be accepted into the fellowship of the Seventh-day Adventist Church, and to support the church and its mission as a faithful steward by your personal influence, tithes and offerings, and a life of service?

SDA BAPTISIMAL VOWS (13)

  1. Do you believe in God the Father, in His Son Jesus Christ, and in the Holy Spirit? BAPTISIMAL VOWS
  2. Do you accept the death of Jesus Christ on Calvary as the atoning sacrifice for the sins of men, and believe that through faith in His shed blood men are saved from sin and its penalty? BAPTISIMAL VOWS
  3. Renouncing the world and its sinful ways, have you accepted Jesus Christ as your personal Saviour, and do you believe that God, for Christ's sake, has forgiven your sins and given you a new heart? BAPTISIMAL VOWS
  4. Do you accept by faith the righteousness of Christ, recognizing Him as your Intercessor in the heavenly sanctuary, and do you claim His promise to strengthen you by His indwelling Spirit, so that you may receive power to do His will? BAPTISIMAL VOWS
  5. Do you believe that the Bible is God's inspired word, and that it constitutes the only rule of faith and practice for the Christian? BAPTISIMAL VOWS
  6. Do you accept the Ten Commandments as still binding upon Christians; and is it your purpose, by the power of the indwelling Christ, to keep this law, including the fourth commandment, which requires the observance of the seventh day of the week as the Sabbath of the Lord? BAPTISIMAL VOWS
  7. Is the soon coming of Jesus the blessed hope in your heart, and are you determined to be personally ready to meet the Lord, and to do all in your power to witness to His loving salvation, and by life and word to help others to be ready for His glorious appearing? BAPTISIMAL VOWS
  8. Do you accept the Biblical teaching of spiritual gifts, and do you believe that the gift of prophecy in the remnant church is one of the identifying marks of that church? BAPTISIMAL VOWS
  9. Do you believe in church organization, and is it your purpose to support the church by your tithes and offerings, your personal effort, and influence? BAPTISIMAL VOWS
  10. Do you believe that your body is the temple of the Holy Spirit and that you are to honor God by caring for your body, avoiding the use of that which is harmful, abstaining from all unclean foods, from the use, manufacture, or sale of alcoholic beverages, the use, manufacture, or sale of tobacco in any of its forms for human consumption, and from the misuse of, or trafficking in, narcotics or other drugs? BAPTISIMAL VOWS
  11. Knowing and understanding the fundamental Bible principles as taught by the Seventh-day Adventist Church, is it your purpose, by the grace of God, to order your life in harmony with these principles? BAPTISIMAL VOWS
  12. Do you accept the New Testament teaching of baptism by immersion, and do you desire to be so baptized as a public expression of your faith in Christ and in the forgiveness of your sins? BAPTISIMAL VOWS
  13. Do you believe that the Seventh-day Adventist Church is the remnant church of Bible prophecy, and that people of every nation, race, and language are invited and accepted into its fellowship? Do you desire membership in this local congregation of the world church?" BAPTISIMAL VOWS


Peranan Orang Muda dalam Penginjilan


PENDAHULUAN
Allah telah mengangkat orang muda menjadi tangan penolong bagi-Nya. Dengan orang muda sebagai pasukan pekerja yang telah dilatih dan dilengkapi, betapa segera pekabaran, tentang Juru Selamat yang disalibkan, yang sudah bangkit dan yang akan datang segera, dapat disebarkan ke seluruh dunia.
Kita memiliki persamaan orang muda sekarang ini yang dapat melakukan banyak hal jikalau mereka benar-benar diserahkan didorong kita mau agar anak-anak kita percaya kepada kebenaran. Kita mau agar mereka diberkati Allah, kita mau agar mereka melakukan sebagian yang sudah di rencanakan untuk menolong orang muda lainnya. Biarlah semuanya dilatih agar mereka memperkenalkan kebenaran dengan tepat dan memberikan alasan pengharapan yang ada pada diri mereka dan menghormati Allah melalui cabang pekerjaan man saja dimana mereka terampil dalam pekerjaan.
Tuhan mau supaya orang muda menjadi orang tekun berpikir, disediakan dengan sungguh-sungguh akan mengambil bahagian dalam pekerjaannya yang mulia dan paham menanggung jawab atas perkara yang ditanggungkan Tuhan kepadanya memanggil orang-orang muda yang berhati tulus, kuat dan berani yang sudah mengambil ketentuan akan bergumul dengan gagah berani menghadapi perjuangan yang dihadapannya untuk kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Tidak boleh ada yang memandang enteng pekerjaan injil itu, tidak ada yang harus dijalankan sedemikian rupa sehingga menyebabkan pekerjaan terhadap dunia sampai dipandang sebagai perkara yang kecil. Tidak boleh demikian mereka yang meremehkan pekerjaan Kristus. Yang tertinggi dari semua pekerjaan ada pekerjaan dalam bermacam-macam bidangnya, dan harus dicanangkan dihadapan orang muda bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih banyak diberkati oleh Allah dari pada yang dikerjakan pelayan injil.


PERANAN ORANG MUDA DALAM PENGINJILAN

Orang Muda Dalam Pelayanan

            Tuhan mau supaya orang-orang muda menjadi orang yang tekun berpikir, disediakan sungguh-sungguh akan mengambil bahagian dalam pekerjaanNya yang mulia dan paham menanggung jawab atas perkara yang ditanggungkan Tuhan kepadanya. Tuhan memanggil orang-orang muda yang berhati tulus, kuat dan berani yang sudah mengambil ketentuan akan bergumul dengan berani menghadapi perjuangan yang ada dihadapannya untuk kemuliaan Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama manusia. Jikalau saja orang muda suka mempelajari Alkitab, dan suka menahankan segala nafsu keinginannya serta suka mendengarkan suara Khalik dan Penebusnya maka mereka itu bukan saja mendapat perdamaian dengan Tuhan, tetapi dirinyapun akan dimuliakan dan ditinggikan. Hai sahabatku yang muda, inilah suatu keuntungan yang kekal bagimu, jikalau engkau mencemoohkan akan segala nasihat dalam sabda Allah. Karena harganya tiada ternilai bagimu.
            Tidak boleh ada yang memandang enteng pekerjaan injil itu. Tidak ada yang harus dijalankan sedemikian rupa sehingga menyebabkan pekerjaan terhadap dunia sampai dipandang sebagai perkara yang kecil atau tidak boleh demikian. Mereka yang meremehkan pekerjaan itu meremehkan Kristus. Yang tertinggi dari semua pekerjaan adalah pelayanan dalam bermacam-macam bidangnya dan harus dicanangkan dihadapan orang muda bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih banyak diberkati oleh Allah dari pada yang dikerjakan oleh pelayanan injil.
            Janganlah orang mudamu dihalang-halangi untuk pekerjaan ini. Ada kadangnya bahwa melalui gambaran yang mengilaukan ada yang akan tersurat jauh dari jalan dimana Allah mereka berjalan. Ada yang telah diberi semangat untuk mengikuti kuliah belajar jurusan kedokteran yang seharusnya menyediakan diri untuk bekerja di dalam kebun anggurNya. Allah memerlukan kamu orang muda. Ia memerlukan segenap bala tentra yang terdiri atas orang-orang muda yang berhati besar dan berpikiran luas dan yang memiliki kasih yang mendalam untuk Kristus dan kebenaran.
            Alah telah mengangkat orang muda menjadi tangan penolong bagiNya. Testimonies, jld. 7, hal. 64. dengan orang muda sebagai pasukan pekerja yang telah dilatih dan dilengkapi, betapa segera pekabaran tentang Juru selamat yang disalibkan, yang sudah bangkit, dan yang akan datang segera, dapat disiarkan ke seluruh dunia. Education, hal. 271.
            Kita memiliki pasukan orang muda sekarang ini yang dapat melakukan banyak hal jikalau mereka benar-benar diarahkan dan didorong. Kita mau agar anak-anak kita percaya kepada kebenaran. Kita mau agar mereka diberkati Allah. Kita mau agar mereka melakukan sebagian dari yang sudah direncanakan untuk menolong orang muda lainnya. Biarlah semuanya dilatih agar mereka memperkenalkan kebenaran dengan tepat, dan memberikan alasan pengharapan yang ada pada diri mereka dan menghormati Allah melalui cabang pekerjaan mana saja dimana mereka terampil dalam pekerjaan. General Conference Bulletin, jld. 5, No. 2. hal. 24 (January 1, 29, 30. 1893.)
            Tuhan sudah memberikan satu kesempatan kepada orang muda supaya orang muda bisa menentukan satu takdir yang tinggi. Pengaruh yang keluar dari padamu boleh menyaksikan kebenaran Allah. Engkau boleh menjadi pengerja bersama dengan Tuhan dalam pekerjaanNya yang besar akan menyelamatkan jiwa-jiwa.
            Kita harus menunjukkan keyakinan dalam diri orang muda kita. Mereka haruslah menjadi perintis dalam usaha yang cukup keras dan pengorbanan, sementara hamba-hamba Kristus yang sudah tua harusnya didudukkan sebagai penasihat, untuk mendorong dan memberi hati mereka yang gigih bertarung bagi Allah. Gospel Workers, hal. 68.
            Ukuran kemampuan atau belajar adalah jauh lebih baik sedikit akibatnya dari pada semangat yang olehnya engkau terlibat dalam pekerjaan. Bukanlah orang-orang besar dan terpelajar yang diperlukan dalam pelayanan; bukanlah pengkhotbah-pengkhotbah yang fasih, tidak. Allah memerlukan orang yang akan menyerahkan diri mereka kepadaNya untuk di isi dengan RohNya. Pekerjaan Kristus dan manusia menuntut orang yang dikuduskan mau mengorbankan diri, yaitu mereka yang dapat maju ke depan tanpa tedeng aling-aling, membawa teguran. Hendaklah mereka menjadi kuat, sebagai orang-orang yang gagah perkasa, cocok untuk usaha yang pantas, dan biarlah mereka mengadakan suatu perjanjian dengan Allah melalui pengorbanan.
            Pekerjaan itu tidak ada tempat bagi pemalas, hamba-hamba Allah harus membuktikan pekerjaan mereka sepenuhnya. Mereka tidak akan menjadi pemalas, tetapi sebagai pemberita firmanNya mereka akan menyerahkan segenap daya mereka supaya berlaku setia. Mereka tidak boleh berhenti menjadi pelajar. Mereka harus menjaga jiwa mereka sendiri supaya tetap hidup kepada kekudusan pekerjaan itu dan kepada tanggung jawab besar penginjilan mereka, supaya mereka tidak mendapat tempat dan peluang membawa kepada Allah korban yang cacat, suatu persembahan yang membuat mereka sehingga tidak belajar dan berdoa.
            Allah memanggil umat ini untuk memberikan kepada dunia pekabaran tentang kedatangan Kristus segera. Kita harus menyampaikan kepada orang panggilan terakhir ke pesta injil, undangan terakhir ke perjamuan nikah Anak Domba. Beribu-ribu tempat yang belum mendengar panggilan itu harus mendengarnya. Banyak yang belum menyampaikan pekabaran itu harus memberitakannya. Sekali lagi orang muda diimbau. Bukankah Allah memanggil kamu untuk mengumandangkan pekabaran itu?

Orang Muda di Panggil Pada Satu Takdir Yang Tingi
            Oh Alangkah baiknya kalau orang muda menghargai akan takdir yang tinggi itu kemana mereka sudah dipanggil! Kiranya orang muda insaf akan jalan, dimana kamu harus berjalan. Mulaikanlah pekerjaanmu dengan satu maksud yang tinggi dan suci dan biarlah kamu tahu dengan tentu, bahwa dengan kuasa karunia Allah, kamu tidak akan menyimpang dari pada jalan yang benar. Jikalau kamu mulai menuju kepada jalan yang salah, maka celaka dan bahaya nanti beserta dengan tiap-tiap jejakmu, dan kamu nanti lama kelamaan tersesat dari pada jalan kebenaran, keselamatan dan bahagian. Kuasa pikiranmu perlu dikuatkan, dan tenaga batin dihidupkan oleh kuasa Allah

            Pekerjaan Tuhan menuntut segala kuat kuasa yang sitinggi-tingginya dan dalam banyak ladang pekerjaan Tuhan ada sangat perlu orang-orang muda yang paham dalam ilmu kitab-kitab. Ada perlu orang-orang, kepada siapa boleh di tanggungkan pekerjaan dalam ladang-ladang yang luas yang telah sedia akan disabit. Orang-orang muda, yang berpengetahuan cukup, yang menyerah diri sepenuh-penuhnya pada Tuhan, yang belum dirusakkan oleh kecemaran dan percabulan, akan beruntung dalam pekerjaannya dan akan disanggupkan mengadakan pekerjaan besar bagi Tuhan. Biarlah orang-orang muda memperhatikan nasihat ini dan sadarlah.
            Dibutuhkan orang-orang muda. Allah memanggil mereka keladang misionaris. Karena kebebasan dari kesusahan dan tanggung jawab mereka lebih cocok di tempatkan dalam pekerjaan itu dibandingkan dengan mereka yang harus menyediakan Pendidikan dan biaya keluarga yang besar. Lebih jauh lagi orang muda lebih gampang menyesuaikan diri dengan iklim baru, masyarakat baru, dan lebih sanggup menanggung kekurangan dan kesulitan. Dengan taktik dan kesabaran mereka dapat menjangkau orang dimana mereka berada. Counsels on Teachers, hal. 517.
            Banyak orang muda yang sudah memperoleh Pendidikan yang benar di rumah. Mereka perlu dilatih untuk pelayanan dan didorong untuk mengangkat standar kebenaran di tempat baru dengan pekerjaan yang direncanakan dengan baik dan dilakukan dengan setia. Dengan bergaul bersama dengan pendeta-pendeta kita dan para pekerja di kota, mereka akan memperoleh jenis pendidikan yang terbaik. Dengan bertindak di bawah pimpinan ilahi, dan didukung oleh doa teman sekerja yang lebih berpengalaman, mereka memadukan pekerjaannya melalui karya para pekerja yang lebih tua, menggunakan tenaga muda sebaik-baiknya, mereka akan didampingi para malaikat surga. Selaku mitra usaha Allah, adalah kesempatan mereka untuk menanti berdoa dan percaya dan bekerja dengan semangat dan kebebasan. Apabila mereka yakin dan percaya akan kehadiran agen-agen surga ditengah-tengah mereka dan teman sekerja mereka, itu akan menuntun kepada doa dan pujian dan kesederhanaan iman sejati. Testimonies, jld. 9, hal.119.
            Kristus memanggil orang-orang muda yang sukarela masuk ke dalam tentraNya, dan memikul panji salibNya I hadapan dunia. Sidang sedang menjadi lesu akan bantuan orang-orang muda yang berani menyaksikan namanya dan yang mau gerakan tenaga umat Allah yang mulai lengah itu dengan kegiatannya yang bernyala-nyala, dan dengan begitu kuasa gereja akan bertambah-tambah dalam dunia. Adalah sangat perlu orang-orang muda yang mau melawan aliran kesukaan dunia ini, dan mau memberi amaran kepada orang-orang muda yang mulai menuju pada jalan kecemaran dan percabulan.
            Tetapi lebih dulu harus orang-orang muda itu yang mau menurut Tuhan dan serahkan diri buat bekerja bagi diriNya, menyucikan kaabah jiwanya dari segala kecemaran, dan biarlah Kristus berkerajaan dalam hatinya, kemudian dia akan diberikan kesanggupan memasang tenaga ke dalam segala daya upayanya, dan dia akan menyatakan kegiatan besar dalam menasehatkan orang-orang supaya mereka berdamai dengan Kristus. Apakah orang-orang muda tidak mau menyambut undangan Kristus dan menjawab “Aku ini hambamu, suruhlah aku”? hai orang-orang muda, marilah tampil ke muka, dan perkenalkanlah dirimu sebagai pengerja-pengerja bersama-sama dengan Kristus, meneruskan pekerjaan yang ditinggalkanNya itu dan menyelesaikannya. Review and Herald, 16 Juni 1891.

Tumbuhkan Cita-cita yang Luas
            Orang-orang muda harus punya cita-cita yang luas, dan maksud-maksud yang bijaksana, supaya mereka bisa beruntung dalam segala kesempatannya dan mereka bisa mendapat ilham dan keberanian yang menghidupkan Pengalaman rasul-rasul dahulu kala. Yohanes menulis, hai segala orang-orang muda aku telah menyuratkan bagimu sebab kamu kuat, dan firman Allah tinggal di dalam kamu, dan kamu sudah mengalahkan si jahat itu. Satu Derajat mengundang mereka supaya bekerja dengan sungguh-sungguh bagi Dia. Orang-orang muda yang setia, yang merasa kesukaan menjadi murid bagi gurunya, jikalau saja mereka mencamkan akan perintah kaptennya. Seperti yang diserukan kepada tentara dari dahulu sampai pada zaman kita sekarang ini; lakukanlah dirimu seperti laki-laki, biarlah kamu jadi gagah.
            Kamu harus menjadi orang yang mau hidupnya rendah dihadapan Tuhan, dan berdiri dihadapanNya seperti laki-laki dan gagah berani, bersih daripada kecemaran, bersih daripada segala pikiran-pikiran percabulan, yang merusakkan keturunan ini. Kamu menjadi orang-orang yang membenci segala perkara yang palsu dan jahat, dan yang berani hidup tulus.
            Tuhan Allah tidak titahkan supaya orang-orang muda kurang bercita-cita. Atmosfir-atmosfir tabiat yang membawa keuntungan dan kehormatan kepada sesuatu manusia yaitu keinginan keras yang tidak bisa dipadamkan pada perkara-perkara yang lebih baik, kemauan keras, usaha yang tidak kenal lelah dan ketetapan hati yang tidak tahu payah. Semuanya itu jangan dihancurkan. Patriarchs and Prophet, hal. 602.



Pengorganisasian untuk Pelayanan
            Ada banyak bidang pekerjaan dimana orang muda dapat menemukan kesempatan dan usaha yang bermanfaat. Kelompok orang muda harus di organisasi dan dididik dengan seksama sebagai perawat, pekerja injil, pembaca Alkitab, berbagai penjual buku, pendeta dan misionaris medis. Counsel on Teacher, hal. 546.
            Kita harus mendidik orang muda untuk menolong sesama orang muda. Sementara mereka melakukan pekerjaan ini, mereka akan memperoleh Pengalaman yang dalam akan mengubah mereka menjadi pekerja-pekerja yang penuh pengabdian dalam wawasan yang luas. Testimonies, jld 6, hal. 115.
            Pemuda dan pemudi harus dididik menjadi pekerjaan dilingkungan mereka sendiri dan ditempat lain. Biarlah semua orang menentukan hati dan pikiran supaya cakap dalam pekerjaan masa kini, mempersiapkan diri untuk melakukan apa yang paling cocok bagi mereka. Testimonies, jld. 9, hal. 118. 1119.
            Pemuda dan pemudi, tidakkah kamu dapat membentuk kelompok sebagai tentra Kristus, dan mendaftarkan diri di dalam pekerjaan mengarahkan segenap kecerdasan dan segala keterampilan dalam pelayanan Tuhan, agar engkau menyelamatkan jiwa dari kebobrokan? Biarlah diorganisasi kelompok seperti ini disetiap gereja untuk melakukan pekerjaan ini maukah pemuda dan pemudi yang benar-benar mengasihi Kristus mengorganisir diri sebagai pekerja bukan hanya mengaku menyucikan hari Sabat tetapi juga mereka yang bukan seiman dengan kita? Special Testimonies, 29 Mei, 1893.
            Biarlah muda-mudi dan anak-anak bekerja didalam nama Yesus. Biarlah mereka bersatu dalam perencanaan dalam pelaksanaan. Tidakkah kamu membentuk satu kelompok kerja dan menyisihkan waktu untuk berdoa bersama dan memohon kepada Tuhan akan rahmatNya, kemudian mereka bergerak serentak? Youth instructor, 9 Agustus, 1894.

Rahasia Kemajuan
Hai orang muda, teruskanlah mengenal Tuhan dan engkau akan mengetahui bahwa “ Ia pasti muncul seperti fajar,” berusahalah senantiasa memperbaiki diri. Berusahalah dengan sungguh-sungguh mencapai identitas bersama penebus.
Hiduplah oleh iman di dalam Kristus. Lakukanlah pekerjaan yang telah di lakukanNya. Hiduplah demi penyelamatan jiwa-jiwa bagi siapa dia telah menyerahkan nyawanya. Usahakanlah menolong mereka dengan siapa engkau berhubungan... berbicaralah dengan saudaramu yang lebih tua, yang akan menyempurnakan pendidikanmu baris demi baris, persepsi demi persepsi, di sini sedikit, disana sedikit. Satu hubungan yang erat dengan Dia yang telah mengorbankan driNya sendiri untuk menyelamatkan dunia yang sedang binasa, akan menjadikan engkau pekerja yang layak dan berterima. Testimonies, jld. 3, hal. 202.
I
KESIMPULAN DAN SARAN

            Kita semua harus menjadi mitra Allah. Tidak ada pemalas yang diakui sebagai hambanya. Para anggota gereja harus secara perorangan merasa bahwa hidup dan kemakmuran gereja dipengaruhi oleh perbuatan mereka.
            Setiap jiwa orang-orang muda diselamatkan oleh Kristus di Panggil untuk bekerja dalam namanya demi keselamatan yang sesat. Orang muda yang sudah menggabungkan diri dengan Tuhan dalam perjanjian pelayanan adalah terikat tetap bersatu dengan Dia dalam pekerjaan besar bidang penyelamatan jiwa.
            Allah menuntut setiap orang supaya menjadi pekerja dalam kebun anggurNya. Setiap orang muda Kristen harus memikul tugas yang telah dipercayakan dan melakukan dengan setia. Sekiranya setiap orang-orang muda menjadi misionaris yang hidup pekabaran zaman ini akan dengan cepat tersebar di seluruh dunia, ke setiap bahasa, kaum dan bangsa. Maka Yesus akan datang.




Daftar Pustaka

Macanlay, J. C. and Belton Robert H., Personal Evangelism, (Chicago, Moddy Press, 1975).
Martin Carlos G., Pastoral Ministry, (Philipines, Adventis Institute of advanced studies, 1996).
_______, Bible Echo, (1901)
_______, Bersaksi bagi Yesus, (Bandung, Percetakan Advent Indonesia, 1981).
White, E. G., Amanat Kepada Orang Muda(Ibid, 2002).
Ibid, Nasihat Bagi Pendeta dan Pelayan Injil(1997).
Ibid, Pelayan Injil,(1995).
Ibid, Testimonies, (1920).

Ibid, Review and Herald, (1881, 1888, 1890)

UANG DAN MANUSIA

           
Apakah Itu uang?
Uang adalah alat penukar atau standard pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah,  dikeluarkan oleh pemerintah negara bentuk dan gambar tertentu; harta, kekayaan.1
Kapan mata uang itu ada, dan dahulu pembelian barang dilakukan dengan cara apa?
Sebelum mata
uang diperkenalkan pada akhir abad 18 SM, ‘serah terima’ sesuatu komoditas dalam kegiatan dagang disepakati dengan barter, yaitu tukar menukar komoditas.
Di seluruh Asia Barat Kuno barang komoditas utama, baik yang mudah rusak atau mudah busuk seperti bulu domba, jelai, gandum dan korma, maupun yang tahan lama seperti logam, kayu, anggur madu dan ternak merupakan barang ‘dagang tukar’.
Naskah-naskah kuno menunjukan bahwa dari zaman dahulu telah berkali-kali di usahakan untuk menetapkan nilai komoditas yang satu dengan yang lain. Maka kekayaan di ukur dengan banyaknya ternak (Ayub 1:3) dan logam berharga.
Karena perak adalah logam berharga yang paling umum di Palestina (seperti Asyur dan Babel) maka itulah yang paling banyak di pakai sebagai sebagai alat tukar. Perak dipakai untuk membeli barang-barang tak bergerak seperti, tanah yang dibeli Yeremia di Anatot seherga 17 syikal perak (Yeremia 32:9), ladang dan gua di Makhpela yang dibeli Abraham 400 syikal perak (Kejadian 23:15) dan lain-lain.
Emas, logam yang lebih langka, jarang digunakan, sebagai alat transaksi tapi sering disebut bersama perak dalam pembayaran upeti, demikianlah Raja Hizkia membayar pada Sanherib tahun 701 SM, 300 talenta perak dan 30 talenta emas (2 Raja-raja 18:14).

Untuk mengontrol pemakaian logam sebagai alat tukar, maka logam harus di timbang oleh pembeli dan di periksa oleh penjual di hadapan pembeli. Patokan timbangan yang disepakati adalah yang berlaku menurut patokan setempat, yaitu disebut ‘syikal perak kota X’ atau ‘syikal perka para saudagar (Kejadian 23:16). Segi lain yang diperiksa adalah mutu logamnya dengan memberi cap tempat asalnya.



Bentuk Mata Uang.
Supaya logam yang dipakai sebagai alat tukar mudah dibawa maka logam itu ditempa, atau dibuat dalam bentuk permata, atau dalam bentuk barang dalam pemakaian sehari-hari atau dalam bentuk khusus. “Maka suruhan Abraham memberikan kepada ribka anting-anting emas setengah syikal (beratnya) dan sepasang gelang tangan yang beratnya sepuluh syikal emas,” (Kejadian 24:22). Pada zaman dahulu emas sering dipakai dalam bentuk pita panjang (Ibrani, ‘lidah’) seperti yang ditemukan Akhan di Yeriko, beratnya lima puluh syikal (Yosua 7:21), atau ‘emas ofir’ (Yesaya 13:2), yang terakhir mungkin bernama ‘ofir’ karena sudah ditemukan di Qasileh, Palestina, satu periuk dengan tulisan untuk emas ofir. Emas dan perak ada juga dalam bentuk batangan, bejana-bejana (Ayub 28:6), atau dalam butir-butir kecil yang segera dapat dilebur digunakan untuk berbagai kebutuhan, dalam bentuk inilah pendapatan Mesir ditingkatkan oleh Yusuf (kejadian 47:14)

Permulaan koin

            Koin adalah sekeping logam yang ditempa memakai cap untuk mensahkan namanya dan timbangannya, sehingga berlaku seketikan ditunjukan. Koin pertama kali diperkenalkan di Asia Kecil pada akhir abad 8 SM, koin perak paling tua ditemukan di Egina, tapi koin paling pertama di tempa adalah dari Ekstrum (logam yang terbuat dari campuran emas dan perak) oleh Kroesus Raja Lidia (561-546 SM), koin itu di sebut atau diberi nama Kroisides. Agaknya sesudah Persia menyerang Lidia, koin mulai di perkenalkan di Persia oleh Darius (521-486 SM) yang namanya dipakai untuk menandakan koin emas tebal ‘Darik’, dengan gambar raja berlutut sambil memegang busur panah siap menembak dengan cap uang pada pada sisi sebelah.—Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, ‘uang’ Jld II, hlm 515-517.

Macam-macam Mata Uang

            Uang logam. Penggunaan uang logam sebagai uang sudah ada sejak dulu. Penggunaan logam sebagai uang sudah ada sejak 2000 tahun sebelum kelahiran Yesus, tetapi standari sasi dan pengesahan dalam bentuk koin, menurut Aristotle, tidak dapat diketahui kapan, kemungkinan mendekati tujuh abad sebelum Masehi.
            Sejarah uang pada umumnya menunjuk pada Lidia, yang mula-mula menggunakan uang, koin pertama dibuat dari elektrum.
            Uang kertas. Pada akhir abad 18 dan 19, uang kertas telah tersebar luas.—The New Enctclopaedia Britannica, ‘money’vol.24, hlm.333-334.
Jadi uang kertas ini ada atau muncul karena bentuk transaksi dan jumlah transaksi yang semakain besar dengan nilai yang semakin besar juga, sehingga apabila menggunakan uang logam akan berat sekali. Dan susah juga untuk menghitung karena uang logam ini biasanya nilainya kecil-kecil.

 APAKAH KEGUNAAN UANG?

           Alkitab berkata dalam Amsal 3:9,10 “Muliakanlah Tuhan dengan segenap hartamu dan dengan hasil pertamamu dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah.” Jadi menurut alkitab kegunaan uang adalah untuk kemuliaan Allah, karena dikatakan muliakanlah Tuhan dengan kekayaanmu.
            Dalam buku Nasihat Penatalayanan halaman 15 tertulis sebagai berikut: “Dalam menugaskan murid-muridnya untuk pergi “ke seluruh dunia dan ajarkanlah injil pada setiap bangsa,” Kristus menugaskan kepada manusia pekerjaan menyebarkan pengetahuan akan anugerahNya. Tetapi disaat beberapa orang pergi untuk mengajar, ia mengundang yang lain untuk menjawab tuntutanNya dengan memberi persembahan yang dapat digunakan membantu pekerjaan di dunia. Ia telah meletakkan alat dalam tangan manusia, agar karunia-karunia ilahinya dapat mengalir melalui manusia dalam melaksanakan pekerjaan yhang dibebankan kepada kita yaitu untuk menyelamatkan sesama manusia
            Emas dan perak adalah milik Tuhan; dan Ia dapat mencurahkannya dari sorga jika Ia kehendaki. Tetapi gantinya ia telah menjadikan manusia penatalayannya mempercayakan kepadanya harta benda tetapi bukan untuk disimpan melainkan digunakan untuk menolong orang lain. Dengan demikian Ia menjadikan manusia sebagai perantara  untuk membagikan berkat-berkatnya kepada dunia. Allah merancang sistem memberi supaya manusia dapat menjadi seperti Khaliknya, dermawan dan tidak cinta diri, dan akhirnya manusia bersama Kristus akan memperoleh pahala kekal disurga.
            Jadi menurut Alkitab dan Buku Roh Nubuat uang atau kekayaan adalah milik Allah yang dipercayakan bagi kita dan uang itu adalah untuk kemuliaan Tuhan dan membantu penyelesaian pekerjaan injil keseluruh dunia.

BAGAIMANA SUPAYA UANG MENJADI ITU MENJADI BERKAT

Melalui persembahan. Selain persepuluhan, Alkitab me-nekankan tugas kita untuk membawa persembahan kepada Tuhan. Menahan persembahan disamakan dengan menahan persepuluhan dan disebut dengan perampokan (Mal. 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!). Sebagai hasil dari pemberian persembahan yang berlimpah, adalah kemakmuran dan berkat yang besar, yang akan senantiasa menyertai segala usaha dan pekerjaan kita
Berapa besar atau berapa kecilnya pun harta seseorang, biarlah ia mengingat bahwa hartanya itu hanya dipercayakan kepadanya. Sebab untuk tenaga, kecakapan, waktu, talenta, kesempatan dan harta kekayaannya yang dimilikinya ia harus mempertanggungjawabkannya kepada Allah. Ini adalah tanggung jawab perseorangan. Allah memberikan kepada kita agar kita menjadi serupa dengan Dia, dermawan, agung, murah hati dengan jalan memberi kepada orang lain. Mereka yang lupa akan tugas suci mereka, yang hanya berusaha mengumpulkan atau menghabiskan harta untuk memanjakan tabiat kesombongan dan cinta diri, mungkin memperoleh keuntungan dan kesenangan dunia ini; tetapi pada pemandangan Allah, diukur berdasarkan keadaan kerohanian mereka, mereka adalah orang yang miskin, malang, celaka, buta, telanjang.
Apabila digunakan dengan benar, kekayaan menjadi suatu ikatan emas kasih di antara manusia dan sesamanya, dan suatu ikatan yang kuat untuk mengikat kasihnya kepada Penebusnya. Pemberian Allah yang tak terbatas yaitu Anak-Nya yang dikasihi mewajibkan manusia mewujudkan perasaan terima kasih dari orang-orang yang menerima anugerahNya.
Diatas kita ketahui bahwa harta adalah titipan Tuhan kepada kita. Dalam kitab Maleakhi ditulis bahwa kita harus membawa seluruh perluluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah Allah dan ujilah Allah. Dan dikatakan Allah akan membukakan tingkap langit dan mencurahkan berkat kepada kita sampai berkelimpahan. Apakah kita akan menurut Allah, dan membawa segala peepuluhan dan persembahan  agar ada persediaan makanan untuk diberikan kepada jiwa-jiwa yang sedang lapar akan roti hidup? Allah mengundang kita untuk menguji Dia.
Ia berkata, bahwa ia akan membuka tingkap-tingkap sorga dan mencurahakn pada kita berkat yang limpah sehingga tidak ada tempat kemana berkat itu akan ditaruh. Allah menepati janjiNya. Maleakhi 3:11 “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan anggur dipadang tidak berbuah bagimu.” Maka firmanNya adalah jaminan kita bahwa  Ia akan memberkati kita sedemikian rupa sehingga perpuluhan dan persembahan kita makin lama makin bertambah banyak untuk diberikan. “Kembalikanlah kepadaKU maka Aku akan kembalikan kepadamu, firman Tuhan semesta alam.” (Malaekhi 3:7) jadi jelas roh nubuat berkata bagaimana agar uang itu menjadi berkat dengan memberikan sepersepuluh pada Allah. Seperti yang dilakuakn Abraham pada Melkisedek.
Tugas adalah tugas, dan harus dilaksanakan. Tetapi Tuhan mempunya perasaan kasihan terhadap keadaan kita yang telah jatuh ini, maka Ia memberikan janji-janji menyertai perintah-perintahNya. Ia mengundang umatNya untuk menguji Dia, dengan mengatakan bahwa Ia akan memberikan pahala atas penurutan kita dengan berkat-berkat yang limpah, “Ia yang menabur dengan limpahnya ia juga akan menuai dengan limpahnya,” Allah itu bukan tidak adil sehingga Ia melupakan pekerjaanmu dan amal kasihmu.
Betapa baiknya dan betapa setianya Allah menyertai kita! Ia telah memberikan pada kita di dalam Kristus berkat-berkat yang paling indah. Melalui Yesus Ia telah membubuhkan tanda tanganNya atas surat perjanjian yang ia adakan dengan kita. Review and Herald, 3 Desember 1901.
Besarlah artinya menabur di dalam air. Itu berarti suatu kebiasaan memberikan pemberian dan persembahan, yang Allah akan melengkapi segala kebutuhan agar penatalayanNya yang setia kepada siapa telah dipercayakan harta benda itu akan dilengkapi dengan kecukupan dalam segala hal sehingga ia sanggup melkaukan segala pekerjaan yang baik. II Korintus 9:9, 10. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin. KebenaranNya tetap untuk selama-lamanya. Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat gandakannya, dan menumbuhkan buah-buah kebenarmu.” Benih yang ditabur dengan limpah dengan tangan yang dermawan akan diurus oleh Allah.  Testimonies for the Church, hlm. 132.
Segala pemberian kita haruslah diberikan dengan suka hati, karena untuk persembahan itu berasal dari sumber yang telah dilihat Tuhan layak untuk diserahkan ke tangan kita guna memajukan pekerjaanNya di dalam dunia, agar supaya janji kebenaran dapat dikibarkan di jalan-jalan raya dan jalan-jalan kecil di dunia ini. Jika semua orang yang mengakui kebenaran mau memberi kepada Tuhan milikNya dalam perpuluhan, pemberian dan persembahan, maka akan ada makanan dirumah Tuhan. Melalui penyangkalan diri orang yang paling miskin akan mendapatkan jalan untuk memperoleh sesuatu untuk di kembalikan kepada Allah. Review and Herald 14 Juli 1986.
Sebagai orang kristen kita harus berjaga dan jangan membiarkan diri kita untuk mengunakan uang bagi sesuatu yang tidak perlu. Dan hanya sekera pamer saja. Janganlah kita memanjakan selera makan yang membawa kita untuk mengikuti ada istiadat dunia, dan merampok perbendaharaan Tuhan. Review and Herald 19 Desember 1893
Memberi sebagai hasil penyangkalan diri, adalah suatu pertolongan yang baik bagi sepemberi. Hal itu memberikan pendidikan yang lebih menyanggupkan kita untuk memahami pekerjaan Dia yang berjalan berkeliling berbuat  baik membebaskan orang-orang yang menderita dan mencukupkan keperluan orang miskin. Juruselamat hidup bukan untuk menyenangkan diriNya. Dalam  hidupnya tidak terdapat bekas sifat cinta diri. Youth’s Instructor 10 September 1907.

 APA YANG MEMBUAT UANG ITU MENJADI KUTUK
Ada orang-orang pemelihara hari Sabat mendekap erat-erat harta dunia mereka. Harta itu merupakan ilah mereka, berhala mereka, dan lebih mencintai uang mereka, kebun mereka, ternak mereka, dan barang dagangan dari pada Juruselamat mereka, yang telah menjadi miskin karena mereka, supaya dengan kemiskinanNya, mereka boleh menjadi kaya. mereka meninggikan harta mereka, menganggapnya lebih berharga daripada jiwa-jiwa manusia. Apakah orang-orang yang demikian akan mendapat sambutan “Sabaslah”? Tidak! Tidak akan pernah! Kalimat yang tegas, “Enyahlah” akan mengejutkan mereka. Kristus tidak memerlukan mereka. Mereka adalah hamba-hamba yang malas, menyimpan harta yang telah diberikan Allah kepada mereka, sementara sesamanya hampir binasa dalam kegelapan dan kesalahan. Review and Herald, 14 Maret 1878.

      Setiap orang, apapun profesi dan pekerjaannya harus membuat pekerjaan Allah menjadi perhatiannya yang utama; dia bukan hanya menjalankan talentanya untuk menjalankan pekerjaan Tuhan, tetapi harus memupuk kesanggupan hingga kesudahan. Banyak sekali manusia yang menggunakan bulan dan tahun untuk memperoleh suatu pekerjaan dan profesi agar ia boleh menjadi pekerja yang sukses di dunia, tetapi ia tidak berusaha untuk memupuk talenta-talenta yang dapat membuat dia menjadi seorang pekerja yang sukses dalam kebun anggur Tuhan. Ia telah menyelewengkan kuasa-kuasanya dan telah menyalahgunakan talenta-talentanya. Ia telah menunjukkan sikap tidak hormat terhadap Bapa yang diu Sorga. Ini adalah merupakan dosa besar. Orang-orang yang mengaku sebagai umat Allah, mereka melayani diri mereka dan dunia. Mereka mungkin disebut orang yang cerdas, raja-raja uang; tetapi mereka gagal untuk bertambah dengan jalan menggunakan talenta-talenta yang telah diberikan Allah kepada mereka untuk pekerjaan-Nya. Kecapakan duniawi menjadi lebih baik oleh karena melakukannya; kerohanian menjadi lemah karena tidak digiatkan. Review and Herald, 1 Januari 1884.
       Allah membaca pikiran yang tamak yang terdapat di dalam setiap hati orang yang bermaksud menahan uang Tuhan; mereka yang mencintai diri lalai dalam membayar perpuluhan mereka dan membawa pemberian serta persembahan kepada perbendaharaan dilihat Allah semuanya. Tuhan mengerti seluruhnya sebagaimana adanya sebuah buku peringatan ditulis di hadapannya dari hal orang-orang yang takut akan Tuhan, dan yang memikirkan akan namaNya, demikian pula terdapat sebuah catatan bagi semua orang yang menggunakan bagi diri mereka pemberian yang telah Allah percayakan kepada mereka untuk digunakan bagi keselamatan jiwa. Review and Herald, 16 Mei 1893.
      Dunia sedang merampok Allah dengan rencana besar-besaran. Makin banyak Ia memberikan kekayaan, makin gigih manusia mengakui harta itu sebagai milik mereka dan digunakan sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi apakah orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus mengikuti adat kebiasaan dunia? Apakah kita akan menyita kedamaian angan-angan hati, hubungan dengan Allah, persekutuan dengan saudara-saudara karena kita gagal memberikan bagi pekerjaanNya bagian yang Ia tuntut sebgai milikNya?
      Saudara-saudara jikalau Tuhan telah memberkatimu janganlah menganggap kekayaan itu sebagai milikimu sendiri. Anggaplah kekayaan itu hanya dipercayakan Allah kepadamu, dan jadilah benar dan setia dalam membayar perpuluhan dan persemhan-persembahan. Review and Herald, 17 December 1889.
            Uang dapat menjadi kutuk bila kita gunakan dengan tidak benar, bila kita menggunakannya untuk berfoya-foya maka akan bayak timbul masalah dari berbagai macam penyakit sampai kematian. Oleh karena banyak uang banyak orang dengan mudah memperoleh wanita dan akhir menderita penyakit mematikan, banyak orang berpenyakit jantung karena makanan yang terlalu enak dan mewah itu.
KESIMPULAN
             Sebagai orang Kristen baiklah kita menggunakan uang dengan baik. Karena uang dapat menjadi kutuk bahkan berkat. Apabila kita cinta akan uang maka dari situ akar dosa. Cinta uang menyebabkan mata rohani kita buta. Cinta uang menyebabkan kita tidak bisa melihat penderitaan orang lain. Cinta uang menyebabkan kita melakukan segala hal untuk memperoleh kekayaan, walaupun dengan membuat seseorang menjadi menderita. Dalam paper ini kita dihimbau agar mana jangan kita cinta akan uang yang bisa menyebabkan kutuk. Sebagai mana Ananias dan Safira yang mereka telah membohongi Tuhan karena mereka sayang akan harta mereka sehingga mereka membayarnya dengan nyawa mereka. Baiklah kita sebagai orang Kristen membuat uang itu sebagai suatu alat salurang berkat untuk orang yang membutuhkan. Uang akan menjadi berkat apabila ktai  menggunakannya  untuk menolong orang lain. Jangan kita takut kehilangan harta karena membayar persepuluhan dan persembahan pada aAllahserta membantu orang lain, karena jelas dalam alkitab ditulis “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ada yang menghemat secara luar biasaa namun selalu berkekurangan, siapa yang banyak memberi berkat diberi kelimpahan, siapa yang memberi minum ia sendiri akan minum.” Amsal 11:24,25.
Setiap cahaya terang yang dipancarkan kepada orang lain akan dipantulkan pada hatimu sndiri. Setiap kata-kata yang manis budi dan simpati diucapkan kepda yang berduka cita, setiap perbuatan untuk meringankan orang yang tertindas,dan setiap pemberian untuk mencukupkan kebutuhan sesama manusia, diberikan atau dilakukan dengan satu mata ditujukan bagi kemuliaan Allah, akan menghasilkan berkat-berkat bagi yang memberi. Mere yang berbuat demikian sedang menuruti akan suatu hukum sorga, dan akan menerima keridlaan Allah. Kesenangan berbuat baik pada orang lain memberikan suatu nyala pda perasaan yang memancar keseluruh saraf, mempercepat peredaran darah dan menghasilkan kesehatan pikiran dan tubuh. Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 56.
Jadi baiklah kita memuliakan Tuhan dengan segala yang telah ia titipkan pada kita. Agar pada saat kedatanganNya dia berkata “Marilah masuk dalam kerajaan kesuakaanKu”
Amen.





DAFTAR PUSTAKA

_____Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, (Jakarta, Lembaga    Alkitab Indonesia, 1998).

_____Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, ‘uang’ (jakarta, Yayasan Bina Kasih) Jld II,

_____Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1996).

_____The New Encyclopaedia Britannica, ‘money’ (USA, Encyclopaedia Britanninca. INC).vol.24

Sarumpaet. R.I, Hidup Tentram dan Sukses, (Bandung, Percetakan Advent Indonesia, 1988).

White. E.G, Nasihat Penatalayanan,(Bandung, Percetakan Advent Indonesia,1985)




Pengurapan


Definisi pengurapan
Dalam dunia orang Kristen kata pengurapan sudah tidak asing lagi didengar. semua orang Kristen akan mendapatkan pengurapan atau penumpangan tangan paling sedikit tiga kali dalam hidupnya. Yaitu pada saat ia masih balita dimana pada saat penyerahan anak, pada saat ia terpilih menjadi diakon atau k
etua jemaat dan juga pada saat seseorang menikah.
Namun apa definisi dari penumpangan tangan itu sebetulnya,
CONSECRATION, kon-se-krashun, is the act by which an object or person is set apart as holy or as dedicated to divine uses. Is  closely related to the act of blessing, and differs from it chiefly ini suggesting a more solemn or definitive act of dedication to God.[1]

Dari kutipan di atas bisa kita terjemahkan bahwa pengurapan itu adalah suatu tindakan kepada benda atau pribadi yang dikhususkan untuk keperluan keIlahian atau pelayanan untuk Allah.

Latar Belakang Dari Pengurapan.

The anointing of the body ...was from the beginning of history, and still is among primitive peoples, a general practice.[2]

Pengurapan bukanlah hal yang terjadi pada zaman perjanjian baru namun sudah diadakan sejak jaman perjanjian lama.
Alkitab Perjanjian Baru hanya sedikit membahas tentang pengurapan. Pengurapan berasal dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu:
To anoint = Mengurapi
Diurapi = Diolesi atau disiram dengan minyak[3]
Minyak yang dipakai untuk mengurapi pada jaman itu adalah minyak yang khusus. Ada beberapa hal penting mengenai minyak pengurapan :
·         Dilarang membuat minyak dengan resep campuran ini. Resep ini khusus untuk membuat minyak urapan.
·         Minyak ini dipakai untuk mengurapi kemah pertemuan dan perkakas-perkakas kemah pertemuan lainnya.
·         Minyak ini juga dipakai untuk mengurapi orang-orang untuk pelantikan tugas keimanan.
·         Minyak ini juga dipakai untuk mengurapi pada pelantikan seorang imam yang naik tingkat/dipilih menjadi imam besar.
·         Minyak ini tidak boleh terkena orang-orang awam atau benda-benda biasa. Orang atau benda yang terkena minyak urapan ini akan menjadi kudus. Orang yang diurapi minyak kudus ini dikhususkan untuk melayani Allah.[4]
Dalam Perjajian Lama orang atau benda diurapi untuk menandakan kesuciannya, atau pengkhususannya bagi Allah: misalkan tugu (Kejadian 28:18), tabut dan perkakas-Nya (Keluaran 30:22), perisai (mungkin untuk mentahirkannya dalam perang suci)(2 Samuel 1:21; Yesaya 21:5; Ulangan 23:9), raja (I Raja-raja 1:34); imam besar (Keluaran 28:41), nabi (I Raja-raja19:16). Khidmat dan pentingnya pengurapan itu diperlihatkan dalam hal pertama, bahwa adalah merupakan pelanggaran kriminal bila menggunakan minyak kudus untuk pengurapan biasa (Keluaran 30:32-33). Kedua, oleh kekuasaan dampak pengurapan itu (misalnya, 2 Raja-raja 9;11-13). Walaupun teman-teman Yehu menghina seorang nabi sebagai orang gila, mereka tidak berani menentang dampak tindakannya, bahkan mereka menerima begitu saja bahwa barang siapa diurapi menjadi raja, ia sah menjadi raja. Ketiga, pengurapan itu menghasilkan sesuatu atas yang diurapi, orang atau barang menjadi kudus (Keluaran 30:22-33) dan keramat (tidak boleh dilukai) (I Samuel 24:7)[5]
Jadi dahulu ketika seseorang atau benda akan dikhususkan untuk pekerjaan khusus maka akan diadakan suatu pengurapan atau penumpangan tangan.

        Jenis Pengurapan Dalam Alkitab
Menurut manifestasinya ada berbagai jenis urapan kita temukan di Alkitab. Urapan Pengajaran (I Yohanes 2:26,27).Sejak seseorang mengalami kelahiran baru, di dalam dirinya ada urapan pengajaran yang membuatnya mengerti isi Alkitab yang dibacanya. Urapan ini mengajar kita segala sesuatu dari kebenaran Kerajaan Allah. Pengajar utama kita bukanlah guru-guru atau Sekolah Alkitab tetapi urapan pengajaran. Tidak mustahil seseorang memahami isi Alkitab dan menjadi hamba Tuhan tanpa pernah sekolah Alkitab, asal ia setia belajar dari urapan Roh Kudus.

  1. Urapan Air (Yoh 7:37-39)Dari dalam hati seseorang yang telah dilahirkan baru ada mata air yang hidup yang mengalir keluar dan mampu menghidupkan jiwa orang lain atau menyembuhkan penyakit atau menghidupkan organ tubuh yang telah tak berfungsi. Urapan air yang kuat dirasakan sebagai air dingin yang membuat seseorang menggigil.
  2. Urapan Angin (I Raja-Raja 19:11,12; Kis 2:2)Urapan angin ini mendahului kehadiran Tuhan di gunung Horeb waktu Elia ada di sana. Juga ia muncul pada hari Pentakosta. Urapan ini meniup dan memindahkan kesadaran roh seseorang dari alam materi ke dalam alam roh. Benny Hinn meniup mikrofonnya dan orang-orang tumbang ke belakang karena merasakan tiupan angin dari depan.
  3. Urapan Gempa (I Raja-Raja 19:11,12; Yes 6:4; Kis 4:31)Dari Kisah Rasul terutama kita melihat bagaimana Tuhan menjawab doa murid-murid yang memohon keberanian untuk memberitakan Injil dengan pencurahan Roh Kudus dan bermanifestasi dalam bentuk gempa. Urapan gempa ini memberi keberanian kembali kepada Elia yang takut menghadapi Izebel dan merasa sendirian. Juga memberi keberanian kepada Yesaya untuk menjadi utusan Tuhan. 
  4. Urapan Api (I Raja-Raja 19:11,12; Yes 6:6; Kis 2:2)Urapan api yang memurnikan untuk menguduskan seseorang dari roh-roh najis dan roh-roh jahat agar layak untuk dipakai sebagai alat Tuhan. Pelayanan pelepasan memakai api yang membakar roh-roh jahat. Hal ini nampak jelas dari reaksi roh-roh jahat itu yang berteriak-teriak kepanasan.
  5. Urapan Awan (Kel 24:15-18; II Taw 5:13-14; Mat 17:5-6)Tanda kehadiran Allah di antara jemaatNya. Dalam Matius 17:5-6 Allah Bapa sendiri turun dan berbicara kepada rasul-rasul. Kehadiran awan yang terang ini selalu mengakibatkan orang tersungkur ke depan, tak tahan berdiri dihadapanNya.
  6. Urapan Guntur (I Sam 7:10) Allah mengguntur untuk menggentarkan musuh orang Israel hingga mereka ketakutan. Bila hadirat Allah kuat, orang-orang tertentu mendengar suara guntur yang keras menggelegar di atas kepala mereka dan membuat mereka roboh dalam urapan. Rupanya urapan macam ini diperlukan dalam peperangan untuk membuka kepungan kuasa kegelapan.
  7. Urapan Kilat (Kel 20:18) Orang-orang yang menerima urapan seperti ini menjadi kaku seperti patung untuk sesaat lamanya. Maria Woodworth Etter, penginjil wanita di zaman sebelum gerakan Pentakosta, di tengah-tengah sebuah khotbahnya yang terputus, tanpa menyadari bahwa ia telah membeku tiga hari lamanya. Selama itu tak seorangpun dapat memindahkan ia dari tempatnya berdiri di atas mimbar. Kejadian ini membuat banyak orang bertobat.
  8. Urapan Cahaya (Kis 9:3,4) Tanda kehadiran Tuhan dalam kemuliaanNya. Terang itu membuka mata rohani seseorang hingga ia dapat melihat dalam dunia roh atau melihat vision.
  9. Urapan Mujizat (Luk 5:8) Manifestasi urapan ini mengakibatkan seseorang tersungkur ke depan dan merasakan urapan yang mengalir ke tulang-tulang. Urapan jenis ini memanjangkan tulang-tulang atau melenyapkan daging tumbuh, menambal gigi-gigi berlubang, menumbuhkan bagian-bagian tubuh yang terhilang, mengubah air menjadi anggur, memindahkan gunung-gunung, membangkitkan orang mati dan sebagainya.
  10. Urapan Sukacita (Yes 61:1-3, Ibr 1:9) Tuhan Yesus diurapi untuk menyampaikan kabar baik yaitu Injil keselamatan, inner healing, pelepasan, pengajaran tentang anugerah Allah, penghiburan dan memberi Oil of Joy, minyak (urapan) sukacita sebagai finishing touch dari pelayanan Yesus Kristus, agar semua orang percaya menjadi pohon terbantin tanaman Allah yang mengagumkan. Ia sendiri telah menerima minyak urapan kegirangan (oil of gladness) karena mencintai keadilan dan membenci kefasikan. Ini adalah pengurapan terakhir yang diberikan Allah kepada mempelai perempuan Tuhan Yesus menjelang kedatanganNya yang kedua kali sebagai mempelai laki-laki bagi jemaatNya. Di dalam urapan ini orang terbang seperti rajawali, menari, melompat dan tertawa dalam roh.[6]



APA YANG TERJADI KETIKA SESEORANG DIURAPI

            Pada Kisah para rasul 13:3 disana dikatakan mengenai penumpangan tangan pada Paulus dan Barnabas sebelum mereka di biarkan pergi.
Sebenarnya apa yang terjadi ketika mereka diurapi. Dan mengapa harus dilakukan pengurapan.

Berkat Allah menyertai mereka.
Tindakan dari penumpangan tangan kepada seseorang tidak hanya dilakukan dalam penahbisan. Ini berarti dalam hal ini adalah menunjuk seseorang untuk tugas tertentu dan dengan menumpangkan tangan bagi mereka adalah agar berkat Allah beserta dengan mereka.[7]
Dengan diadakannya penumpangan tangan maka berkat Allah menyertai orang itu kemanapun ia berada. Keluarga orang yang telah diuarapi akan diberkati dengan limpah karena bila ia melakukan tugasnya sebagai orang yang telah diurapi. Walaupun disini yang dimaksud bukan semata berkat materi berupa kekayaan. Karena yang berbentuk materi bisa saja hilang, namun berkat yang paling besar yang boleh dialami oleh seseorang yang itu ketentraman dari jiwanya sendiri yang tak akan pernah didapatkan didalam kekayaan duniawi. Orang yang telah diberkati Allah akan medatangkan berkat kemanapun ia berada. Dan Allah selalu melindungi mereka dan menjauhkan segala marabahaya.

Diberi Tempat dan Fungsi Istimewa Dalam Pekerjaan Allah.
Secara asasi pengurapan adalah tindakan Allah (1 Samuel 10:1). Karena itu istilah ‘diurapi’ dapat berarti sudah menerima karunia ilahi (Mazmur 23:4; 92:10). Atau, sudah diberi tempat atau fungsi istimewa dalam rencana Allah (Mazmur 105:15; Yesaya 45:1).[8]
Dalam perjanjian lama ada beberapa jenis pengurapan terhadap manusia:
Nabi : Perantara umat dengan Allah yang menyampaikan firman dari Allah kepada umat.
Imam : Perantara umat dengan Allah yang menyampaikan doa permohonan umat kepada Allah.
Raja : Mengatur, memerintah dan menjalankan peraturan pada Allah. [9]
Pada saat sekarang ini di zaman kita sudah sangat jarang terjadi pengurapan dari ketiga hal dia atas. Khususnya di kalangan Masehi Advent Hari Ketujuh.
Seorang yang diurapi telah menjadi orang yang sudah dikhususkan untuk pekerjaan Allah. Contoh yaitu Pendeta, mereka diurapi sehingga pekerjaan mereka hanya untuk melayani Tuhan, dalam organisasi kita mereka tidak di perkenankan untuk mempunyai pekerjaan sampingan, karena itu akan membuat mereka tidak terfokus terhadap pekerjaan mereka untuk melayani Tuhan. Begitu juga dengan para anggota jemaat setelah dipilih mereka harus diurapi untuk tugas khusus Contohnya, untuk menjadi ketua dan diakon. Hanya orang yang telah diurapi yang bisa melayani tugas-tugas di atas karena kekhususan mereka.

Diperlengkapi untuk pelayanan.
Orang yang melayani dalam kaabah atau menjadi pelayan Allah atau pendeta untuk sekarang ini harus diurapi. Contoh kepada ketua jemaat. Pemilihan untuk tugas ketua tidak cukup untuk melayakkan seseorang menjadi ketua jemaat. Harus ada pengurapan sebelum seorang ketua memiliki wewenang untuk bertugas dalam jabatan itu. Selama tenggang waktu antara pemilihan dan pengurapan, ketua yang telah dipilih dapat bertugas sebagai pemimpin jemaat tetapi tidak untuk melaksanakan upacara-upacara khusus di jemaat.[10]
Begitu juga dalam halnya dengan pendeta sidang mereka bisa jadi gembala namun tidak bisa mengadakan pemberkatan atau penahbisan dan pembaptisan bilamana belum diurapi.
Dalam Perjanjian Baru, ketika Roh Kudus datang, kehadiranNya menggenapi seluruh kecenderungan aroma yang harum yang terdapat dalam minyak urapan yang kudus. Ketika orang-orang percaya Perjanjian Baru diurapi, pengurapan itu terlihat jelas. Bacalah dalam Kitab Kisah Para Rasul. “ Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus “ (Kisah Para Rasul 2:4). “Dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani” (4:31). “Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit “ (7:55).“ Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengar pemberitaan itu” (10:44). Dan masih banyak lagi yang lainnya.[11]
Orang yang telah diurapi oleh Allah akan memiliki keberanian dalam mengabarkan injil bahkan mendapat karunia bahasa Roh.

Pengurapan Akan Tetap Tinggal Selamanya Dalam Diri Seseorang.

Bagi seseorang yang telah diurapi pengurapan itu akan tetap tinggal pada dirinya selamanya. Kepada orang yang telah diurapi kita tidak boleh macam-macam. Kita tidak boleh mengata-ngatai mereka contoh, misalnya kita mengatai pendeta atau lancang tangan, maka kita akan menerima akibat atau ganjaran dari Allah, karena mereka telah diurapi atau diberkati Allah, atau orang yang telah dikhususkan bagi Allah untuk pekerjaanNya. Dengan demikian menghina mereka sama dengan menghina Allah sendiri. Pada Perjanjian Lama orang yang menghina nabi akan mati, seperti yang terdapat dalam buku II Raja-raja 2:23-25, pada saat itu Elisa sedang menuju ke Betel, dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemooh dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!” Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama Tuhan. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutang lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak. Itulah akibat dari mereka yang menghina orang yang telah diurapi Allah.
Contoh yang lain lagi dari perjanjian lama mengenai orang yang telah diurapi tidak boleh disentuh atau dilukai. Dalam I Samuel 24 disana diceritakan mengenai Daud dan Saul dimana Daud yang memiliki kesempatan untuk membunuh Saul dengan mudahnya tapi tidak ia lakukan bahkan melarang prajuritnya untuk membunuh Saul. Ia berkata bahwa tidak mungkin ia melakukan hal itu karena Saul telah diurapi Tuhan. Ia tidak mau ringan tangan pada orang yang diurapi, walaupun sebenarnya Saul telah memberontak pada Tuhan.
Jadi mereka yang telah diurapi Tuhan mereka tidak boleh kita hina atau lukai walaupun sebenarnya mereka telah melanggar hukum Allah.


Kehidupan Mereka yang Telah Diurapi Tuhan.

Sebelum seseorang diurapi biasanya ada kriteria yang di tentukan. Pada Zaman rasul ketika mereka hendak memilih dan mengurapi diakon dan para pemilik mereka terlebih dahulu mencek akan kehidupan orang tersebut. Mereka tidak boleh bercacat cela dalam perbuatan. Memiliki istri satu, dan sebagainya. Jadi sebenarnya pemilihan orang yang akan ditumpangkan tangan tidak begitu saja dilakukan.
Dan bagi mereka yang telah diurapi, mereka tidak bisa hidup sebagai mana manusia biasanya. Mereka punya pola hidup atau standar hidup harus tinggi, mereka haruslah menjadi panutan dimana mereka berada dan menjalankan tugas yang telah mereka emban melalui pengurapan yang telah mereka terima.
Namun tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang telah diurapi Tuhan tidak akan melakukan kesalahan. Seperti Saul maupun Daud. Namun tetap bagi mereka dituntut suatu standard moral yang tinggi.


KESIMPULAN

            Kita telah membahas dari awal mengenai pengurapan. Orang-orang yang diurapi adalah orang-orang yang telah dikhususkan untuk suatu jenis pelayanan. Dan sebelum itu mereka di seleksi dahulu dari segi kehidupannya.
            Bagi mereka pada saat ditumpangkan tangan maka yang terjadi adalah bagaimana berkat Allah menyertai mereka dalam kehidupannya. Mereka telah dikhususkan dan disanggupkan untuk melakukan suatu pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak di urapi. Bila mereka diurapi maka kuasa Roh Kudus bekerja atas mereka sehingga disanggupkan untuk melakukan hal yang ajaib bila diperlukan.
            Pengurapan saat ini merupakan pengurapan supaya kita bisa menjadi saksi-saksi Yesus. Menjadi saksi melalui kehidupan dan pelayanan kita, selain juga dalam memberitakan Injil. Kalau pengurapan turun, pengurapan itu yang akan mengajar kita untuk lebih mengerti dan mampu bertindak. Kalau kita sudah merindukan hal-hal ini dan hidup dalam intim dengan TUHAN Yesus, kita akan menjadi pemenang-pemenang.[12]






DAFTAR PUSTAKA

Albert Barnes, Barnes Notes On The Old And New Testaments, (USA, Baker Book House, Grand Rapids Michigan, 1980).
A. W. Tozer, (www.Pondokprofetikministry.com).  
C. J. Mcnaspy, S. J, The Encyclopaedia Americana,  (Philippine, Co Grolier International, INC, 1980).
Francis D. Nichol, SDA. Bible Commentary, (Review and Herald Publishing, 1976).
Manulang, Jahotner F., Peraturan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, (Bandung: IPH, 1998).
_____,Ensiklopedia Alkitab Masa Kini , (Jakarta, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1996).


[1] C. J. Mcnaspy, S. J, The Encyclopaedia Americana,  (Philippine, Co Grolier International, INC, 1980), V.22, 617.
[2] Francis D. Nichol, SDA. Bible Commentary, (Review and Herald Publishing, 1976) v. 3, 493.
[4]Ibid.
[5]_____,Ensiklopedia Alkitab Masa Kini , (Jakarta, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1996), v. 2, 531.
[7]Albert Barnes, Barne,s Notes On The Old And New Testaments, (USA, Baker Book House, Grand Rapids Michigan, 1980), Psalm, 20.
[8]_____,Ensiklopedia Alkitab Masa Kini , (Jakarta, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1996), v. 2, 531.
[10]Jahotner F. Manulang, Peraturan Gereja MAHK, (Bandung, Percetakan Advent Indonesia, 1998), 46.
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog