Responsive Banner design

Be Strong In The Lord


Slamat Sabat bagi kita smua,
Pada  hari ini kita patut mengucap syukur pada Tuhan atas kasihNya yang kembali mengingatkan kita tentang satu hal, Be Strong In the Lord.
Satu kata sederhana namun memilki arti yang mendalam bagi kehidupan seorang Kristen.


Apa makna Be Strong In The Lord bagi kita pada saat ini?

1.      Membuang rasa Kuatir
Rasa Kuatir ada akibat dosa..
Rasa Kuatir akan memperkembang pemikiran negative
Rasa Kuatir akan menurunkan semangat hidup
Rasa Kuatir tidak pernah menyelesaikan masalah.

Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)
Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)
Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."
Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."
Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya."
(Filipi 4:13)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."
Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)
Kamu berkata, "Aku takut."
Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius 1:7)
Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."
Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)
Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."
Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma 12:3)

Kamu berkata, "Aku tidak pandai."
Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)
Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."
Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)

2.      Percaya, Penuh Pada Firman Allah

Satu kali ada seorang pandai namun meragukan Firman Allah berkata pada seorang wanita tua yang beriman
“nek tentunya nenek tidak percaya cerita alkitab tetang Yunus yang ditelan ikan Paus,  yang tidak mausk akal itu bukan?

Wanita yang terkenal di seluruh pedesaan karena kesalehan serta perbuatan baiknya itu menjawab “Ya, saya percaya itu, dan seandainya Allah mengatakan bahwa Yunus menelan ikan Paus, saya juga akan percaya itu, karena saya tahu Bapa di Surga tidak pernah berdusta, dan tidak ada satupun yang mustahil bagiNya,
Akhrinya orang yang meragukan Allah itu segera menyingkir tanpa berkata apa-apa lagi.
Harga Sebuah Mujizat

Sally baru berumur 8 tahun, saat ia mendengar ayah dan ibunya berbicarabtentang adiknya, Georgi, yang sedang sakit keras dan mereka telahbmelakukan segala cara sebatas kemampuan untuk mengobatinya.
Hanya tinggal operasi yang sangat, sangat mahal yang dapat membantuadiknya dan itu sangat sukar karena keterbatasan keuangan keluarga Sally.

Sally mendengar ayahnya berbisik dengan putus asa, "Hanya tinggal mujizat yang dapat menyelamatkan Georgi."

Sally kembali ke ruang tidurnya dan mengambil tabungan dari tempat ia menyembunyikannya. Ia mengeluarkan semua uang receh yang ada dan menghitungnya dengan seksama.

Tiga kali ia menghitung karena jumlahnya harus benar-benar tepat. Tidak bisa ada kemungkinan berbuat salah.

Ia membungkus uang receh itu dalam sapu tangannya, lalu ia menyelinap keluar dari rumah dan menuju ke apotik terdekat.

Sally menunggu dengan sabar sampai apoteker dapat memberi perhatian padanya, tetapi  poteker  sedang sibuk bicara dengan seorang yang perlente, dia itu tidak mau direpotkan oleh seorang anak umur 8 tahun.

Sally menggesekkan kakinya dilantai serta berdehem beberapa kali untuk menarik perhatian, tidak ada hasilnya.

Lalu ia mengambil sekeping uang receh dari bungkusan sapu tangan dan memukulkannya pada konter kaca.

Tindakan itu berhasil. "Dan apa yang kau kehendaki?", apoteker itu bertanya dengan nada suara yang tinggi karena merasa terganggu.
"Aku hendak berbicara dengan Bapak mengenai saudaraku," jawab Sally dengan nada suara yang juga tinggi.
"Saudaraku sakit..... dan aku mau membeli suatu mujizat."

"Ayahku berkata hanya sebuah mujizat yang dapat menyelamatkan adikku
sekarang ini, maka berapa harga sebuah mukjizat?"

"Maafkan aku," kata apoteker itu."Disini kami tidak menjual mujizat,
gadis kecil. Aku tidak dapat membantumu."
"Dengar, aku mempunyai uang untuk membayarnya. Hanya katakan saja padaku
berapa harga mujizat itu?"

Orang perlente itu membungkuk dan bertanya,
"Apa mujizat yang dibutuhkan adikmu itu?"
"Aku tidak tahu," jawab Sally.
Sebutir airmata mulai mengalir dari matanya.
"Aku hanya tahu adikku sakit keras dan ibu mengatakan dia perlu dioperasi.
Tetapi keluargaku tidak mampu untuk membiayainya,
tetapi aku mempunyai uangku sendiri."

"Berapa uang yang kaumiliki?", tanya orang perlente itu.
"Satu dollar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga.
"Dan itu adalah semuanya yang kumiliki di dunia ini."
"Tentu, ini suatu kebetulan," jawab orang perlente sambil tersenyum.
"Satu dolar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk sebuah mujizat untuk menolong seorang adik."

Ia mengambil uang Sally dengan satu tangan, sambil tangan lain menggapai
tangan Sally sambil berkata "Bawalah aku ke rumahmu. Aku ingin melihat
adikmu dan berjumpa dengan kedua orang tuamu."
Orang perlente itu adalah Dr. Carlton Armstrong, ahli bedah yang ternama
dan mengkhususkan diri dalam penyakit Georgi.

Operasi dilakukan tanpa biaya dan tidak lama kemudian Georgi pulang
kembali ke rumah dan berangsur mulai sembuh.

Ayah dan ibu Sally berbicara dengan bahagia tentang rangkaian
peristiwa-peristiwa sehingga itu semua terjadi.

"Operasi itu,'" bisik ibu."Bagaikan mujizat. Aku sebenarnya ingin tahu
berapa biaya operasi itu sesungguhnya"
Sally tersenyum sendiri. Ia mengetahui berapa harga sebuah mujizat, satu
dolar dan sebelas sen ditambah iman seorang gadis kecil.

Disadur dari "Faith is: A Fantastic Adventure In Trusting Him"
3.      Mengucap Syukur dalam segala hal

I Tesalonika  5 :18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.


ILUSTRASI: JANGAN HANYA MELIHAT DENGAN MATA

Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah esar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor, tanpa pemanas.

Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilakan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka.

Malaikat muda menjadi marah kepada malaikat tua, katanya: "Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih? "

Malaikat tua menjawab singkat: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata: "Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani."

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

JUJUR


Selamat Sabat bagi kita semua.


Pada Sabat ini kita akan membahas mengenai bersikap jujur.


Jujur berarti tidak berbohong, tidak berdusta, mengatakan kebenaran. Jujur itu juga berarti tulus hati, tidak curang. Tidak curang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran itu merupakan keselarasan  antara kata hati dengan kata yang diucapkan, dan juga keselarasan antara kata yang diucapkan
dan sikap serta perbuatan kita. Contohnya, kita bilang sama temannya ‘eh jangan nyontek dong’ tapi ternyata kita sendiri juga mencontek, nah itu antara kata yang diucapkan dengan sikap dan perbuatan tidak selaras, itu termasuk ketidakjujuran.

Kejujuran itu adalah hal yang sangat penting, karena :

·         Kejujuran menumbuhkan kepercayaan, yang bisa menjadi dasar dalam pergaulan/pertemanan dan hidup bersama
Contoh : Misalnya  kita udh janji ga akan sebarin rahasia temen kamu tapi kita bohong malah cerita kepada orang lain, nah pasti temen kita akan sebel bisa2 kita dijauhin karena kepercayaan yang sudah temen kamu kasih pada kita tapi kita sia-siakan karena kita malah berbohong. Coba saudara -saudara pasti ga mau kan berteman sama orang yang suka bebohong, pasti semuanya pengen punya temen yang jujur.

·         Kejujuran bisa menjadi dasar perkembangan pribadi dan kemajuan kelompok. Karena orang jujur akan sanggup menerima kenyataan pada diri sendiri, orang lain dan kelompok
·         Kejujuran dapat memecahkan banyak persoalan

Nah, sebagai seorang Pengikut Kristus ,memang harus bersikap jujur. Kita semua harus bisa bersikap jujur dimana pun kapan pun baik di tengah – tengah ketidakjujuran dan ketidakbenaran kita harus bersikap benar, jujur, dan adil.

Seperti kata Yesus dalam Mat 5:37 “Jika ya, hendaklah kamu katakana : ya, jika tidakhendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang berasal daripada itu berasal dari si jahat.” Nah,saudara skalian Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita untuk bersikap jujur, kalau kita tidak bersikap jujur itu bukan ajaran Tuhan melainkan ajaran iblis yang ingin menjerumuskan kita ke dalam dosa.

Tidak ada kehidupan yang bahagia, aman, tentram, dan selamat, tanpa kejujuran. Kalau kita jujur apapun yang kita lakukan akan disenangi oleh banyak orang. Akan tetapi sebaliknya bila kita selalu berbuat bohong, maka akan membuat hati resah dan selalu merasa salah karena selalu berbuat bohong.

Kebohongan akan mendekatkan diri kepada kemunafikan, kemunafikan akan membawa kita kepada kesengsaraan, kesengsaraan membawa kita kepada kebodohan yang pada akhirnya akan membuat kita jauh kepada Allah

Manfaat jujur :

·         perasaan enak dan hati tenang
·         mendapat pahala
·         selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi percayalah pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya.
·         Disukai banyak orang
·         Orang – orang menjadi percaya pada kita
·         Tuhan Yesus senang

Kerugian berbohong :

·         Hidupnya palsu penuh dengan kebohongan
·         Tidak tenang, resah krn dihantui rasa bersalah krn berbohong
·         Susah mendapat kepercayaan dr org lain
·         Berdosa
·         Tidak disenangi Tuhan
·         Jauh dengan Tuhan

Yesus juga berkata dlm bdk. Yoh 8:44 “Jika kamu tidak mencintai kebenaran, kamu adalah anak setan; bapa yang melahirkan kamu adalah setan. Kalau ia berdusta, ia berbicara berdasarkan hakikatnya sendiri, sebab ia memang pendusta dan bapa segala dusta.”
Nah, sudah jelas bahwa berbohong itu tidak ada manfaatnya sama sekali, yang ada hanya mendekatkan kita pada setan.

Rasul Paulus menulis dlm Ef 4:25 “Jauhkanlah segala dusta dan bicaralah yang benar, satu sama lain, sebab kita adalah anggota, satu terhadap yang lain.”

Untuk itu kita semua harus bersiakp jujur. Kejujuran sangat penting, sebab kejujuran membuat orang percaya kepada kita, pergaulan menjadi wajar dan kita sama – sama dapat memecahkan suatu persoalan.
Yesus menuntut supaya kita selalu berkata dan bersikap jujur.

Ilustrasi Penutu[
Saat George Washington masih kecil, ia tinggal di Virginia bersama orang tuanya. Ayahnya adalah seorang penggemar tanaman. Ayahnya menanam berbagai pohon, diantara seluruh pohon, ayahnya sangat menyayangi sebuah pohon ceri unggul dari seberang lautan yang sebentar lagi akan berbuah.

Pada suatu hari, George kecil bermain dengan kapak barunya. George dengan gembira bermain dan membelah potongan-potongan kayu dengan mengayunkan kapaknya. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar ia mengayunkan kapaknya dan mengenai pohon ceri kecil kesayangan ayahnya. Pohon ceri tersebut terbelah dari atas ke bawah. George kecil sangat terkejut. Sore hari saat ayahnya kembali, ia terkejut dan sangat marah. “George!!!” teriak ayahnya,”siapa yang menebang pohon ceriku?” George terdiam sesaat, kemudian menjawab, “Aku tidak dapat berbohong ayah, pohon itu terkena kapakku.”

Ayahnya menatap tajam, wajah George pucat pasi. Ayahnya berkata dengan tegas, “Kenapa kau menebang pohon itu?” “Aku sedang bermain dan aku tidak sengaja,” jawab George terbata-bata. “Dan sekarang pohon itu akan mati. Kita tidak akan pernah mendapat buah ceri dari pohon itu. Tetapi yang lebih buruk lagi, kau gagal mengurus pohon itu seperti yang kuharapkan.” Kepala George kecil tertunduk menyesal dan berkata, “Maafkan aku ayah.”
Tuan Washington lalu meletakkan tangannya di bahu anaknya, “Pandang aku,” katanya,”aku menyesal kehilangan pohon ceriku, tetapi aku senang bahwa kau cukup berani untuk berkata jujur. Aku lebih suka kau berkata jujur dan berani daripada memiliki seluruh kebun ceri yang paling unggul. Jangan lupa akan hal itu anakku.” George Washington tidak pernah lupa, dan sampai akhir hayatnya ia tetap berani dan terhormat.


Jujur itu indah. Dengan bersikap jujur kita bisa mendapatkan kepercayaan, cinta, dan rasa hormat

bartimeus

Belajar dari Bartimeus


            Saudara yang kekasih di dalam Tuhan Yesus, pernahkan kita mendengar satu  pepatah yang mengatakan : Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, apakah negeri Cina itu gudangnya ilmu melebihi negeri lainnya, sehingga harus mencari sampai kesana, suatu negeri yang cukup jauh, apakah di negeri sendiri kurang banyak ilmu pengetahuan tapi yang jelas  maksudnya kita harus belajar terus menerus
Selama kita hidup banyak hal yang dapat kita pelajari, kita dapat belajar dari orang-orang pinter (bukan dukun, paranormal tetapi orang yang banyak ilmu pengetahuannya alias orang intelektual, kita juga dapat belajar dari pengalaman hidup yang sudah kita jalani, belajar dari kejadian-kejadian masa lalu (bukan menginggat masa lalu)  belajar dari  buku, belajar dari alam sekitar,pokoknya banyak hal yang kita dapat kita ambil pelajaran termasuk belajar dari tokoh-tokoh Alkitab ataupun pribadi-pribadi yang ada dalam Alkitab, karena Alkitab adalah Firman Tuhan,  ada sebuah lagu  yang syairnya mengatakan Firman-Mu adalah pelita bagi kaki-ku, terang bagi jalan-ku.
Kali ini kita belajar hal yang baik dari seorang pengemis buta, seorang yang mungkin tidak dipandang, yang mempunyai dua predikat yang tidak menyenangkan sudah pegemis, buta lagi. Nama pengemis itu “Bartimeus anak Timeus” Dari peristiwa kesembuhan butanya ada beberapa hal yang dapat kita petik sebagai pelajaran yang berharga dalam kehidupan bahkan dalam pengiringan kita kepada Tuhan.
Cerita itu terdapat dalam Injil Markus 10 : 46-52) yang tertulis sbb :
Lalu tibalah Yesus dan murid-muridnya di Yerikho dan bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. 
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, anak Daud, kasihanlah aku!”
Banyak orang menegornya supaya ia diam, Namun semankin keras ia berseru: “ Anak Daud, kasihilah aku!”
Lalu Yesus berhenti dan berkata : “panggilah dia” mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau”
Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
Tanya Yesus kepadanya : “ apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu? Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
Lalu kata Yesus kepadanya “pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Saudara yang kekasih didalam Tuhan Yesus, dari peringkop yang kita baca ada beberapa hal yang dapat kita ambil pelajaran :
1.     Kesetiaan (ay 46)
Dikatakan “lalu tibalah Yesus dan murid-muridnya di Yerikho”, cerita yang sama  juga terdapat dalam Injil sinoptis lainnya yaitu di dalam Injil matius 20:29-34 dan Injil Lukas 18:35-43). 
Kita lihat Injil Lukas 18:35, disitiu dikatakan “waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis”  disini seolah-olah ada perbedaan : Markus katakan ketika Yesus mau keluar, tapi Lukas katakan ketika Yesus hampir masuk (artinya belum masuk), yang mana yang benar ?  semuanya benar  itu, ini hanyalah versi dan kecermatan dari penulis Injil saja. artinya Bartimeus sudah ada pada saat Yesus dan murid-muridnya belum masuk, kemudian Yesus masuk dan sampai pada Yesus dan murid-muridnya keluar, Bartimeus masih ada di tempat itu menunggu serta berteriak. suatu kesetiaan menunggu.

Untuk itu dapat kita ambil suatu pelajaran tentang kesetiaan

Kesetian sangat diperlukan dalam hidup kita, didalam keluarga, kita harus setia kepada keluarga kita, didalam gereja, kita harus setia pada gembala kita atau pada orang diatas kita, didunia sekuler, kita harus setia pada pimpinan kita, pada semua orang diatas  kita, pada teman/mitra bisnis, dengan kata lain, kesetian itu sangatlah diperlukan didalam kehidupan kita sehari-hari. Termasuk juga setia kepada Tuhan, tidak beralih kepada yang allah-allah yang lain, karena Allah adalah Allah yang cemburu.
Firman Tuhan katakan :Kasih yang terlebih besar dari iman dan pengharapan akan dipertemukan dengan kesetiaan
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman (Mazmur 85:11)


2.     Pengenalan yang melebihi orang lain. (ay 47)

Dikatakan “ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru “Yesus anak Daud”    orang banyak hanya mengenal Yesus  sebagai orang Nazaret karena memang Ia berasal dari Nazaret, tetapi bagi Bartimeus, Yesus adalah anak Daud, artinya Bartimeus lebih mengenal Yesus melebihi orang banyak, selain ia tahu Yesus memang berasal Nazaret, ia tahu juga Yesus adalah anak Daud, Bartimeus lebih mengenal Yesus secara khusus, sampai ke keluarga-Nya, dimana orang lain cuma mengetahui Yesus secara umum saja

Suatu saat Tuhan Yesus pernah bertanya kepada Petrus dua kali : pertanyaan yang pertama, menurut pendapat orang banyak, siapakah aku ini ? jawab Petrus, ada yang mengatakan Yohanes pembaptis, ada yang mengatakan Elia, ada yang mengatakan salah satu dari seorang nabi,  pertanyaan kedua : Tetapi menurut engkau siapakah Aku ini ? Petrus berkata : Engkau adalah “Mesias, Anak Allah yang hidup” . artinya Petrus lebih mengenal Yesus melebihi orang lain.   Begitu juga dalam kehidupan rohani kita, kita harus mengenal Tuhan lebih hari lebih  lagi menuju kesempurnaan.

3.     Ketekunan dan kerja keras (ay 48)
Walaupun ditegor oleh orang banyak, tetapi bartimeus tetap menghiraukan halangan itu, bahkan dikatakan  berteriak keras lagi, ia tidak menghiraukan posisi dan keadaannya yang hanya sebagai pengemis, yang ia tahu ia harus kerja keras, selalu berusaha dan berharap akan kesembuhan.
Didalam kehidupan kita ketekunan dan kerja keras itu sangat diperlukan untuk kita bisa berhasil dan sukses. didalam perjalanan rohani pun kita harus tekun berdoa, menyembah, membaca alkitab, bersekutu, dll

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindaj hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8) kata siang dan malam berarti ketekunan.


4.     Pernyataan  bahwa Tuhan  itu luar biasa (ay 49)
Ada kalanya kita memanggil seseorang untuk kita mintai pertolongan, kita di  abaikan saja, ia hanya memandang kita saja, tapi coba bayangkan, Tuhan yang empunya bumi dan Surga  mau berhenti, dan bukan hanya berhenti tapi memanggil.  mungkin sebagian kita menganggap Barimues  ini memang luar biasa, tetapi sebenarnya Tuhan Yesuslah yang  lebih luar biasa. hal ini menunjukan juga betapa baik dan pedulinya Tuhan Yesus, kepada orang yang berharap kepada-Nya, tidak melihat status dan keadaan Bartimeus yang hanya seorang pengemis buta. kita, sebagai anak-Nya, orang yang percaya dan berharap, yakinlah bahwa Tuhan Yesus itu luar biasa dalam semua hal.




5.     Melupakan masa lalu (ay 50)
Dikatakan lalu ia meninggalkan jubahnya, segera berlari (bukan lagi berjalan, walau keadaannya buta) mendaptkan Yesus.  Disini kita bisa ambil pelajaran untuk melupakan masa lalu kita, jangan kita tengelam kemasa lalu, tetapi tataplah masa depan.  Rasul Paulus katakan : “aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan hidup apa yang ada didepanku”
Biarlah masa lalu kita menjadi pelajaran yang berharga menuju masa depan yang gilang gemilang.

6.     Meminta hal yang lebih kekal. (ay 51)
Tanya Yesus kepadanya : apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu”, mungkin kebanyakan orang kalau ditawari begitu, biasanya minta berkat jasmani, minta kekayaan, minta fasilitas, minta kemewahan, tetapi Bartimeus tidak minta uang, tetapi minta suatu yang lebih kekal lagi, minta hanya satu hal saja, supaya dapat melihat, karena dengan melihat kehidupan yang lebih baik lagi dapat ia capai, ia tidak minta uang yang hanya dapat dipakai beberapa hari saja, habis tetapi ia minta mata yang melihat, yang jauh lebih kekal.   Didalam kehidupan rohani kita, mintalah suatu hal yang kekal, karena tujan akhir hidup kita adalah hidup yang kekal.

7.     Tahu mengucap syukur (ay 52)
Hal terakhir yang dapat kita ambil pelajaran dari Bartimues adalah setelah memperoleh apa yang diharapkannya, adalah mengikut Yesus.
Yesus katakana “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” tetapi yang dilakukan Bartimeus bukannya pergi tetapi malahan mengikut Yesus dalam perjalanan-Nya.  Mungkin ada yang berpikir bahwa Bartimeus tidak menurut perintah Yesus, disuruh pergi malahan mengikut.  Disini kita lihat suatu hal tentang ucapan syukur  atas pertolongan Tuhan.
Berapa banyak orang yang telah ditolong Tuhan, keluar dari masalah, bebas dari persoalan, tidak bisa berterima kasih. 
Akhir nya sebagai penutup ada suatu cerita :
Ada seorang yang dibawa malaikat ke Surga, disana ia melihat banyak hal yang tidak ada di bumi ini, melihat hal-hal yang luar biasa, merasakan kemulian dan hadirat Tuhan, suatu saat orang ini diperlihatkan suatu ruangan yang dihuni oleh para malaikat yang pada sibuk kerja, lalu orang ini bertanya kepada maliakat, ruangan apa ini dan apa kerja para malaikat yang super sibuk itu, malaikat menjawab : ini adalah ruangan penampungan dan jawaban doa, bermacam-macam doa yang dipanjatkan umat Tuhan di bumi, ditampung, diproses, dikabulkan dan sebagainya,  lalu mailakat membawa lagi orang ini ke ruangan yang lebih kecil, disini hanya ada beberapa mailakat saja dan tidak terlalu sibuk, biasa-biasa saja bahkan ada yang rada-radanya ngatuk karena tidak ada kerjaan.  Lalu orang ini bertaya lagi kepada malaikat yang membawanya : ruangan apa lagi ini ? berbeda jauh dengan ruangan sebelumnya, malaikat menjawab : ini ruangan penampungan ucapan terima kasih dari bumi.
Saudara, ada banyak orang yang kurang bahkan lupa mengucap syukur, biarlah kita sebagai orang percaya selalu mengucap syukur dalam segala hal. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua, amin…



Marah


Pada  kwartal ini kita belajar mengenai “Alkitab dan Emosi Manusia”, namun penulis pelajaran Sekolah Sabat tidak membalas mengenai “marah”.  Marah adalah suatu perasaan ketidaksenangan yang membara terhadap seseorang atau sesuatu, permusuhan yang diakibatkan oleh suatu ancaman yang sungguh atau yang dipikirkan, frustrasi atau ketidakadilan terhadap diri atau orang lain.
Marah adalah satu emosi yang agak sulit namun penting. Marah sangat melekat dengan kehidupan manusia. Siapapun dia pasti ada emosi yang satu ini. Yesus juga, dalam beberapa peristiwa, melampiaskan emosi ini.  “… dengan marah Ia (Yesus) memandang sekelingnya …” (Markus 3 : 5). Para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa marah tidak akan hilang sampai ia telah melampiaskan amarahnya pada sasaran apa saja. Beberapa ahli ilmu jiwa ini menganjurkan pasien mereka untuk “lampiaskan kemarahanmu”, tetapi dalam buku Amsal 29 : 11 “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak meredakannya”.
Mengenal  amaran : Ada beberapa tanda amaran yang memberi kesadaran  kepada kita bahwa kita sudah sangat dekat dengan kehilangan kesabaran; Darah naik ke kepala, jantung berdetak keras, keringat, tangan dikepal, napas cepat. Apabila sdr. melihat tanda-tanda ini segeralah mengambil langkah untuk mengurangi “tekanan amarah”, berdoalah dalam hati. Amarah dapat dengan mudah dikendalikan pada saat sdr. masih dalam mau marah atau  belum dilampiaskan.
Ada dua kategori marah dalam Alkitab: 
1. Marah yang dibenarkan (justified anger) dan 
2. Marah yang berdosa (sinful anger). “ Apabila kamu  menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa ….” ( Epesus 4 : 26)

Tahapan marah. Ada beberapa tahapan marah sebagaimana yang diungkapkan oleh rasul Paulus dalam Epesus 4:31, “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan firnah hendaklah dibuang dari antara kam, demikian pula segala kejahatan.” Dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan “Get rid of all bitterness, rage and anger” brawling and slander, alonh with every form of malice” Ephesian 4:31 (New International Version). Marilah kita lihat satu demi satu tahapan ini.

Kepahitan. “mikipia” (grika)- “Bitter frame of mind”. Merasa  tersinggung (sebal) dalam hati. Apabila melakukan kesahan terhadap sdr. Maka sdr. Akan merasa sakit dalam hati namun
Kegeraman. Thymos (grika), Wrath (Inggris) . “Outburst of anger”, rasa sebal dinyatakan. “boiling up” , perasaan mendidih. Anda sudah tidak tahan lalu Anda menyampaikan kesebalan Anda terhadapnya. “Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” Pengkhotbah 7:9.
Kemarahan. “orge” (Grika), “anger” (Inggris). “Settled feeling of anger” menyatakan kekesalan Anda dengan nada keras. Kelihatannya teman Anda tidak mau tahu lalu Anda lebih terbuka, “Jangan berbuat begitu lagi!” Anda membentak. “Siapa yang lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana bersabar.” Amsal 14:17.
Pertikaian. “krange” (Grika), “clamor” (Inggris). “Outward manifestation of anger in vociferation”, Teman Anda kelihatan membela diri dan adu mulut terjadi dengan nada tinggi. erbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.” Amsal 20:3. “Si pemarah  membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar, memadamkan perbantahan.” Amsal 15:18
Fitnah. “blasphemia” (Grika), “slander” (Inggris). Perikaian sudah dengan kata-kata fitnahan. .Sdr. Bodoh!, “anjing!” dan sebagainya. Sering dalam keadaan marah Anda mengeluarkan pernyataan yang tidak benar atau fitnah. “Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.” Amsal 20:3
Kejahatan.  “kakia” (Grika),  “malice” (Inggeris). Apabila Anda sudah pada tahap ini maka yang tadinya “adu mulut” kini sudah “adu tinju” dan akhirnya penjara. 
“Berhentilah marah dan tinggalkan panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa pada kejahatan.” Mazmur 37:8 .  Jadi, kepahitan akan menjadi satu kekesalan yang dilampiaskan atau  kegeraman dan kegeraman akan menjadi kemarahan yang meledak dan kemarahan semacam inii akan menuntun pada tabiat yang tak terpuji  yaitu fitnah. Setan semakin menguasainya sehingga  terjadilah kejahatan,  adu tinju bahkan sering diakhiri dengan   penjara. Semuanya haruslah  ditinggalkan karena hal ini adalah pekerjaan “daging” (Galatia 5:19-21).

Ada empat kategori marah:
1.     Amarah  (Harsh anger). Naik darah. Perlu dikendalikan. “Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana bersabar.” (Amsal 14:17). “Si pemarah  membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (Amsal 15:18). Bagaimana mengendalikannya:
a.   Pengakuan. Katkanlah dalam hati, “Ah, saya sudah jadi marah!”
b.  Analisa. Gunakan pikiran Anda. Amsal 14:29 “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” Apabila Anda marah pada saat yang sama biarlah Anda sabar. Tanyakan dalam diri Anda ,”Kenapa saya jadi  marah?” Amsal 29:11 “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya tetapi orang yang bijak meredakannya.”
2.    Marah berkelanjutan. (Stubborn anger). Perlu dikalahkan. Marah yang terus menerus. Epesus 4:26 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.” Bagaimana mengalahkannya?:
a.Pengakuan. Katakan kepada teman Anda yang Anda sebal bahwa Anda tidak senag dengan apa yang dikatakannya atau yang diperbuatnya kepada Anda. Mungkin saja ada yang mau “mengadu domba”
b. Bertobatlah. Jangan marah lagi. Jauhkan marah itu dari Anda.
c. Enyahkan iblis itu. “ Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.” Epesus 4:27
d. Minta tuntunan  Rohulkudus. “Janganlah kamu mendukakan Rohulkudus, yang telah memeteraikan  kamu menjelang hari penyelamatan.” Epesus 4:30

3.     Marah yang mendatangkan dosa (Sinful anger). Perlu ditentang. Marah yang membuat Anda jatuh dalam dosa. Ulangi Epesus 4:26, 27 di atas. Marah yang membuat Anda menjadi benci kepada orang tersebut. Anda tidak mau memaafkannya. Setiap kali Anda melihatnya kebencian  muncul. Bahkan mobilnya sekalipun apabila Anda melihatnya, jantung Anda berdetak keras. Suatu roh tidak mengampuni tinggal di dalam Anda. Kalau Anda tidak mau memaafkannya, Yesus juga tidak mau memaafkan Anda.
4.    Marah yang dibenarkan. (Justified anger). Perlu disalurkan.  Apakah   “marah yang dibenarkan” itu. Rasul Paulus katakana, “Kalau kamu menjadi marah …” Epesus 4:26. Kita bisa saja menjadi marah.  Seorang pengkhotbah yang terkenal di Amerika Serikat, Dr. Adran Roger, mengatakan bahwa “marah yang dibenarkan yaitu apabila Anda marah  “at the right time, right way and right word,” pada waktu yang tepat,  cara yang tepat dan kata-kata yang tepat.

Bagaimana mengontrol amarah.
1.   Berdoa.
    “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu  tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Yakub 4:1,2. Dengan berdoa, amarahmu menenurun.  Kata-kata yang tepat. “Jawaban yang lemah lembut meredakan    kegeraman, tetap perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Amsal 15:1. “Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, kamu beroleh kasih karunia.” Epesus 4:29. “Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.” Amsal 25:15.

2.     Pikirkanlah hal-hal yang baik dari saudaramu itu.
       Dalam diri seseorang ada hal-hal yang baik yang pernah dilakukannya. “ … semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Pilipi 4:8.

3.    Pengampunan. “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” Amsal 19:11

4.  Berdiam diri.. “Orang yang sabar besar pengertian tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” Amsal 14:29. “Janganlah engkau berkata , ‘ Aku akan membalas kejahatan,’ nantikanlah Tuhan Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau.” Amsal 20:22.

 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini; setiap orang hendaklah kamu cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran.”  Yakobus  1:19,20.. Tuhan memberkati kita sekalian.

Jangan Menunda­



Bacaan Alkitab: Amsal 24:30-34
24:30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
24:31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
24:32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.

24:33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
24:34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Seorang pengajar dari Universitas Calgary di Alberta memerlukan waktu 5 tahun untuk mempelajari sikap menunda ini. Iamelaporkan bahwa 95% dari kita sukamenunda satu atau dua hal. Suatu penelitian menunjukan bahwa orang-orang Amerika kehilangan kira-kira 400 jutadollar setahun karena menunda pengisian formulis pajak.

Seorang petani tua selama bertahun-tahun terpaksa membajak di sekeliling sebuah batu besar di salah satu petak sawahnya. Batu itu telah mematahkan beberapa mata bajak dan sebuah cangkul miliknya. Semakin hari batu itu makin menyusahkan pak tani. Satu hari setelah mata bajaknya kembali patah, dan teringat akan berbagai kesulitan yang telah ditimbulkan batu itu selama ini, akhirnya ia memutuskan melakukan sesuatu. Ia menancapkan linggis ke dasar batu itu, dan betapa terkejutnya karena ternyata tebal batu itu hanya sekitar 30 cm. Dengan menggunakan palu besar, batu itu pun dihancurkan. W                                                                                                                                                                                                                                                                   Petani itu tersenyum, malu pada diri sendiri. “Seharusnya aku dapat mengatasi batu ini dengan segera, sehingga aku pun tak perlu bersusah-susah sampai bertahun-tahun.”

Ada sebuah kisah menarik yang diceritakan oleh Billy Graham dalam bukunya yang berjudul “Just The way I Am”, yaitu ketika ia bertemu dengan presiden Amerika Serikat John F. kennedy dalam sebuah acara breakfast. Setelah acara breakfast selesai, presiden Kennedy sempat minta Billy Graham untuk mampir sebentar ke Gedung Putih karena ada masalah yang hendak ia bicarakan kepadanya. Karena waktu itu Billy Graham sedang tidak enak badan, ia menolak dengan halus, “Kita masih ada kesempatan untuk bertemu lagi”. Pada kenyataannya, itulah pertemuan terakhir Billy Graham dengan presiden Kennedy karena tak lama sesudah itu, presiden Kennedy mati dibunuh. Sebuah penyesalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi andai waktu itu Billy Graham menyediakan waktu untuk presiden Kennedy.

Ada seorang pemuda yang malas. Setiap hari kerjaannya hanya mengurung diri di kamar. Dia merupakan anak orang kaya. Bahkan untuk
makanan pun selalu di antarkan oleh asisten rumah tangga ke kamarnya.
Suatu malam dia mendengar teriakan orang tuanya untuk segera turun dari kamar atasnya. Namun karena kemalasannya, ia pun hanya berteriak,
“Nanti saja! 5 menit lagi!“. Kini tak hanya suara orang tuanya yang ia dengar, namun juga para asistenya yang turut memanggilnya untuk segera
turun. Lagi-lagi dia hanya menjawab, “Sudah kubilang nanti saja! 5 menit lagi!“.
Tidak lama kemudian dia merasa udara di dalam kamarnya menjadi panas. Dia pun mengambil remote AC dan segera mendinginkan kamarnya.
Usahanya pun sia-sia. Tiba-tiba listrik padam dan dia pun kebingungan. Lidah-lidah api mulai menerobos kamarnya dan dia tidak mempunyai
kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Seandainya saja dia mau mendengarkan saran orang lain dan tidak menunda waktu, pastilah kehidupan itu masih ada padanya. Dia telah menukar
nyawanya dengan waktu yang ia buang dengan sia-sia.
Kita semua pasti pernah mengalami rasa malas sehingga tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini merupakan kondisi emosi umum yang menghambat seseorang untuk bertindak. Ketika Anda malas, Anda sebenarnya tahu bahwa Anda harus mengerjakannya, tetapi Anda tidak mengerjakannya juga.

Frank J. Bruno dalam bukunya “Stop Procrastinating” membagi penundaan menjadi lima macam.

1.    Yang pertama adalah penundaan fungsional, yaitu menunda karena sebab-sebab yang bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya adalah Anda menunda karena adanya skala prioritas sehingga Anda perlu mendahulukan pekerjaan yang lebih penting dan mendesak. Mungkin juga Anda menunda karena benar-benar sedang sakit atau kelelahan, belum memiliki informasi yang cukup dan sebagainya. Penundaan semacam ini bisa diterima, karena kalau kita memaksa untuk melakukannya sekarang, mungkin hasilnya akan kurang baik.

2.    Yang kedua adalah penundaan disfungsional, yaitu penundaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena malas, kurang mood dan lain-lain. Jenis penundaan ini sangat merugikan karena bisa menyebabkan kita kehilangan peluang atau kesempatan.

3.    Jenis yang ketiga adalah penundaan jangka pendek, misalnya Anda punya target waktu satu hari tapi tidak segera memulainya sehingga pekerjaan menjadi molor atau tertunda. Yang dimaksud jangka pendek bisa selama beberapa jam atau beberapa hari tergantung target harinya. Misalnya Anda mempunyai jadwal pertemuan dengan seseorang dan harus berangkat jam 7 malam, tetapi sampai jam 6.45 Anda masih belum bersiap-siap.

4.    Berikutnya adalah penundaan jangka panjang, misalnya Anda ingin berwisata ke Bali, ingin punya bisnis sendiri, ingin menyekolahkan anak Anda ke luar negeri, ingin menulis buku dan sebagainya. Anda punya keinginan di masa yang akan datang atau suatu rencana penting yang tidak mendesak, namun Anda tak pernah melakukan langkah awal yang diperlukan.

5.    Jenis penundaan yang terakhir adalah penundaan kronis atau bisa juga disebut penundaan disfungsional kronis. Ini adalah sikap menunda-nunda yang sudah menjadi kebiasaan sehingga susah dihentikan dan sangat merugikan Anda sendiri. Ia bagaikan pencuri, karena telah mencuri waktu Anda dan merampok kepuasan yang mestinya Anda bisa peroleh. Inilah jenis penundaan yang paling berbahaya.

Orang yang suka menunda biasanya selalu punya jawaban atau alasan penundaannya misalnya : “Saya akan melakukannya besok”, “Nanti saja”, “Lain kali saja ya”, “Saya sibuk sekali hari ini” atau “Nanti kalau saya punya cukup waktu” dan sebagainya.

1. Stres
Saat seseorang stres, kuatir, cemas atau gelisah maka sangatlah susah untuk bisa bekerja dengan produktif. Dalam situasi tersebut menunda sering kali menjadi salah satu pilihan yang sering diambil.

2. Terjebak dalam tumpukan tugas dan jadwal
Terkadang dalam satu waktu Anda mungkin memiliki tugas lebih banyak dari waktu yang tersedia sehingga tiba-tiba saja Anda merasakan kekurangan waktu untuk menyelesaikan tumpukan tugas yang makin lama makin bertambah. Akhirnya Anda merasa terjebak dalam tumpukan jadwal dan tugas yang seakan tiada akhir.

3. Rasa malas
Terkadang seseorang menunda karena terlalu letih secara fisik dan emosi. Akibatnya kita mengambil waktu untuk istirahat sejenak. Dan disinilah jebakannya.
Ketika kita berhenti maka kecenderungan untuk bergerak lagi menjadi makin berat karena hukum fisika menunjukkan bahwa sebuah benda yang berhenti cenderung lebih berat bergerak lagi daripada kalau benda tersebut sudah bergerak walaupun perlahan.

4. Kurangnya motivasi
Kita semua pernah mengalami sedikit rasa malas dan ogah-ogahan. Hal itu wajar jika dalam kadar sedikit dan tidak sampai membuat kita menunda-nunda.

5. Kurangnya disiplin
Walaupun motivasi kita tinggi namun seringkali kita tetap masih harus mengerjakan tugas yang kita kurang sukai namun diperlukan.

6. Buruknya manajemen diri karena kebiasaan buruk.
Apakah Anda pernah terlambat menghadiri rapat karena bangun kesiangan?
Ini adalah salah satu contoh kebiasaan buruk yang menandakan jeleknya manajemen diri.
Hal ini bisa mengakibatkan kita menunda pekerjaan karena waktu yang kacau membuat kita harus mendahulukan pekerjaan yang sudah didepan mata sehingga akhirnya mengorbankan pekerjaan lain yang sudah kita rencanakan.
Akibatnya penundaan kecil semacam ini bisa menyebabkan tertumpuknya suatu tugas. Dan saat tugas-tugas itu jatuh tempo secara bersamaan maka kita akhirnya merasakan kekurangan waktu.

7. Kurangnya keterampilan yang dibutuhkan.
Seseorang juga mungkin menunda-nunda karena ketidakmampuan secara teknis. Kurangnya keterampilan ataupun pengetahuan yang dibutuhkan membuat seseorang segan dan ragu untuk memulai sesuatu.

8. Perfeksionis
Salah satu sebab penundaan yang cukup sering adalah ingin perfeksionis yaitu keinginan untuk melakukan segala sesuatu setelah semuanya sempurna yang akhirnya membuat kita menunda melakukan rencana-rencana kita untuk menunggu ‘waktu yang tepat’.

Memang sudah menjadi kebiasaan umum bagi manusia (khususnya di Indonesia) untuk menunda-nunda pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan saat itu juga. Apa nasehat Alkitab terhadap hal ini? Bacaan Kitab Suci kita hari ini membahas tentang hal tersebut dan kita akan belajar tentang hal tersebut.

Kitab Amsal adalah kitab yang penuh dengan hikmat. Bukan sekedar hikmat duniawi tetapi di dalamnya terkandung hikmat surgawi. Penulis Amsal ini menggambarkan dirinya yang melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi (ay. 30). Dalam ayat selanjutnya, penulis Amsal melihat bahwa baik ladang seoran pemalas dan kebun anggur orang yang tak berakal budi sama-sama ditumbuhi onak, tanahnya tertutup jeruju dan temboknya roboh (ay. 31). Dengan kata lain, menurut penulis Amsal ini, seseorang yang malas itu sama dengan orang yang tak berakal budi.

Apa pelajaran yang kita bisa tarik dari hal ini? Penulis Amsal mengingatkan bahwa walaupun orang memang memiliki sifat malas dalam dirinya, tetapi ada perbedaan yang nyata antara orang yang sedang malas dan seseorang yang memiliki sifat pemalas. Orang bisa saja malas dalam suatu waktu atau keadaan tertentu, tetapi seorang pemalas akan selalu memiliki sifat malas tersebut dalam segala hal. Ciri utama seorang pemalas adalah suka menunda-nunda pekerjaan. Lihat saja gambaran dalam ayat selanjutnya: Seorang pemalas akan tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi dan tinggal berbaring (ay. 33). Ingat bahwa pemalas tersebut sebenarnya memiliki ladang yang harus ia kerjakan. Akan tetapi ia lebih suka tidur, mengantuk, dan berbaring daripada mengerjakan ladangnya. Ini adalah sikap menunda-nunda dari seorang pemalas.

Dampaknya sungguh luar biasa. Seorang pemalas yang suka menunda-nunda akan menuai buah dari kemalasannya itu, yaitu ia akan miskin dan kekurangan (ay. 34). Hal ini logis karena ia tidak mau melakukan apa yang menjadi bagiannya saat itu. Ia lebih memilih untuk tidur dan bersantai daripada melakukan pekerjaannya di ladang. Ia menunda-nunda apa yang sebenarnya dapat ia kerjakan.


Ini adalah pelajaran yang sungguh dalam maknanya bagi kita. Firman Tuhan pun mengatakan agar apapun yang dijumpai tangan kita untuk kita kerjakan, kita harus mengerjakannya dengan sekuat tenaga selagi masih ada kesempatan (Pkh 9:10). Ayat lain pun mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan harus kita lakukan seperti untuk Tuhan (Kol 3:23). Jika kita memiliki pandangan seperti itu, tentu kita tidak akan pernah menunda-nunda pekerjaan bukan? Di sisi yang lain, dalam urusan dengan Tuhan (termasuk pelayanan dan hal-hal rohani lainnya), jangan biasakan diri kita untuk menunda-nunda, karena apa yang kita tabur akan kita tuai. Ketika kita menunda-nunda urusan kita dengan Tuhan, maka jangan salahkan Tuhan ketika Ia pun menunda-nunda menjawab kita. Belajarlah dari seorang pemalas, tetapi jangan tiru kemalasannya (ay. 32).
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog