Responsive Banner design

Puasa


Sebagaimana sebelumnya tahun ini kembali datang bulan puasa yang bagi umat muslim merupakan bulan ampunan penuh berkah. Tuhan telah mendesain sebuah ibadah yang tiada duanya, begitu indah dan penuh nilai-nilai tinggi bagi manusia. Puasa merupakan ibadah wajib bagi muslim yang telah baligh dan mampu melakukan, meski anak-anak juga dibenarkan mulai latihan berpuasa. Puasa adalah sarana manusia beribadah sekaligus untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Dunia medis-pun memberikan rekomendasinya bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan manusia. Sekilas terlihat bertentangan bahwa pantang makan minum selama sebulan penuh 14 jam perhari kok malah bisa menyehatkan. Itulah rahasia ibadah yang diciptakan Tuhan bagi umatNYA. Dalam sejarah disebutkan tidak ada manusia yang meninggal atau sakit karena berpuasa, yang terjadi justru banyak mereka yang sembuh dari penyakitnya setelah berpuasa. Tentu puasa yang sesuai dengan kaidahnya, makan sahur cukup dan sehat serta berbuka tepat waktu. Barangkali berbeda mereka yang puasa tiga hari berturut atau seminggu berturut, tentu saja badannya menjadi lemah dan berbahaya bagi kesehatan, disamping memang tidak ada ajaran demikian.

Lambung adalah salah satu organ yang paling sering sakit. Dengan puasa sebulan penuh lambung ibaratnya direfresh dan dibersihkan dari berbagai materi yang tidak sehat. Ibarat battery, lambung membutuhkan recharge secara periodic untuk berperan optimal sepanjang umur manusia. Denmikian juga organ lainnya akan pulih dan bekerja optimal sebagai akibat restruktur waktu makan ala puasa ini. Lantas beragam amarah, emosi dan tabiat manusia sehari-hari yang sibuk mencari nafkah, bersinggungan, tarik kepentingan juga perlu direfresh. Mereka menjadi saling merasakan dan memahami kepentingan lainnya, membangun toleransi dan saling mempererat persaudaraan. Kaum miskin dan papa yang untuk makan sehari-hari mesti jungkir balik sangat akrab dengan rasa lapar dan haus setiap hari. Mereka adalah saudara, manusia juga yang karena kondisinya berada pada keadaan yang sulit. Jangankan untuk kebutuhan materi sekunder atau tertier, sekedar makan kenyang saja adalah hal yang mewah. Jumlah kaum yang kesusahan semakin banyak dan tersebar di berbagai tempat perkotaan atau pedesaan. Anda barangkali, karena kesibukan, kurang merasakan penderitaan sesama yang hidup kekurangan. Dengan puasa anda akan merasakan langsung bagaimana rasa lapar dan haus mendera, rasa yang setiap hari dialami oleh saudara-saudara yang belum beruntung. Puasa akan memberikan pengalaman riil dan langsung akan penderitaan mereka dan menimbulkan emphati sesama. Anda akan tersentuh dan siap membantu mereka yang kesusahan akibat hikmah luar biasa dari ibadah unik ini. Rangkaian puasa adalah memberikan sedekah dan sebagian asset anda kepada mereka yang berhak dan membutuhkan. Inilah bentuk persaudaraan tinggi dan redistribusi rejeki dan pendapatan bagi yang kekurangan. Yang mampu dan berlebih membantu yang kesusahan, sungguh sebuah nuansa yang harmoni.

Dari sisi religi terlampau banyak manfaat yang dilimpahkan atas umat manusia. Pahala dilipatgandakan dan pintu dibuka seluasnya untuk investasi kebaikan. Manusia diberikan keleluasaan dan peluang menyeimbangkan kehidupan dunia dan persiapan kehidupan tahap berikutnya. Sebagai umat beragama anda tentu yakin bahwa setelah dunia, kematian berikutnya adalah kehidupan kekal di akhirat. Sekiranya mereka menyadari betapa agungnya bulan romadhon maka mereka akan memohon sepanjang tahun merupakan bulan penuh berkah ini. Ibaratnya anda akan dicuci bersih dan kembali menjadi makhluk yang polos seusai prosesi ibadah yang anda jalankan sebenar-benarnya. Meski hanya Tuhan yang tahu apakah ibadah anda lulus ataupun tidak, namun sesedikit apapun tetap ada manfaat yang bisa anda raih. Konon Tuhan sendiri yang akan langsung menilai ibadah Puasa ini. Hal ini mengisyaratkan alangkah tinggi kualitas dan nilai dari ibadah puasa. Perubahan, itulah yang terjadi pada anda. Meski manusia adalah manusia, tempat berbuat salah dan dosa, namun dengan ibadah akan terus membuat anda semakin membaik. Bagaimana kalau ternyata tidak terjadi perubahan, barangkali kembali siklus tadi, anda masih belum lulus. Anda sudah berusaha dan mendapat poin, namun perlu penyempurnaan. Masih terbuka ke depan waktu untuk terus memperbaiki ibadah. Anda tidak akan pernah tahu kapan waktu itu akan berakhir. Selamat menjalankan Ibadah Puasa dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Night Of Vi


Life goes on and you must play inside. At the moment you feel fine and another moment you fell bad. As a worker, instead you are rich, have company or big asset, you must go to work. No matter where it is, at office, city, town, rural or even farm or forest. But some of you usually work in the city, no matter small or big. What about your night life, hmm it will vary among of you. One soon goes home once the office finish. Another often goes home late even not really working the office. They may do something, chat, relax or just wait the traffic. Some other may disappear in the black night. You may goes to coffee, street, pub or some other crowded. Yes you spend time at night in the grey of pub light. Indeed you really have so many choices of releasing your energy. Being part of white collar, or even blue collar community it is not too much spending the free times as it has. Daily job, meeting, negotiation or just routine job will attack you getting old and hard.

Just mention short name, Vi is young girl you met at the pub. Not really the pub but the place providing some room for singing, dancing or other crazy night move. Vi is just 22 years old and still studying at university in the city. If you ask her why choosing job like that she just answer short, need money. What about the parent, do they provide enough money for studying, she then answer yes. You may become more curious with her short act. Well you may not be going to “investigate” or “justify” her, but back to your first willing, just spend the night with the girl, sing, dance or little drink, soft or hard, or alcohol, hmm. Time goes by and night goes black, there have been three couple really in the room, two couple is seen romantic and act kissing, holding and whatever they want. He and Vi just sit, talk, little drink and sometimes sing without dance. As you may guess easily Vi, who really sweet with long hair try to approach him. She drinks rather much and seem starting to out of control.

Hmm night goes fast and from nine PM, now already at 00 AM. When the stuff comes in and ask whether the room will terminate or extent, soon they point to extent. Two couple becomes crazier with their girl. Kissing, holding, loving and whatever they do except having sex surely. They still have little awareness anyway not to do such bad thing. Vi juts relax and rely her head down to his shoulder. She tells that long time not to drink alcohol and now, as her senior will, she must drink the night. First glass makes Vi hot, and second glass then makes her down. She soon run to lavatory and pour down all her alcohol out from her mouth. Even Vi ever been at the pub previously, being lady escort certainly, but it had been few years. Now again Ve try to apply being lady’s and apparently this night is her first presence. Vi however thank to him since he not insist her to drink alcohol, her senior did it.

Well now it seems 2 AM already and the place almost closes down. Vi’s head still laid upon his shoulder and other two couple still being crazy with their mass. But the life must goes on and tomorrow everyone must back to work. Even Vi hold him and behave such romantic but he and two other gentle must leave. It’s just the night spending with Vi and the pub.

Semarang, April, 13th

Parent



Dari Abdullah bin Mas"ud katanya, "Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu "alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu "alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah".[Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9>



Ada yang kurang belakangan ini. Terasa ada yang kosong. Meski mencoba untuk berperilaku yang positip dan mendekatkan kepada-Nya, kok nampak masih ada yang kurang terus. Coba direnung, coba dipikirkan, hmm ternyata rasa rindu dan kangen kepada orang tua. Apa daya kedua orang tua memang sudah tiada, bahkan sejak masih remaja. Keberadaan orang tua kandung hanyalah sebatas belasan tahun saja. Sebatas usia sekolah menangah. Bahkan saat itu, saat kedua orang tua yang meninggal hanya selang tiga bulan, belum terasa besarnya kesedihan. Besarnya kepedihan tidak adanya orang tua tempat bersandar. Bentuk berbakti kepada orang tua yang sudah tiada, bisa barangkali dengan cara mendoakannya atau mencoba mengingat dan menjalankan nasihatnya.



Hmm namun dorongan besar pengin bertemu orang tua kian terasa. Bicara orang tua, barangkali tidak semata mereka yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Orang tua bisa juga berarti kerabat yang membesarkan dan merawat anda, kerabat yang lebih tua, saudara dari orang tua atau bahkan mertua. Kedua mertua anda meski sudah berusia diatas 60 tahun bisa anda kunjungi. Akhirnya dengan niat ingin bertemu dan sekedar pengin melihat dari dekat bagaimana keadaan mereka anda bisa putuskan ke sana. Biasanya hanya setahun sekali anda berdekatan, menyalami dan melepas kangen.



Tidak jarang jarak dengan mereka tidaklah jauh, hanya 100 atau 200 kilometer saja, terkadang tidak sejauh itu. Namun karena kesibukan dan pulang ke keluarga di kota lain, sehingga jarang kesempatan menjenguk. Hari libur praktis digunakan untuk keluarga, menjenguk dan bersama anak-anak. Masih teringat nasihat bijak seorang senior, bahwasanya waktunya dibagi rata antara orang tua dan keluarga. Minggu pertama pulang ke keluarga yang berjarak 450 kilometer dari tempat kerja. Minggu kedua pulang menjenguk bapaknya yang sudah tua, berjarak 200 kilometer. Pernah sang senior karena suatu urusan tidak jadi pulang ke orang tua, meski giliran minggu genap. Ternyata bapaknya sampai malam hari tidak mau masuk rumah, dan terus menunggu di depan pintu. Sang senior-pun menitikan air matanya saking terharu melihat hal ini. Akhirnya setiap ada kesempatan, selalu disempatkan untuk menjenguknya.



Konon apapun yang kita lakukan sebagai bakti kepada orang tua, tidak akan pernah bisa nutup jasanya terhadap kita. Mulai dari melahirkan, membesarkan, merawat, membiayai, mengarahkan, menasihati, membantu mencari pekerjaan, sampai dengan mengantarkan berkeluarga. Terkadang masih terbebani dititipi cucu, atau tidak jarang bermurah hati memberikan tempat tinggal dan sebagainya.



Minggu pagi itu, meski seminggu sebelumnya kelelahan dari luar kota, anda sempatkan menjeguk mertua. Kebetulan memang tidak sempat lagi pulang menjenguk anak, waktu relative mepet. Anda akan barangkali merasa tersentuh dan terharu melihat mereka yang sudah berumur, tentunya sudah pensiun, dan malah masih rajin ke sawah, katanya kalau di rumah terus badannya malah capek. Nampak berbeda ketika masih aktif, menjadi pegawai, tegap, tegas dan suaranya keras. Sekarang badanya nampak kurus, kulitnya mulai berkeriput, dan suaranya juga makin pelan. Meski secara umum masih sehat dan mampu ke sawah, namun usia tua tidak urung mulai menggerogoti fisiknya.



Anda bisa menebak, saat datang anda bakal disambut hangat, ditanya ada keperluan apa, dibuatkan minum, disediakan penganan, dan disiapkan makan. Manakala anda jelaskan anda hanya pengin menjenguk, alangkah tulus senyumnya dan bertubi pertanyaan kabar tentang keluarga, tentang cucu-cucunya, tentang pekerjaan, tentang jaga kesehatan dan seterusnya. Saat anda duduk, anda akan ditungguin, diajak ngobrol dan ditemani. Dan bahkan saat anda rebahan di lantai-pun melepas penat mereka juga akan ikut rebahan menunggui anda seolah anda anaknya yang masih kecil. Sorenya anda akan dimasakan air, untuk mandi anda. Luar biasa perhatian mereka kepada anda. Semuanya dilakukan dengan sangat tulus dan sepenuh hati.



Itulah orang tua yang telah menjadi media keberadaan anda di dunia ini. Mereka pula yang ikut berperan besar atas keberhasilan anda dan keluarga. Tanpa terasa, bentuk kekosongan yang anda sering rasakan berangsur sirna dan terisi kenyamanan. Harapan mereka tidaklah muluk, hanya ingin dijenguk saat anda masih punya waktu. Tentu mereka tidak akan pernah tahu kapan akan dipanggil oleh-Nya. Konon di usia 60-an tahun ke atas, ibaratnya mereka berada pada periode yang siap dipanggil meninggalkan dunia ini setiap saat. Sehingga sempatkan dan tengoklah mereka tidak hanya saat lebaran, namun saat anda punya waktu. Atau anda secara periodik setahuan dua, tiga atau empat kali menjenguk dan mengunjunginya. Anda tidak akan pernah tahu kapan terakhir anda masih bisa bertemu denganya. Ebiet-pun mempersembahkan lagunya untuk orang tua, Ayah dalam hening sepi kurindu,,,



Ana Ivanovic


Saat anda menatap petenis handal dari Serbia, Ana Ivanovic barangkali anda tidak sepenuhnya percaya. Inikah sosok petenis top ten dunia dengan tampilan feminine dan wajah nan ayu. Petenis kelahiran Belgrade, Serbia 6-Nopember-1987 yang tinggal di Basel, Switzerland memulai debutnya tahun 2003. Gadis dengan berat 69 kgs dan tinggi 186 cm ini dikenal bermain dengan tangan kanan dan backhand kedua tangan memulai debutnya sebagai pemain professional Agustus 2003.

Berbagai kejuaraan tingkat dunia sudah sangat banyak diikutinya dengan menggondol berbagai gelar/penghargaan. Berikut adalah daftar penghargaan yang telah diraihnya.

Award
• Junior Wimbledon runner-up 2004
• Sony Ericsson WTA Tour Most Improved Player 2005
• US Open Series champion 2006
• Sony Ericsson WTA Tour Most Improved Player 2007
• Sony Ericsson WTA Tour Karen Krantzcke Sportmanship Award 2007
• UNICEF National Ambassador for Serbia
• Nominated for U.S. Secretary of State's 2007 International Women of Courage Award
• AIPS Women's Tennis Player of the Year 2008
• German Tennis Magazine Michael Westphal Award 2008
• Sony Ericsson WTA Tour Diamond ACES Award 2008
• Sony Ericsson WTA Tour Humanitarian Award 2009

Trivia
• Most embarrassing moment in tennis is when she took another player's racket bag onto court after mistaking it for her own
• The President of Serbia, Boris Tadic, attended her 20th birthday party
• Was featured on a Serbian postage stamp during the run-up to the 2008 Olympics
• One of her proudest achievements was winning 16 matches in 15 days as she captured back-to-back titles on the ITF Women's Circuit when she was 16
• Has won the tennisreporters.net Sexiest Female Player award for the last four straight years (2005-2008)
• Finished 11th on FHM's 100 Sexiest Women in the World 2009 list
• Named the best-looking tennis player of all-time by The Age newspaper
• In October 2008 won Die Bild newspaper's reader poll for "most beautiful body" in sport
• In December 2008 was named "best looking" female tennis player by The Globe & Mail newspaper
• Has the most-visited website of any sportswoman (according to www.alexa.com, on 14 June 2008)

Dari biografi-nya Ivanovic bekerjasama dan sponsor dengan Adidas, Yonex, Rolex, Verano, TechnoGym, Juice Plus. Beberapa turnamen yang diikuti Ivanovic diantaranya Wimbledon, Eastbourne, Roland Garros, Rome, Fed Cup, Miami, Indian Wells, Dubai, Australian Open, Brisbane dan sebagainya.

Saat ini Ivanovic berada pada rank #11 WTA. Rank ini menurun ketimbang #5 tahun 2008, #4 tahun 2007, #14 tahun 2006 dan #16 tahun 2005.

Melihat Ana tidak hanya dari sisi kehebatan di lapangan tennis, namun juga kecantikan dan keartisannya. Rebecca Johnston menuliskan Ana dalam feature Vogue. Ulasanya dimulai dengan ; Saat usia 21 tahun Ana Ivanovic menjadi pemain nomor satu dunia dengan memenangi Prancis Open dimana dia dan kerabatnya merayakan kemenangan dengan makan malam sekitar 30 orang di Paris. Ana berpose dengan kostum tennis sambil memegang trophynya tergambar sebagai gadis muda Serbia yang melejit dari baying-bayang suramnya perang, prestasinya sungguh merupakan pemenuhan mimpi-nya sepanjang hidup.

Pada bulan Juni 2009 Ana berada di Inggris selama 2 minggu berlatih di Roehamton sebelum Eastbourne. Sayangnya cuaca tidak begitu bagus untuk berlatih sehingga Ana tidak dapat melanjutkan latihan di rumput sesuai rencana. Eastbourne adalah tempat yang menyenangkan dimana Ana sangat mencintai laut dan begitu menikmati turnamen. Devonshire Park Club juga sangat menyenangkan dan kualitas rumputnya fantastic, namun Ana sangat malu karena gagal untuk terus bertahan.

Berikutnya Ana akan berhadapan baik dengan Sybille Bammer maupun Vania King pada putara kedua Los Angeles Women’s Tenis. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Herbalife. Ana diunggulkan di tempat #6 dan menerima Bye pada babak pertama. Akankah Ana lolos babak ketiga, dia harus harus berhadapan dengan unggulan sembilan Marion Bartoli yang pernah menjadi finalis di Stanford. Unggulan #1 dan juara dunia Dinara Safina berpotensi menjadi lawan pada seperempat final. Pada empat babak akhir Ana bias bertemu unggulan #4 Caroline Wozniacki atau unggulan #8 Agnieszka Radwanska, diantara lainnya. Unggulan yang menang dalam setengah putaran, dimana Ana tidak akan jumpai sampai final adalah #2 Vera Zvonareva dan #3 Victoria Azarenka. Kesemuanya berjumlah 13 dari 20 top dunia saling bersaing disini.

Akankah petrenis berumur 22 tahun ini terus merangkak naik rank-nya tentu peluangnya terbuka lebar-lebar. Postur ideal- bobot dan tinggi, kepindahan domisili ke Swiss tentunya bukan sekedar kebetulan kalau tidak sejak awal difokuskan meraih puncak prestasi pada salah satu olah raga paling bergengsi di planet ini. Congrat Ana Ivanovic, Excellent Job !!

Hari Ini 3 Tahun Lalu


Kelahiran seorang anak manusia sungguh merupakan keajaiban. Sudah begitu canggih ilmu pengetahuan berkembang, namun tetap kelahiran anak manusia merupakan sebuah fenomena. Tentunya ini bagi yang memang memperhatikan dan berpikir. Bagi yang tidak peduli dan sambil lalu kelahiran anak adalah kejadian yang biasa, seperti kejadian sehari-hari lainnya seperti kemacetan, harga naik, penguasa korupsi ataupun pejabat selingkuh.

Dalam agama banyak dibahas tentang kelahiran anak. Termasuk rahasia berumah tangga, bahwa anak adalah mutlak karunia dari Sang Pencipta. Meski apapun ihtiarnya, kalau belum diberi, tetaplah belum memiliki. Namun tanpa effort apapun, hanya alamiah, sebuah rumah tangga bisa memiliki 6 atau 8 anak. Ini terjadi barangkali pada rumah tangga jaman dulu sebelum ada KB, saat lahan masih, jumlah penduduk sedikit dan barangkali taraf pendidikan masyarakat masih rendah. Saat ini sebuah rumah tangga modern hanya memiliki satu atau dua anak. Terdapat banyak hal kompleks yang menjadi pertimbangan untuk memiliki sejumlah anak.

Di sebuah rumah sakit ibu anak di Bekasi, saat itu seorang dokter kandungan mengatakan, hmm anaknya laki-laki nih. Namun kenapa ya, kok nampak ada kelainan. Menurut sang dokter bahwa anak ini mengalami apa yang disebut omphalocele, yakni organ perut tidak sempurna masuk. Menurut sang dokter, bahwa saat embrio berkembang, dari ukuran kecil, ada beberapa organ yang tumbuh di luar badan, seperti usus dan liver. Seiring berkembangnya usia bayi dalam kandungan, organ ini akan ditarik melalui pusar ke dalam perut. Namun karena factor tertentu, yang bukan keturunan, atau penyakit, proses penarikan ini mandeg. Akibatnya bayi akan lahir dengan sebagian organ ini di luar perut, terbungkus membrane. Kelahiran seperti ini haruslah dengan operasi, karena kelahiran normal berakibat pecahnya membrane dan akan membahayakan jiwa bayi.

Dunia kedokteran tentunya sangatlah kompleks dan sulit. Andaikan seorang montir mobil berbuat salah, mungkin mobil hanya pincang atau mogok, bisa diperbaiki dan normal kembali. Namun bagaimana dengan barangkali kesalahan yang dibuat seorang dokter- tentu akibatnya jauh berbeda karena menyangkut nyawa manusia, bukan mobil atau motor. Ini satu sisi bahwa selama ini profesi dokter kadang seperti itu. Manakala pasien sembuh, ya sudah semestinya, namun bila ada sedikit kesalahan dokter, umumnya vonisnya berat, malpraktek dan seterusnya.

Omphalocele jelas bukan karena factor dokter namun murni factor lain- factor genetika, given barangkali. Kejadian ini meski konon satu dalam 10,000 kelahiran di beberapa Negara maju terdapat asosiasinya. Andaikan proses kehamilan dengan bayi diketahui omphalocele dari keluarga cukup mampu, bisa dilakukan operasi di dalam kandungan, semisal di Singapura atau Eropa misalnya. Andaikan jenis omphalocele sudah begitu parah seperti tiadanya tangan, kaki atau hidung misalnya, maka dokter bisa mengusulkan terminate, tentu semua melalui code dan conduct medis, sepertujuan pasangan dan tetap menghargai hak hidup sang bayi.

Seorang bayi ini, yang konon kasus kedua di rumah sakit bekasi itu akhirnya lahir dengan operasi setelah 9 bulan 10 hari tepat, dan jatuh pada hari ini atau 24-Juli-2006. Bayi ini memiliki berat dan panjang normal, tangis yang nyaring dan organ yang lengkap kecuali omphalocele-nya tadi. Tidak mengecilkan pengorbanan sang ibu, karena dalam agama ditegaskan, bahwa proses kelahiran ibarat peluang setengah selamat dan setengah meninggal. Makanya Sang Pencipta memberikan jaminan mati sahid bagi seorang ibu yang meninggal saat melahirkan.

Bayi merah itu langsung dikumandangkan adzan dan qomat di kedua telinganya. Selanjutnya karena memang ada kelainan genetik, bayi langsung masuk ICU agar terhindar dari infeksi di membrane organnya. Selang lima hari, setelah dirasa kekuatan bayi cukup dilakukan operasi. Ternyata ada satu masalah manakala dokter anestesi-nya tidak cukup yakin, sehingga harus digantikan oleh sang direktur rumah sakit itu sendiri, yang kebetulan seorang anestesi jebolan negeri kangguru. Nampaknya bayi itu mendapat kehormatan dilayani langsung oleh sang direktur.

Akhirnya satu bulan penuh sang bayi harus dirawat guna memulihkan operasi dan perkembangannya. Selama satu bulan bayi harus dibantu dengan banyak sensor, termasuk pernapasanya-pun dibantu dengan mesin. Asi-pun yang susah payah disedot sang ibu, dimasukkan melalui infuse. Setelah satu minggu kondisinya berangsur membaik maka semua peralatan dilepas dan bayi akan masuk ke perina, dengan suapan susu mili demi mili. Usai satu bulan perawatan maka tinggal dilakukan rawat jalan untuk mengeringkan luka operasinya dan dilanjutkan dengan imunisasi selama satu tahun keduanya oleh dokter bedah dan anak. Tambahan, tes kromosome – yang butuh sebulan membiakan darah bayi- menjelaskan bayinya dalamn kondisi yang normal. Sebagaimana diketahui bahwa kromosome ini merupakan bawaan dan bila terjadi kelainan berakibat bayi/anak akan underdeveloped/overdeveloped. Ibaratnya ini software yang sudah dipatenkan Sang Pencipta dimana manusia tidak mampu lagi memperbaikinya.

Akhirnya bayi itu dengan tentunya hidayah-NYA bisa menjadi bayi yang sehat, meski asupan susu hanya sampai 4 bulan. Dan hari ini sang bayi sudah ceria, di sebuah playgrup, dapat ucapan selamat ultah dari teman dan guru-nya. Selamat ulang tahun nak, persembahan ultah sekedar untaian kata-kata sederhana.

“Bila anda berbuat baik, meskipun balasan belum mendatangi anda setidaknya bencana akan sudah menjauhi anda. Namun bila anda berbuat jahat/tidak baik, meski bencana belum menghampiri namun kebaikan sudah meninggalkan anda.”

Sebagai ungkapan tak terhingga atas karunia-NYA maka namamu ibarat doamu-ananda Muhammad Nur A.P., semoga ter-rakhmati dan ter-hidayahi oleh Yang Maha Kuasa maupun kemuliaan dari manusia terpilih- nabi kekasih-Nya.

Daoed Joesoef


DR Daoed Joesoef lahir di Medan 8 Agustus 1926 atau saat ini berumur 83 tahun. Beliau adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 1978 sampai 1983 dalam Kabinet Pembangunan III. Orang tuanya bernama Moehammad Joesoef dan Siti Jasiah dan beristri Sri Sulastri. Beliau dikaruniai anak bernama Sri Sulaksmi Damayanti. Daoed Joesoef juga dikenal sebagai tokoh yang turut mendirikan CSIS- Centre for Strategic and International Studies, sebuah think tank dari pemerintahan Orde Baru.

Semasa menjabat sebagai menteri P&K Doaed Joesoef mengeluarkan kebijakan NKK/BKK- Normalsisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan- yang tidak memperkenankan mahasiswa untuk melakukan kegiatan politik praktis. Konsep saat itu adalah mahasiswa tugasnyabelajar di kampus dan tidak pada tempatnya turut terlibat dalam kegiatan politik. Politik ya tugasnya seorang politisi. Dewan Mahasiswa di Universitas-universitas seluruh Indonesia juga dihapuskan sehingga hal ini menutup mahasiswa terlibat kegiatan politik. Menteri yang menjabat setelah periode Syarief Thayeb ini juga membuat kebijakan liburan selama puasa dihapuskan. Mendikbud berikutnya setelah Daoed Joesoef adalah Nugroho Notosusanto.

Terlepas dari adanya kekurangan beliau sedikit banyak telah berjasa dalam pembangunan fundamental pendidikan nasional.

Pagi itu udara cerah dan kicau burung terdengar merdu dari rimbunan pepohonan dan gemericik air. Kicau burung itu bukan terdengar di hutan atau pedesaan namun di dalam kota jakarta. Lokasinya di daerah kemang, jakarta selatan. Rombongan itu datang untuk mendengarkan kuliah dan wejangan dari sang mantan menteri. Kuliah Daoed Joessoef yang dilakukan di rumahnya merupakan salah satu kegiatan workshop narasi. Workshop yang dilakukan oleh sebauh institusi dipandu oleh penulis senior- Andreas Harsono.

Rumah dan pekarangan mantan menteri P&K terhampar luas dan asri. Banyak pepohonan tertata rapi dengan papan nama latin di setiap pohon. Halamannya luas dan berumput dirangkai bangunan di sana sini. Sebelah kiri terdapat bangunan SD yang dinamakan SD Kupu-kupu, dimana beliau turut mengelola. Bangunan lainnya adalah tempat tinggal, ruangan santai/diskusi dan sanggar melukis. Cukup mengherankan di lokasi yang masih masuk area ibukota terdapat tempat tinggal dengan pekarangan, taman dan kebun yang cukup asri. Landscape luas- 2000 meter persegi berkontur miring, terasiring dimana terdapat dataran tinggi dan rendah. Gemericik air jelas terdengar dari atas yang berasal dari sungai di bawah sana.

Pada kegiatan workshop yang dikemas santai dan akrab tersebut sang Doktor masih terlihat energik dan bersemangat memberikan materi kuliah-nya. Tidak betul-betul kuliah kecuali disebut sebuah obrolan dan penuturan tentang pengalaman saat menjabat menteri maupun pengalaman menulis. Sri Soelastri, istri tercinta nampak dengan sabar dan setia mendampingi suami memberikan wejangan kepada yang hadir yang umurnya sebaya dengan anak atau cucunya. Jadilah perbedaan ini semacam guru atau kakek memberikan petuah dan nasihat pengalaman hidup berharga kepada generasi berikutnya.

Kuliah berjalan sangat mengasyikan dan tidak terasa sang Menteri menyelesaikan wejangannya setelah hampir dua jam berbicara. Banyak yang ingin ditanyakan kepada beliau namun hadirin juga menghargai atas susah payah penuturan dan kuliahnya, sehingga hanya dua tiga orang yang bertanya. Pun pertanyaan ini dijawab dengan sungguh-sungguh penuh antusias, lugas namun cukup tuntas.

Acara selanjutnya adalah break, makan dan minum diseling pengakraban. Hidangan yang disajikan diantaranya jajanan pasar yang sederhana namun justru berasa nikmat karena suasana dan ketulusan. Buah rambutan yang disajikan berasal dari kebun pak Menetri. Sambil menyantap hidangan, rombongan juga minta tanda tangan untuk buku beliau yang berjudul Emak. Usai menikmati suguhan rombongan melakukan tour melihat-lihat koleksi tanaman, buah, pekarangan dan berkumpul di gallery lukisan. Terdapat tumpukan buku, lukisan yang belum jadi maupun yang sudah. Beragam lukisan hasil karya Daoed Joesoef seperti lukisan bunga, penari, hewan, burung maupun Nabi Musa Membelah Laut di tata rapi di gerainya. Sungguh meski sudah berusia diatas 80 tahun beliau masih terus berkarya dan melakukan kegiatan yang produktif. Hal ini banyak memberikan inspirasi bagi yang hadir untuk terus berkarya lebih baik lagi. Matahari berada di puncak teriknya namun nuansanya tetap adem dan sejuk. Rombonganpun berfoto bareng, mohon diri dan bubaran.

Belalang Goreng, Es Pisang Hijau dan Gembok Kereta


Setelah maghrib kami berdua keluar dari kantor di daerah bangkong. Belum jelas tujuannya pengin kemana, selintas terpikir mencari sekedar roti bakar buat makan malam. Kendaraan diarahkan menuju pleburan dan tembus jalan pahlawan. Sambil berjalan pelan melirik jajaran tenda di sepanjang jalan. Dominasi dagangan adalah tahu gimbal, makanan khas semarang meski ada juga nasi goreng dan pecel. Setelah dua kali memutari akhirnya perlahan kendaraan minggir di depan tenda bertuliskan roti bakar dan susu. Lingak linguk warungnya terlihat sepi dan tidak seorangpun berjaga. Menunggu sebentar barangkali penjualnya sedang pergi. Warung sebelah yang menjual nasi kucing dan aneka gorengan melirik ke kami tanpa mengucapkan sepatah kata. Selang beberapa waktu penjual roti bakar tidak kunjung muncul akhirnya kami putuskan ke warung sebelah. Berbagai makanan tersaji diatas gerobag besar. Sebelah kiri dan kanan digelar tikar sehingga pengunjung bisa lesehan. Ruas depan dijejerkan bangku plastic warna biru bagi yang lebih senang duduk. Terlihat sekelompok anak muda/mahasiswa sambil memelototi laptopnya. Sepasang cowok dan cewek terlihat mesra ngobrol di sudut sambil makan camilan.

Tanpa basa basi kami mencomot nasi kucing dan memesan minuman milo hangat. Sebungkus nasi kucing ini hanya berisikan dua sampai tiga sendok saja hingga perlu dua bungkus biar nendang. Terdapat berbagai lauk yang ditulis dibungkusnya. Ada teri, dadar, usus, ampela maupun bandeng. Sambil makan sekilas melihat gorengan warna coklat kehitaman dibungkus plastik. Itu goreng belalang mas , kata pedagang, gurih ko rasanya. Inget di televise pernah ditayangkan serangga jenis belalang atau laron yang digoreng dan dikonsumsi. Iseng dan ingin tahu coba membuka sebungkus. Kres rasanya cukup gurih. Satu bungkus nasi telur dadar tambah lauk goreng belalangpun tandas. Bungkus nasi kedua lauk teri dibuka dan dimakan dengan belalang goring. Sambil mengunyah inget tujuan semula, pengin roti bakar. Disini juga tersedia roti bakar mas, kata penjualnya, seolah bisa membaca pikiran. Boleh deh pesen satu saja yang rasa coklat keju. Usai menyantap nasi, tahu isi, goreng belalang, roti dan milo hangat kami berdua kembali ke kantor. Eh spontan timbul rasa gatal dimana-mana. Gatal di pipi, jidat, punggung, kaki, semuanya gatal. Tidak lama rasa gatal berubah menjadi bintul. Hmm apakah belalang tadi bikin alergi. Atau ini peringatan jangan makan yang aneh-aneh. Akhirnya sampai di kantor badan dan muka penuh bentolan.

Selasa kemarin kita bertiga pergi ke daerah gunungpati. Dari bangkong ke gunungpati jaraknya lumayan jauh, sekitar 15 kilometer dengan kontur jalan naik turun dirangkai rumah, dan pepohonan di lereng bukit. Di sepanjang jalan bertebaran berbagai penjaja makanan dan minuman. Di daerah menorah terlihat tenda dengan tulisan warna ukuran besar “jual es pisang hijau”. Hmm ini yang kami cari. Terakhir menikmati minuman ini saat buka puasa di daerah pleburan, kampus Undip. Setelah itu kita tidak ketemu lagi dengan pedagang minuman khas makasar ini. Pernah seorang sopir mengantarkan ke warung yang menjual berbagai kolak dan juga makanan. Seingat sopir ada es pisang hijau disana, namun saat tiba ternyata tidak ada. Akhirnya kita hanya minum kolak pisang biasa. Sebenarnya yang dimaksud es pisang hijau ya pisang yang diolah dan dibungkus dengan tepung dengan warna hijau diberi kuah dan es.

Sambil menandai titik tenda yang jual minuman tadi kami melanjutkan ke gunungpati, nanti saja kembalinya baru kita minum, gumam kita. Setelah selesai urusan segera kami kembali menyusuri jalanan tadi. Selepas pom bensin dan toko material mobil dipacu pelan-pelan di pinggir. Tiga orang memelototi kesebelah kanan mencari tenda yang bertuliskan jual es pisang hijau tidak kunjung ketemu. Tadi jelas tendanya ada dipertigaan jalan dan terlihat ada pembeli. Sekarang ajaib hanya berselang satu jam-an tendanya tidak ada. Apakah secepat itu daganganya habis dan tendanya dilipat. Padahal saat itu baru sekitar makan siang, saat tepat untuk minum es. Hmm akhirnya niat menikmati minuman segar itu sirna. Kendaraan dipacu menuju kantor. Menjelang belokan kantor kita masih penasaran dan bilang ke sopir, coba belokkan ke pleburan, siapa tahu gerobag es pisang hijau-nya ada. Setelah beberapa kali belok sampailah di ruas depan kampus dan HAH terlihat gerobag dengan tulisan es pisang hijau. Hmm dapet juga akhirnya pikir kami. Bergegas kami turun dan menghampiri gerobag yang ditunggui seorang ibu paruh baya. Spontan kami pesan es pisang hijau tiga. Wah maaf mas sudah habis, tinggal es buah dan es teller. Yah gagal lagi keluh kami, maksud hati ingin menikmati minuman dingin itu apa daya tidak kesampaian.

Beberapa karyawan keluarganya tinggal di Jakarta. Sudah rutin setiap sabtu minggu terjadi eksodus pulang ke Jakarta. Kalau orang mudik umumnya dari Jakarta ke daerah, nah ini lebih keren lagi yakni dari daerah ke Jakarta, wah. Alkisah beberapa rekan yang rutin naik kereta semarang – Jakarta setiap minggu punya kiat khusus untuk menekan anggaran. Bila naik kereka eksekutif sekali naik tiketnya sekitar 250 ribu maka PP sudah 500 ribu. Bila dalam sebulan tiga atau empat kali mudik, hmm cukup besar juga anggarannya ya. Menyiasati hal ini komunitas pemudik menggunakan cara khusus. Caranya yaitu mengikuti gaya dan trik anggota tentara yang biasa naik kereta. Rupanya mereka tidak naik di gerbong penunmpang, tapi di gerbang belakang, gerbang tempat mekanik, panel dan mesin. Tidak gratis juga namun cukup ekonomis. Dengan membayar 50 sampai 75 ribu kita bisa nyaman duduk di ruang mekanik, malah terlihat ekslusif karena hanya bebera gelintir orang saja. Kadang malah hanya dua atau tiga orang. Sampai malam itu saat perjalanan dari Gambir ke Tawang terjadilah tragedi. Dua penumpang ekslusive yang membayar gocap lewat mekanik duduk manis di gerbang belakang. Setelah lewat pemeriksaan biasanya mekanik akan membantu mencarikan bangku penumpang yang kosong dan mereka bisa pindah.

Karena kecapekan dan keasyikan dua penumpang elit tadi tertidur sampai jam 00 malam saat memasuki Tegal salah seorang pengin pipis. Begitu membuka pintu, wah ternyata dikunci dari luar. Teriakan sekuatnya berulang kali hanya disahuti gemuruh mesin. Walah mana tujuan semakin dekat dan kereta “Sembrani” ini bakal berrlanjut ke Surabaya. Maksud hati ingin berhemat malah terkunci di gerbang. Pintunya coba didorong dan terlihat gemboknya panjang memberi sedikit ruang gerak. Lirik kanan kiri, ada besi besar di pojok gerbang, beruntung ruangan mekanik ini menyimpan cukup senjata keras. Tanpa pikir panjang langsung dihantamkan ke pintu dan gemboknya. Disaat mesin dan roda bergemuruh heboh diatas rel, dua penunmpang VIP tadi gemuruh memukuli pintu dan gemboknya. Gempuran besi ketemu besi dengan suara dang dong dang dong seolah berpacu dengan gemuruh diesel kereta. Celakanya sang mekanik tidak kunjung ke belakang. Rupanya penumpang sengaja dikunci karena uangnya ingin diambil sendiri oleh mekanik tadi, tidak ingin dibagi dengan kru lain. Kunci baru dibuka menjelang tujuan, demikian barangkali pikirnya. Wah kali ini penumpang yang jadi korban. Setelah satu jam bergelut dengan pintu besi nan kokoh akhirnya brakk, jebolah gembok itu. Bayaqngkan gembok kereta segeda tangan akhirnya bobol oleh dua penumpang yang kebelet pipis dan dikejar makin dekatnya stasiun tujuan.

Sebulan sebelumnya sempat terjadi juga tragedy kecil yang menimpa waktu itu lima penumpang kelas presidensiil ini yang ditempatkan oleh mekanik di ruang panel. Tidak boleh gerak, tidak bioleh menyalakn HP biar tidak terlihat pengawas sampai garis aman, wah kayak perang ya. Sampai kelimanya tiba-tiba kelabakan ketika hujan turun dengan derasnya. Ruangan yang sempit dan gelap dengan jendela tidak bisa ditutup banjir karena terjangan hujan deras. Lupa bakal ada pengawas atau tidak maka berhamburanlah kelimanya menuju ruang mesin yang lebih lega. Sambil menggelar tikar diiringi hembusan air yang menerobos celah gerbang kelimanya berbincang cekikikan diserang derasnya hujan.

Malam Di Suatu Kota

Semarang adalah kota yang menarik dan banyak menyimpan potensi. Semarang saat ini berbeda dengan sepuluh tahun silam. Perbedaan itu bisa jadi tidaklah besar kecuali tumbuhnya gedung bertingkat, bangunan jalan dan pusat perbelanjaan. Dari daya tarik kota barangkali Semarang masih kalah sama Bali atau Yogya. Namun Semarang sebenarnya cukup menarik. Selain berbagai potensi kekayaan kuliner, Semarang juga unik. Cukup jarang sebuah kota besar yang memiliki landscape dataran tinggi dan rendah. Makanya dikenal sebutan Semarang atas dan bawah.

Semarang juga terkenal dengan banjir rob-nya. Ketinggian daratan yang konon lebih rendah dari permukaan laut membuat bagian kota yang berdekatan dengan pantai sering terendam air laut. Meskipun sudah dilengkapi dengan pompa air yang sudah ada sejak jaman Belanda tidak urung banjir Rob selalu hadir menggenangi pemukiman. Hujan satu jam saja dapat berakibat sebagian wilayah kota terendam air, bahkan sampai ke pusat kota seperti simpang lima. Meskipun genangan ini tidaklah lama. Hanya beberapa jam saja langsung surut dan kering.

Laki-laki itu baru dua bulan tinggal di Semarang. Sebenarnya sepuluh tahun lalu pernah tinggal di kota itu selama satu tahun sebelum hijrah ke Jakarta. Kali ini kembali ia datang dan masuk kota lumpia tersebut. Lelaki itu cukup heran dengan keramaian kota dan maraknya berbagai hiburan malam.

Sebut saja Agnes yang merupakan gadis berumur dua puluh tahun yang dikenal di suatu tempat hiburan malam executive. Wajahnya cantik dan tubuhnya indah. Menurut penuturannya dia sudah memiliki satu anak dan cerai dari suaminya. Tapi keterangan tersebut diragukan manakala Agnes harus bekerja mulai dari jam tujuh malam sampai jam dua dinihari. Bagaimana ia merawat bayinya dengan ritme kerja seperti itu. Selain muda, cantik dan menarik Agnes juga bersuara bagus dan merdu. Agnes pintar menyanyi dan lelaki itu senang menyanyi. Mudah ditebak mereka berdua langsung akrab.

Rupanya hubungan itu berlanjut dan terjadilah hal itu. Lelaki itu sering menyesali tindakan yang kadang direnung kurang beradab. Menurutkan emosinya belaka atau keadaan jauh dari keluarga barangkali sering membuatnya khilaf. Tekanan kerja dan adaptasi di sebuah kota besar makin membuat gamang sikapnya. Agnes sering curhat di sela-sela hubungan mereka. Kehidupan malam kota itu memang tidak pernah mati. Diantara tempat hiburan bertebaran pula pusat perbelanjaan yang menyebar di berbagai sudut kota.

Malam itu adalah kejadian dua makhluk yang berbeda latar belakang namun yang terjadi terjadilah. Hanya satu kali memang namun sungguh sangat membawa penyesalan berkepanjangan. Tidak jelas apakah lelaki itu yang memang tidak bermoral, atau Agnes yang memang penggoda, atau temaramnya kehidupan malam dari sebuah kota besar.

Begitulah kehidupan kadang tidak adil. Kejadian itu barangkali bukanlah luar biasa dan sering menimpa banyak orang di berbagai kota. Bicara moral kadang tidak ada habisnya. Bagaimana kata bijak dapat mencerna mereka yang saling membutuhkan dan saling menyukai. Manusia terkadang merupakan makhluk paling hebat yang pernah ada - hebat dengan keanehannya. Agnes adalah potret gadis kota besar yang akrab dengan hiruk pikuk malam hari. Dan itulah memang pekerjaan yang ditekuninya. Meskipun sebenarnya ia bukanlah wanita nakal. Mungkin hanya iseng belaka. Tidak jelas apa bedanya nakal dan iseng. Lelaki itu punya keyakinan Agnes sebenarnya baik. Pun waktu berjalan terus dan dialah yang akan menjawab. Hidup bagaimanapun harus tetap berlanjut.

Mutiara

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Tidak Kemana


“Nak makan dulu ya, yang lain sudah pada selesai tuh,” kata ibu kost lembut. Yang disuruh makan seorang laki-laki berumur 23 tahun. Perawakannya agak kurus dengan tinggi seratus enam puluh lima centimeter, berkulit sawo matang dan rambutnya gondrong.

“Terima kasih Bu, saya nanti saja makannya,” jawab sang laki-laki lirih. Jelas kelihatan dia memendam kesedihan yang sangat. Laki-laki dengan kaos warna abu-abu dan celana tiga perempat warna hitam dan bersandal jepit bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.

Kemarin laki-laki itu baru saja kembali dari Semarang.

Pekerjaan yang ditekuninya adalah seorang guru di sebuah SMA di Sragen. Sudah hampir satu tahun pekerjaan itu ditekuninya. Honornya hanya empat puluh lima ribu rupiah. Selepas menyelesaikan kuliahnya tahun 1991 dia langsung melamar sebagai pengajar di SMA katholik dan diterima. Karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh daripada menanggung biaya transport yang mahal dipilihnya kost dekat sekolahan. Sewa kostnya dua puluh lima ribu sebulan namun termasuk makan tiga kali. Setiap akhir bulan tinggal dua puluh ribu berada di kantongnya.

Dari koran Suara Merdeka laki-laki itu tahu ada lowongan di sebuah perusahaan farmasi di Semarang. Tanpa pikir panjang berangkatlah dia ke Semarang setelah memberitahu ibu kost dan minta ijin kepala sekolah tempatnya mengajar. Ada sekitar seratus lebih pelamar yang memenuhi kantor farmasi itu. Konon yang dibutuhkan hanyalah empat orang saja Maka dilakukan test tertulis selama dua jam. Selesai test peserta langsung diumumkan yang termasuk sepuluh besar dan berhak interview akhir.

Sang laki-laki 23 tahun berhasil masuk sepuluh besar.

Sebagian besar peserta harus pulang gigit jari. Begitulah susahnya mencari pekerjaan tujuh belas tahun lalu. Dan apalagi hari ini dimana jumlah pencari kerja melonjak tajam sementara pos pekerjaan terbatas. Selesai dilakukan interview oleh kepala cabang dan seorang ahli farmasi maka diumumkan empat orang yang diterima. Empat orang itu terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Kedua perempuan lulusan dari sekolah Farmasi sementara kedua laki-laki adalah jebolan Kedokteran Hewan di Surabaya. Gajinya tujuh ratus ribu rupiah. Jumlah yang wah pada masa itu.

Laki-laki sawo matang berambut gondrong tidak diterima. Begitu mendengar pengumuman dan informasi gaji, lemaslah dia. Dunia serasa kiamat dan dadanya begitu sesak.

Terbayang impiannya menggapai kehidupan yang lebih baik. Terbayang orang tuanya yang harus dia bahagiakan. Terbayang adik-adiknya yang membutuhkan biaya sekolah. Dua kakaknya memang sudah bekerja namun begitu besar tekadnya untuk bisa bekerja dengan gaji yang pantas.

“Nak, makan dululah, nanti masuk angin lho,” kembali bisikan lembut ibu kost mengagetkan angannya. Ibu kost sudah diceritakan hal pekerjaan yang gagal dan turut merasa iba.

“Percayalah nak, Tuhan akan memberi kita rejeki suatu ketika,” hibur ibu kost sambil memegang pundaknya.

“Terima kasih bu,” jawab laki-laki itu lirih seraya bangkit dan berjalan menuju meja makan. Hanya sedikit yang masuk ke perutnya karena pikiran yang ruwet.

Seminggu berlalu, usai pulang mengajar ibu kost berteriak,”Nak ada surat untuk kamu,”. Tidak sabar dibukanya surat bersampul putih bergaris biru dan berlogo perusahaan farmasi. Jantungnya berdetak kencang. Perlahan dibukalah suratnya dan isinya adalah penggilan interview.

Tanpa menunda waktu berangkatlah laki-laki itu ke Semarang sorenya.

“Saudara dipanggil karena ada seorang calon karyawan yang mengundurkan diri,” terang kepala cabang pagi harinya.

“Karena saudara secara ranking berada di tempat kelima, maka kami menawarkan bersediakah saudara …………………..,” lanjut kepala cabang dengan seksama.

Tanpa menunggu kepala cabang menyelesaikan kalimatnya laki-laki dengan gemetar mengangguk dan menjawab,” Saya bersedia pak, terima kasih banyak,”. Kali ini terbayang dibenaknya senyum orang tua dan adik-adiknya.

“Terima kasih Tuhan,” gumamnya serasa menyalami kepala cabang sambil tersenyum bahagia.

Rp. 40.000,-


Pria berumur sekitar 24 tahun itu, belum lama menikah. Bajunya dari katun berwarna coklat tua. Celananya jean lusuh berwarna hitam. Dibahunya tercangklong tas hitam. Isinya kaos, celana pendek dan alat tulis. Menikah di usia yang tergolong muda dan disaat tidak memiliki pekerjaan tetap. Pria itu hanya menjadi pengajar honorer di sebuah SMP di Solo. Gajinya sekitar lima belas ribu rupiah pada tahun 1992.

Dari rumah ke sekolah pria itu naik sepeda onthel. Uniknya bukan sepeda onthel untuk orang dewasa, namun sepeda onthel berukuran mini. Bukan untuk gaya namun karena itulah satu-satunya sepeda yang ada.

Berkeluarga bukan hal yang mudah, apalagi dengan penghasilan lima belas ribu rupiah. Sudah banyak kantor didatangi dan dilamar, tapi semuanya menjawab seragam, tidak ada lowongan. Situasi rumah tangga pasangan yang masih numpang di rumah orang tua ditambah tidak cukupnya penghasilan membuat suasana keluarga cepat berubah. Sang pria mulai merasa semua orang membencinya. Anggota keluarga yang bersikap biasa saja berubah menjadi seolah mulai tidak bersahabat. Tetangga kanan kiri yang bicara biasa dianggap seolah membicarakannya. Dunia serasa sempit dan makin menghimpit.



Selembar koran yang dibacanya siang itu di sebuah took besi menarik perhatian sang pria bergaji lima belas ribu rupiah. Dibutuhkan seorang kasir di rumah makan dekat Universitas Satya Wacana Salatiga begitu bunyi iklannya. Tanpa berpikir dua kali esoknya pergilah dia ke Salatiga. Naik bus dari Solo membutuhkan waktu satu setengah jam. Begitu turun di lampu merah jalan Salatiga Semarang pria itu langsung mendatangi pak polisi dan bertanya sebuah alamat.

Hari sudah berangsur panas, matahari menyengat pada jam 10.00 pagi itu. Sang pria terus berjalan menyusuri jalan. Peluh bercucuran di dahi dan punggungnya. Tenggorokannya kering dan haus namun terus berjalan. Beberapa lembar uang ribuan dikantongnya hanya cukup buat ongkos pulang. Setelah dua kali salah belok akhirnya tibalah di sebuah restaurant berukuran sedang.

Restauran itu bercat putih, bersih dan lokasinya strategis. Mejanya ditata rapi dan didinding terpampang daftar menu. Memang bukan restaurant mewah, hanyalah sebuah restaurant yang pengunjungnya mahasiswa.

Seorang pelayan wanita sedang sibuk membersihkan meja, sementara seorang lainnya sedang merapikan jajaran tempat makanan.

“Permisi mba, bisakah saya bertemu dengan pemilik rumah makan,” dengan sopan pria kemeja coklat bertanya kepada pelayan.

“Dari siapa yaa,?” pelayan balik bertanya.

“Saya ingin bertemu pemilik restaurant,” ulang sang pria tanpa menjawab balik dan hanya mengganti rumah makan menjadi restaurant.

Nampaknya pelayan tidak ingin bertele-tele, langsung masuk ke dalam dan melaporkan datangnya tamu kepada tuannya. Restauran itu cukup besar untuk ukuran kota Salatiga, halamannya cukup muat parkir enam mobil.

Di belakang restaurant adalah tempat tinggal pemiliknya yang dibuat bertingkat sehingga kelihatan dari jalan. Tidak lama munculah seorang ibu yang kulitnya putih bersih, berwajah cantik, berambut panjang. Sang pria menjelaskan maksud kedatangannya untuk melamar pekerjaan sebagai kasir. Sang ibu sedikit heran dan mengamati pria yang sebenarnya simpatik dan berpakaian rapi meskipun celananya lusuh.

“Mas salah alamat kali, kami membutuhkan hanya seorang kasir restaurant ini,” ujarnya sambil terus mengamati namun menerima satu bendel lamaran yang diulurkan sang pria.

Sang pria meyakinkan bahwa ia memang berniat melamar menjadi kasir di restaurant sementara sang ibu terus menolak sambil membuka-buka bendel lamaran.

“Yang kami butuhkan hanyalah kasir maksimal lulusan SMA, sementara mas seorang sarjana bahasa inggris,” jelas sang ibu mulai merasa iba.



Dengan kegigihan yang luar biasa serta meyakinkan siap bekerja dengan baik dan dibayar berapapun sang pria terus mendesak agar bisa diterima. Nampaknya hati sang ibu mulai luluh dan kasihan melihat muka yang kelelahan dan kelak dia bilang kepada karyawan lainnya bahwa pria itu berwajah ganteng. Debat antara sang pria yang terus bersikukuh dengan argument sang ibu pemilik restaurant berjalan sekitar setengah jam. Sang ibu terheran-heran bagaimana dia melayani kegigihan sang pria begitu lama.

Upaya terakhir yang dilontarkan sang ibu untuk menolak adalah gaji yang ditawarkan sebesar empat puluh ribu rupiah per bulan dan karyawan tinggal di mess belakang dengan makan seadanya. Apa daya sang pria tetap teguh dan menerima gaji yang ditawarkan tanpa syarat. Sang ibu tidak tahu bahwa gaji empat puluh ribu rupiah merupakan angka yang besar bagi pria berpenghasilan lima belas ribu tersebut. Dan yang terpenting dengan gaji itu sang pria ingin membuktikan dia mampu menghidupi keluarga.

Sunan Gunung Giri





Malam telah menunjukkan selepas jam 00.00. Suasana di makam Gunung Giri Gresik sudah berangsur sepi. Di sekitar tukang parkir tinggal beberapa orang yang masih duduk-duduk. Satu warung rokok di depan tempat parkir masih buka. Anak tangga yang menuju makan Gunung Giri di puncak bukit terlihat tenang seolah menantang siapa berani naik. Beberapa pagar masjid sudah mulai di kunci. Masih ada satu dua pedagang di samping tangga yang menjajakan dagangannya.

“Kopiah, tasbih, selempang mas, dijamin murah,” tawaran pedagang di tengah malam.
“Silakanlihat-lihat dulu mas, ndak beli boleh kok,” pedagang mengeluarkan jurusnya.



Malam itu pengunjung makam Gunung Giri sudah habis. Juru kunci seorang laki-laki tinggi besar, berkulit hitam, memakai sarung, kebaya dan sejenis jaket berwarna gelap melongokan wajahnya.

“Sudah tutup pak, oh ya dari Jakarta dan besok pagi harus kembali, silakan namun mohon tidak terlalu lama,’ akhirnya Juru kunci tersebut mempersilakan untuk masuk.

Pengunjung haruslah berwudhlu terlebih dahulu sebelum ziarah. Suasana di dalam makam begitu tenang. Ada beberapa pohon di sekitar makam. Dalam area sekitar lima ratus meter persegi terdapat banyak makam.

Makam Sunan Gunung Giri menempati sebuah bangunan layaknya rumah kecil tiga puluh meter persegi. Pintunya terbuat dari kayu jati yang diukir. Malam itu bangunan makam terlihat berwibawa. Pintu makam tertutup dan malam itu tidak diperkenankan masuk. Pengunjung bisa berdoa dan mengaji di depan makam yang dibentangkan karpet merah.

Di sekitar makam Sunan terdapat makam kelraganya seperti istri, anak, dan kerabat lainnya. Makam tersebut diatur berjejer di sebelah kiri dari makam Sunan. Terlihat seorang juru kuncen tertidur lelap kelelahan di depan makam Putra Sunan. Di seberang jajaran makam anak dan keraba t Sunan masih ada beberapa buah makam lainnya. Barangkali makam dari pengikut Sunan.

Sesuai kebaikan hati dari juru kunci maka setengah jam kemudian makam kembali ditutup setelah pengunjung terakhir keluar. Kembali suasana makam dan sekitarnya begitu lengang. Beberapa Pohon di sekitar enggan untuk bergoyang. Anginpun tahu diri dan hanya berembus sepoi-sepoi.

Office Boy (OB)

sgieex

Office Girl kantor (OB) itu umurnya baru 23 tahun. Sebut saja namanya Rosa. Asalnya dari Cirebon, Jawa Barat. Rosa adalah pekerja yang rajin, tekun dan jarang mengeluh. Setiap hari jam 06.00 WIB pagi sudah tiba di kantor. Rosa memang tinggal di kos an dekat kantor. Tidak sampai 15 menit dari tempat kos ke kantor. Pulangnya dipastikan selalu diatas jam 20.00 WIB. Tentu saja seorang OB harus menunggu semua karyawan pulang terlebih dahulu baru bisa turut pulang.

“Pak saya pengin cerita boleh tidak” kata Rosa suatu sore ketika kita bertemu di Pantry. “Hmm boleh saja Rosa, memangnya cerita apaan sih” saya lihat sikapnya agak gugup. “Tapi ini cerita Pribadi pak dan Ros mohon maaf kalau kurang pantas”. « Silakan Rosa, kamu boleh cerita apa saja « kata saya. « Bapak tahu anggota security yang bernama Alam kan » saya mengangguk dan teringat baru tiga bulan kemarin Alam kehilangan istrinya karena sakit. Istrinya meninggal dunia setelah mengalami sakit dan mereka memiliki seorang anak berusia 6 tahun. “Anu pak, Alam mengutarakan bahwa tertarik kepada Rosa”. “Selama ini kan Bapak tahu Rosa belum pernah berhubungan dengan laki-laki dan Rosa bingung mesti curhat kemana kecuali kepada Bapak yang sudah saya anggap sebagai kakak/bapak saya”.

Wah rupanya hal ini ya, pantes saja Rosa terlihat panik dan gugup ternyata pengalaman seputar hubungan atau pacaran. Lebih rumit lagi laki-laki-nya adalah teman kantor, seorang Security berusia 32 tahun yang baru tiga bulan menduda dengan satu anak. “Nggak masalah Rosa, kamu bebas cerita apa saja dan saya juga selama ini menganggap kamu adik saya, karena kamu rajin, tekun, jarang mengeluh, dan hormat kepada semua orang”. “Lantas kenapa dengan rasa ketertarikan sang teman tadi, saya lihat dia cukup baik dan pendiam”. “Dia juga rajin bekerja dan cukup pantas menjadi calon kamu”.

Itulah Rosa, seorang gadis remaja yang bekerja sebagai OB di kantor. Layaknya gadis dari daerah Rosa berpenampilan lugu dan barangkali cukup menarik bagi lawan jenisnya dengan adanya ungkapan dari Security tadi. Saya kebetulan mengenal dengan baik kedua orang tadi baik Rosa maupun Alam. Dan meskipun baru ditinggal istrinya tiga bulan Alam sudah berani mengutarakan hatinya kepada Rosa. Hmm agak egois barangkali, namun mengingat Alam memiliki anak kecil mungkin niatnya memang segera mencari pengganti ibu bagi sang anak.

Dan obrolan seputar Alam menjadi menu rutin manakala disaat istirahat Rosa bertemu saya. « Pak Rosa beranikan menanyakan kepada Alam, kenapa kamu baru ditinggal istri belum lama sudah mengutarakan hati ke saya ». Kata Rosa suatu ketika. “Apa jawabnya Rosa?” kataku. “Katanya dia tidak buru-buru kok, hanya mengutarakan keinginannya saja dan sanggup menunggu setahun dua tahun”. “Lha sikapmu bagaimana Rosa” saya lihat sorot mata Rosa ragu-ragu. “Hm Rosa belum pernah berhubungan dengan laki-laki pak, jadi Rosa belum tahu”.

Begitulah waktu berjalan sekitar 6 bulan sejak obrolan pertama dan dari obrolan singkat berikutnya saya tahu Rosa akhirnya bersedia nantinya mendampingi Alam namun minta waktu sampai siap.

Suatu siang kita ketemu kembali di Pantry. Kebetulan aku sedang makan siang nasi dengan lauk sambal dan ikan bakar. Saya tidak terlalu memperhatikan Rosa belakangan ini karena kesibukan pekerjaan. Saya ingat seminggu sebelumnya Rosa diajak wisata teman kantor ke Anyer namun menolak dengan alasan orang tuanya berkunjung ke kosnya.

“Rosa bagaimana hubungan dengan si teman”- kita selalu menggunakan kata teman untuk menyebut Alam. Rosa tidak langsung menjawab namun seperti tercekat dan perlahan matanya berkaca. Saya kaget dan dengan serius menatap wajahnya. “Ada apa Rosa?” “Begini pak” ujarnya lemas “ Alam memutuskan secara sepihak justru menjelang tukar cincin”. Blarr aku agak kaget dengan ungkapan Ros, perasaan sedih, kasihan, cemas bercampur aduk. “Apa maksudmu Rosa, apakah dia menjelaskan alasan kenapa berlaku demikian”.

Dengan raut wajah kasihan dan memelas Rosa menjelaskan “Pak dia akhirnya melamar Rosa dan sudah menyerahkan seperangkat peralatan tukar cincin”. “ Rosa bahagia Pak dan langsung menerima. Rosa beritahu orang tua di Cirebon” Menjelang hari seserahan tidak tahu kenapa Alam memutuskan begitu saja. Rosa begitu kaget dan mencari tahu kenapa. Dia hanya diam saja dan mengatakan kalau Rosa belum dewasa-lah dan belum bisa mengurus diri sendiri. Rosa tidak terima alasan itu dan terus cari tahu dan belakangan mendengar dia bertemu pacar lamanya. Rosa pusing pak, sudah mendatangkan orang tua dari kampung nggak tahunya begini hasilnya, enak saja dia memutuskan hubungan. Untunglah orang tua Rosa bijak dan dengan lembut menasihati Rosa untuk selalu sabar. Begitulah pak, seminggu terakhir Rosa bagaikan gila dan begitu sakit hati dengan kejadian itu”.

“Hmm Rosa, saya kira kejadian ini ada hikmahnya” kata saya pelan. “Saya pikir lebih baik Rosa putus disaat Rosa masih gadis, ketimbang nanti sudah menikah Rosa punya anak kemudian cerai misalnya”. Status Rosa menjadi janda kan, berbeda bila saat ini ibarat hanyalah putus cinta biasa kan. Memang sakit namun ini memberikan pelajaran yang berharga. Kata orang tua dulu sih sebelum benar-benar menikah bukan suatu hal aneh pasangan putus hubungan. Bahkan setelah tukar cincin sekalipun ada juga yang mengalami putus. Justru setelah tukar cincin itu merupakan masa kedua pihak memikirkan hubungan secara matang sebelum menginjak pernikahan.” Saya mencoba menghibur.

“Rosa sudah ikhlas pak hari ini, perangkat tukar cincin Rosa sudah kembalikan namun seminggu ini Rosa bagaikan gelap dan sangat pusing dengan kejadian itu”. Rosa akan berhati-hati untuk kedepan menjalin hubungan dengan laki-laki. Permisi pak Rosa mau melanjutkan pekerjaan” dan diapun keluar pantry dengan langkah berat.

Sing Songs


Kapan anda menyanyi terakhir kalinya? Tadi pagi ketika mandi, atau minggu lalu di sunatan tetangga, he he. Menyanyi adalah seni dan sekaligus olah-raga, nah lho. Setidaknya bagi otot wajah dan rahang. Aku sekedar pengin share perihal nyanyi ini. Dari kecil secara alamiah kita senang menyanyi meski kadang malu. Masih ingat anda malu-malu ketika SD diminta ke depan dan menyanyi. Makin lama anda akan semakin berani dan akhirnya menikmati.

Tidak kurang dari Jendral Wiranto ketika itu senang menyanyi di acara santai. Atau pak Habibie, atau sekarang pak presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak sungkan untuk menyanyi. Kenapa harus malu dan sungkan kalau menyanyi itu seni dan ekspresi jiwa kita. Bahkan program sekaliber American Idol atau Indonesia Idol-pun mengambil skill menyanyi sebagai media. Kenapa bukan skill lainnya, padahal ada tema Idola di sana. Hal ini makin menegaskan bahwa menyanyi mendapat penghargaan tinggi. Aku pengin buka kartu he he, kalau sudah masuk ruang karaoke aku sanggup menyanyi tiga jam tanpa henti he he maniak yaa. Terakhir ketika seminggu di Surabaya aku sempatkan 2 kali masuk karaoke keluarga. Bila dihitung aku sanggup menyanyi 50 lagu nonstop he he kacau yaa.Akibatnya sekarang tenggorokan sakit nih karena melantunkan puluhan lagu. Jangan dikira hanya lagu ringan macam Peterpan, Ada Band atau Koesplus, bahkan Ebit, Rhoma, Beatles dan Bon Jovi pun kita libas. Memang kita ada record main musik kecil-kecilan sih. Sejak kuliah sudah demen main gitar dan sempat menjadi lead gitar di ajang 17 belasan di kampong ha ha. Pernah juga sih manggung di Hotel Horison dalam gathering kantor yah namanya juga amatiran. Itulah kita, tanpa malu-malu dan apa adanya pamer, he he he. Terlepas dari nyanyi amatiran tadi kita bisa melihat Inul Vista sebagai trend karaoke di kota-kota besar saat ini. Bayangkan fasilitas karaoke dikemas begitu menarik dan mudah. Tinggal memilih lagu dari server, klik dan jreng suara sound systems hebat. Anda dapat bebas teriak dan berekspresi memamerkan kebolehan suara. Bisnis itulah kata ajaib yang sering mengubah hal biasa menjadi luar biasa. Karena bisnis karaoke sekarang menjadi bisnis menggiurkan. You look out that window, someone you know but it’s all look the same……hm hm cuplikan dari band kondang Swedia…..Europe

BELOVED

nrz

Adakah yang lebih membahagiakan ketimbang bercanda riang dengan buah hati kita. Setiap dari kita yang telah memiliki anak tentunya sepakat bahwa bercanda dengan anak merupakan salah satu anugerah terindah yang pernah ada. Itulah sebabnya anak disebut dengan buah hati. Manakala ia sehat dan gembira maka begitu bahagia rasa hati kita. Sebaliknya bila buah hati kita sakit begitu juga rasa hati kita, sedih dan sangat sedih.

Karena anak saya dua orang dan keduanya laki-laki, maka saya begitu bersyukur dan merasa mendapat anugerah luar biasa. Anak yang pertama dari mulai lahir, umur bulanan, setahun, mulai jalan,meracai dan mengeja satu dua patah kata begitu saya nikmati. Tidak ada secercah segar begitu kita pulang kantor dengan rasa lelah dan pikiran ruwet secara drastis sirna disambut celotehan anak. Bagaiman ia belajar mengeja huruf R, atau bagaimana mencoba menyusun kalimat atau melaporkan apa yang dialaminya hari itu. Saat ini anak pertama saya menginjak kelas 1 sebuah SMU, namun setahun kemarin kami dianugerahi kembali seorang anak laki-laki.

Meskipun umumnya orang berharap sepasang laki dan perempuan, bagi kami apapun adalah anugerah dan sama saja. Anak kedua kami menginjak usia setahun dan sedang belajar berjalan dan berceloteh. Mendengar celotehan, meskipun tidak tahu maksudnya, kami begitu gembira dan kasih saying semakin besar. Anak kami yang kedua hanya disusui sampai usia tiga bulan dan selebihnya minum susu formula. Bukan karena ibunya tidak bersedia, namun anak kami lahir dengan kekurangan dan umur tiga bulan bahkan tidak mau menyusui karena setiap menyusu merasa tersedak.

Akhirnya dicoba untuk setiap hari memeras susu dan diminumkan dengan botol, namun makin lama makin sedikit dan akhirnya berhenti sama sekali. Kami pasrah dan memberikannya susu formula. Alhamdulillah anak kami sehat dan aktif seperti bayi lainnya. Celotehan itulah yang membuat hidup kami semakin bersemangat. Begitulah setiap menginjak rumah tiada yang saya harapkan kecuali celotehan bayi kami. Dia aktif merangkak ke sana kemari, tiada mengenal lelah kecuali mulai mengantuk dan tidur. Hobinya belakangan adalah nonton TV, he he dan paling seneng melihat iklan. Bayi kami juga senang melihat balap motor, balap mobil dan juga saat adzan maghrib tidak ketinggalan menoleh dan melihat meski sedang bermain. Itulah keceriaan makhluk mungil yang diibaratkan amanah Tuhan yang harus kita jaga sebaik-baiknya.

Roman Story,,,


Baiklah tidak ada salahnya saya kembali mengangkat masalah personal. Masalah ini paling aman deh, karena tidak membicarakan siapapun kecuali diri sendiri. Biasanya topic yang saya angkat ya seputar kritik social dan semacamnya. Ngomong dan ngritik terus capek juga yaa, he he mana yang dikritik bahkan tidak mendengar atau malah tidak tahu sama sekali. Yah seberapa luaslah akses webblogs macam ini. Hampir dua tahun saja blogs ini dikunjungi kurang dari seribu orang, he he. Ya barangkali bagi orang-orang, ngapain baca blogs ini itu segala, urusan sendiri aja pusing kok.



Hmm topic personal apa ya enaknya. Sebenarnya aku ini romantic dan suka mengungkap kembali beberapa kenangan, he he. Padahal jelas aku sudah berkeluarga dan memiliki anak, malah anak pertama sudah besar, lulus SMP. Anyway curhat atau mengepresikan sesuatu adalah hak setiap orang bukan. Tidak masalah berapa umur orang itu, termasuk saya- he he ngaku tua juga yaa. Okelah kita corat coret seputar cerita roman kali ya.

Kita mulai ya, dari SD. Saat itu saya ingat bener tenarnya yang nama penyanyi cilik. Siapa sih yang tidak ingat penyanyi macam Adi Bing Slamet, Chica Kuswoyo, dan Sari Yok Kuswoyo. Nah idolaku adalah Sari Yok kuswoyo, hmm dia seumuran dengan saya he he. Cantik dan pintar nyanyi wah perpaduan idola cilik yang digandrungi anak-anak, termasuk saya. Setiap acara lagu anak yang menampilkan artis tadi dipastikan televise bakal dikerubuti penonton. Ingat tahun itu TV masih merupakan barang mewah.

Hanya beberapa gelintir yang punya TV macam pak Lurah, sekdes atau beberapa keluarga yang mampu. Bahkan sempet mengalami power listriknya menggunakan accu.

Nah kala SD itu rupanya sekolah kita sudah maju lho. Dalam artian banyak siswa kelas 5 atau kelas 6 yang sudah pacar-pacaran. Yaa tentunya pacar ala monyet kali. Demikian juga saya, sebut namanya Kristina. Hmm dia adalah murid pintar di kelas dan tentunya cantik (wah SD mana sudah ngarti cantik atau bukan yaa). Yang jelas ini cantik bener, kelak di kuliah kita masih akan bertemu dan memang besarnya dia tetep cantik he he. Cantik lho bukan manis, katanya cewek sih dibedakan kalau nggak cantik, manis, keduanya atau tidak keduanya ha ha ha. Anehnya setiap kita dipasangkan dianya pasti malu dan cemberut dan saya juga. Namanya juga anak kecil alamiahnya malu lah dijuluki pacar-pacaran kan. Lagian gimana sih gaya pacaran anak kelas 6 SD, bisa mengirim surat saja sudah hebat he he. Singkat cerita dan ini kesan yang mendalam ketika kelulusan ranking satu disabet siswa wanita, kedua saya dan ketiga Kristina tadi, hmm happy ending rupanya ya.



Gantian melanjutkan ke sekolah menengah, ternyata kita berpisah dan berbeda sekolah. Okelah sementara kisah dengan Kristina sampai disitu. Di SMP nah mulailah umur dan kedewasaan siswa meningkat kan. Sami mawon baik di kelas 1, 2 atau 3 yang namanya pacaran monyet marak, bahkan sampai sekarang kan. Kali ini kelas 1 dan 2 praktis saya menjadi jombloo, he he tidak ada pacar atau tetek bengek, no cry no women, ha ha. Baru kelas 3, ketika saya cukup menonjol, ceille, maklum bertahan di ranking 2 kelas kan. Sebut namanya Dyah, siswa kelas 2 yang memperhatikan, ho ho GR ya. Ya begitulah levelnya, pacaran ala SMP kita hanyalah sekedar sebutan dan julukan dari teman-teman. Kadang kita yang dijuluki pacaran malahan ngga banyak omong dan ngga ngerti apa kita ini pacaran he he. Okelah cerita berlanjut saja dan singkatnya di kelulusan runner up kelas dipertahanin dan rank 7 dari lima kelas. Lagi-lagi selesai sudah cerita Dyah, siswa kelas 3 saat saya lulus. Sampai hari ini saya tidak tahu dia kemana.



Berlanjut ke SMA, hmm sudah makin matang dan besar nih. Memang benar saya ingat bahkan anak kelas 2 atau 3 sudah ada yang kencan, melihat bisokop, ngapel dan sebagainya. Tentunya tidak sebagian besar dan hanya beberapa gelintir yang punya nyali singa he he. Termasuk saya tentunya he he, tapi golongan yang kurang bernyali tadi ha ha. Malah ada dua siswa sekaligus nah lho maruk ya. Tapi waktunya tidak bersamaan lah, serial getu. Sebut namanya April siswa kelas sebelah yang ranking 1 di kelasnya, dan saya ranking dua di kelas lainnya, ha bosan ya nggak pernah jadi top scorer, runner up mulu. Itulah kita bisa bersepeda bareng, ngobrol pelajaran (maklum antar ranking kan he he sombong dikit),,, Waktu goes by dan karena kita beda agama maka hubungan itu hanya sekian bulan saja sebelum bubaran dan dia menjadi pacar teman akrabku, ha ha cerita klasik ya, kayak disinetron kita.

Critanya saya maunya sih serius belajar karena persiapan kuliah kan. Tapi apa daya cerita roman masih berlanjut dan sebut namanya Susilowati gadis yang asli Solo – lha iya lah wong kita sekolah di Solo je.

Critanya dia manis, gemulai, lembut (emangnya kapas apa) dan soal ranking wah dia cenderung di bawah. Pelarian nih yee, bukanlah, ini namanya alamiah saja. Dia perhatian dan kita jomblo akhirnya ya begitulah terjadi hubungan yang disebut pacaran tadi. Ini mah pacarannya lebih banyak ngajarin soal pelajaran ke dia. Singkat waktu kita lulusan SMA nglanjutin kuliah dan wah pisah lagi karena beda fakultas.

Sudah kepanjangan kali ya critanya, oh ya gini aja, cerita saat kuliah kebetulan saya sudah pernah tuangkan di salah satu artikel blog ini. Segitu aja yaa,,,, bentar deh, itu ilustrasi adalah mantan saya, he he ngibul

Dahlia Kamboja,,,



Baiklah, semula pagi ini saya pengin ngetik beberapa pekerjaan. Namun tidak ada salahnya saya menuangkan sedikit hal yang cukup mengusik kalbu, ce ilee. Sering pertanyaan dilontarkan semacam siapakah saya, who am I. Kita semua barangkali begitu ahli dalam menilai dan menjudgement mereka atau siapapaun di luar kita. Ah si fulan orangnya egois ya, atau si falun orangnya sensitif dan seterusnya. Tidak terlepas missal media entertain kita pula yang begitu “peduli” dan senang mengorek sedalam mungkin kehidupan artis atau siapapun. Kadang kita ini munafik, mengaku memiliki tepo seliro tinggi namun tanpa henti kita menggunjing dan begitu puas memojokkan orang lain.

Kembali ke laptop, he he, aku juga manusia biasa yang punya banyak sekali kelemahan. Misalnya terhadap makhluk yang bernama wanita, he he sering aku harus lemah dan sungkan. Aku jujur bahwa aku juga menggagumi makhluk ini sebagaimana anda dan lainnya, he he. Dulu aku pernah mengajar di SD selama setahun, lalu mengajar SMP selama dua tahun dan kemudian SMA sekitar dua tahun juga. Sempet sih menggantikan rekan mengajar di sebuah institute namun tidak lama yaa karena kesibukan kantor dan seterusnya. Hmm selama mengajar tersebut baru aku makin menyadari bahwa aku sungkan dan kurang tegas bila berhadapan dan kaum hawa ini. Aku lebih berani mati-matian menghadapi mereka dari kaum Adam, he he kuno yaa - cape deh kata anak muda.

Lanjut,,,,kali ini singkatnya aku pengin menorehken tinta emas, eh maksudnya ketikan keyboard tentang seseorang. Aku tidak persis ingat kapan pertama kali bertemu dan kenal dia. Mungkin ketika di Bogor kali yaa, ketika itu aku ada training ISO di hotel Salak, depan kebun raya Bogor. Aku melihat dia, ceilee, dan dia ketika itu membantu penyelenggara dan membagikan amplop jatah dinas kita. Hmm dia sudah memakai kerudung lho. Yach itu hanyalah sepotong moment dan saya ngga yakin dia masih ingat hal ini. Time goes by dan roda berputar- apaan pula ya- lain waktu dia berada di gedung yang sama dengan aku. Masih tetap dan segalanya berjalan biasa tanpa peristiwa. Begitulah keseharian dijalanin bak air mengalir dan tanpa ada sesuatu. Yach namanya manusia biasa, pelan, lambat kok ada sesuatu tentang dia. Hmm memang dia itu baik dan saya melihat berpribadi kuat. Dia juga cekatan, rajin dan sikapnya baik pada semua orang. Pembaca budiman, maaf yaa, dia itu sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dan sayapun juga, he he dasar laki-laki yaa. Sebentar deh, aku tidak berbuat apapun yang menyalahi hukum negara apalagi hukum Alloh. Kan banyak pepatah mengatakan semisal cinta tidak harus memiliki, mimpi perlambang bunga tidur dan lainnya. Nah ini, nggak tahu entah gimana ceritanya aku mengalami banyak kejadian, wuihh berlebihan kali yaa. Maksudnya hmm pada dasarnya ya tadi, segalanya biasa sekali, biasa seperti anda dengan rekan wanita anda, semuanya berjalan begitu saja. Mimpi itu datang dan tidak sekali, entah aku lupa berapa seringnya. Mimpi tentang dia hmm, masalahnya kita tidak bisa mengendalikan mimpi bukan. Ada banyak memori di otak dan bawah sadar kita dan ketika kita tidur muncul begitu saja. Hm mimpi bunga Dahlia Kamboja, mimpi yang membikin gundah, gulana, kangen, he he romantis yaa. Mimpi itu terus hadir dengan berbagai tampilan dan kejadian. Ya begitulah mimpi terus berjalan termasuk tadi malam. Aku merasakan mimpi yang lama sampai aku terbangun jam 04.30 WIB, mandi, sholat dan berangkat. Dalam perjalananpun aku banyak menghela napas, hmm si dia. Begitu ajaibnya mimpi yah bisa memporak porandakan kita, he he kayak rak piring saja. Pembaca itulah aku yang rupanya bermimpi telah memetik dahlia kamboja. Lagi-lagi maaf ini hanya mimpi ya, aku tidak pernah meminta atau mengarang dan hari sebelumnya semuanya biasa saja. Mimpi itu datang begitu saja mengalir dan terjadilah. Lantas buat apa aku ceritakan semua ini, hmm entahlah, yang jelas cerita ini bukan cerita ideal macam Romeo-Juliet, Sampek-Entai, Pangeran Charles-Lady atau sepasang remaja dimabuk asrama, eh kebalik yaa. Yaa memang gundah, gulana dan kangen, tapi ya untuk apa, Dia adalah seorang ratu keluarga ideal dan segalanya sudah sempurna, siapa mengusik akan dihujat dunia, dan dia sudah pada tempat dan takdirnya, akupun merasa demikian, aku berkeluarga memiliki anak dan sekuat tenaga menjadi bapak yang baik. Hanya tersisa satu hal, mimpi itu kenapa sering datang dan mengundang kangen, adakah dia juga bermimpi, entahlah,,,,sayup-sayup terdengar lagu “love of a life time”.

And still,,,the cat



Saya pengin kembali sharing perihal hewan peliharaan (pets). Sebelumnya pernah satu artikel mengenai pets saya tampilkan diblogs ini. Entah kenapa sejak kecil saya menyukai hewan yang bentuknya seperti miniature harimau. Menurut saya hewan ini pada dasarnya jinak dan senang berdekatan dengan orang. Bila kita peduli dan melatih, mereka akan nurut dan tidak nakal.

Tentunya memang kita harus berniat menolong dan memberinya makan. Coba perhatikan bila kita rajin memberinya makan mereka akan jinak, tidak nakal dan akrab dengan kita. Tidak terlampau susah jenis makanan yang diberikan. Bahkan cukup dengan nasi putih barangkali dicampur tempe atau ikan asin. Kucing adalah binatang rumahan yang hidup di sekitar kita. Tentu saja mereka membutuhkan makan. Umumnya mereka akan mengais sisa makanan di tempat sampah, atau mendekati warung makan dan minta makanan orang yang beli atau memakan sisa. Hanya terkadang kucing kampung ini tidak cukup mendapat makanan dari tempat sampah dan sering diusir pemilik warung karena mereka anggap mengganggu dan sebagainya. Terpaksa kan mereka terus berburu makanan hingga kadang mencuri sepotong ikan asin. Tidak jarang pula banyak yang tega menyakiti hewan ini karena berbagai hal, dari suaranya yang berisik, mencoba mencuri makanan sampai yang memang tidak menyukai hewan ini. Waktu kecil saya miara kucing kampung serta dengan rajin saya beri makan nasi dan ikan asin. Saking akrabnya bahkan sang kucing sering mendekam di dada saya saat saya tidur malam. Tentu saja saya belum tahu apakah hal ini berdampak pada kesehatan kita, namun Alahamdulillah saya tidak tertular penyakit apapun. Konon memang dari kotoran kucing bisa menularkan semacam penyakit, namun kasusnya setahu saya jarang terdengar. Saat ini sudah lima tahun saya miara kucing yang termasuk jenis Anggora. Kucing ini saya rawat sejak umur tiga bulan. Kucing saya jantan dan berwarna putih. Cerita saya di blogs sebelumnya sudah sedikit menyinggung perihal peliharaan saya ini. Awalnya anak saya pengin dibelikan kucing untuk menemani tidur. Kita carikan sana sini dan akhirnya kita dapatkan meski harus menebusnya dengan sejumlah harga. Ada tiga hal yang pengin saya gambarkan dari kucing peliharaan ini. Kadang bila pulang kampong saya harus menitipkannya di rumah seorang dokter hewan. Lamanya bisa antara satu sampai dua minggu. Lucunya bila kita selesai mudik dan mengambil pulang, kucing saya selalu bingung dan penginnya ngumpet. Saat kecil dan masih sering tidur bersama kita di lantai kamar, pernah kita coba taruh di luar kamar sekembalinya dari penitipan. Ehh nekatnya sang kucing menggaruk-garuk pintu bersikeras pengin masuk. Dan benar begitu masuk langsung mencari tempat ngumpet, biasanya dikolong tempat tidur. Hal ini akan berlangsung dua sampai tiga hari sebelum sikapnya kembali normal. Yang kedua adalah gayanya kalau kita baru pulang dari bepergian pasti disambut dengan sikap manjanya dan diikuti berguling-guling di depan kita, seolah pengin menyapa dan bersikap lucu. Terakhir, belum lama ini kucing saya terserang apa yang disebut Hematom pada telinga, akibatnya terdapat bengkak pada daun telinga. Kata dokter hewan hal ini disebabkan kucing sering menggaruk telinga seringnya karena gatal dan menyebabkan ada urat telinga yang luka. Akhirnya bengkak ditelinga dan berisi cairan. Cairan ini harus disedot dan dilakukan penjahitan. Namun kali ini hematom tidak mudah disembuhkan. Beberapa kali disedot selalu kembali bengkak. Sampai tiga jahitan dilakukan dan mengakibatkan telinga kirinya agak berkerut. Terpaksa kucing kita ini dirawat di dokter hewan sampai sebulan lebih. Untunglah kita sudah kenal baik dengan dokternya dan dikenai charge tidak terlampau mahal. Setelah sebulan lebih nampaknya telinganya berangsur membaik namun tetap berkerut dan tidak normal lagi. Hmm sebulan ditinggal sang kucing yang diberi nama oleh anak saya dengan sebutan “TAKAU” membuat kami sekeluarga sangat kangen tingkahnya yang lucu. Akhirnya kita jemput dan kembali di tengah-tengah keluarga meski dengan telinga yang belum sempurna. Lagi-lagi penyakit lucunya kambuh dimana perlu dua hari untuk bingung dan ngumpet sebelum sikapnya normal. Anak-anak tetangga banyak yang menanyakan kemana perginya sang Takau kok lama tidak kelihatan. Rupanya mereka juga kangen dengan kehadiran kucing kita. Saya cukup kaget mendengar komentar dokter bahwa berat kucing kita mencapai tujuh kilogram dan merupakan kucing terbesar yang pernah mereka temui. Bahkan banyak pemilik hewan lain yang naksir berat dan ngebet pengin membeli kucing kita. Tentu saja kita tidak akan pernah menjualnya. Padahal konon kucing jenis ini bila dilengkap dengan surat keterangan silsilah harganya bisa mencapai dua puluh juta rupiah. Yah mau berarapapun tentunya persahabatan tidak bisa dinilai dengan uang bukan. Doakan ya semoga kucing saya selalu sehat dan kerut ditelinga dapat kembali pulih.

Dokter,,,



Hmm ,,, dokter adalah profesi yang unik. Bila kita tanya anak kita akan jadi apa kelak bila sudah besar maka jawabnya antara lain pengin jadi dokter, insiyur atau tentara. Jadi rupanya hampir setiap anak pengin dan berangan-angan jadi dokter. Salah satu sebabnya kurang lebih bahwa setiap anak tentu mengenal profesi ini ketika masa kecilnya entah sakit atau saat imunisasi. Sehingga tidak heran sosok dokter terbayang jelas di-angan setiap anak.

Keunikan dokter bisa lebih lanjut terlihat dari sekolahnya. Selepas sekolah menengah bagi mereka yang mendapat top rank nampak secara alami memasukkan fakultas kedokteran dalam pilihannya. Tidak heran bila fakultas kedokteran merupakan salah satu fakultas favourite. Padahal jelas dibutuhkan tidak hanya otak encer dan waktu yang lama namun juga biaya yang besar. Pun selalu berjubel jebolan sekolah menengah ngantri masuk fakultas ini. Saking favouritenya konon banyak yang bersedia membayar puluhan sampai ratusan juta guna mendapat satu kursi di fakultas ini.

Keunikan berikutnya adalah ilmunya itu sendiri. Berbeda dengan reparasi mobil atau televisi yang lebih pasti dan resiko kecil. Reparasi tubuh manusia oleh dokter sangat beresiko tinggi. Bila diagnosis mobil meleset paling hanya satu atau bebera parts perlu diganti, lha kalau diagnosis atas tubuh manusia meleset, tidak jarang nyawa menjadi taruhannya. Jadi obyek hidup merupakan obyek unik dari profesi ini.

Berikutnya adalah seputar etika dimana sebagai dokter sangat besar godaannya utamanya dalam membuat resep obat baik untuk pasien atau untuk apotik rumah sakit. Tidak jarang berdatangan perusahaan farmasi menawarkan berbagai bonus dan hadiah bila dokter bersedia meresepkan obatnya. Bila kurang berpegang pada etika maka doker bisa terjebak dan berdampak pasien menjadi korban.

Seorang dokter akan memiliki berbagai permasalahan yang tiadak putus-putusnya. Sebagai gambaran bila anak anda lahir di sebuah rumah sakit A, maka mulai dari umur 1 hari dan seterusnya dokter anak akan menjadi tumpuan. Bila anak anda pilek atau panas segera dokter anak yang akan anda minta bantuannya. Pernahkah terbayang seorang dokter anak dalam sesore sampai malam praktek harus menangani 10 sampai 50 anak. Belum jadwal operasi dan pasien yang parah dan seterusnya.

Saya memiliki pengalaman cukup mendalam berkaitan dengan dokter anak ini. Bayi saya pernah lahir dengan kelainan bawaan. Istilah kedokterannya disebut Omphalocele yakni semacam organ atau usus yang tidak sempurna masuk ke dalam perut bayi. Pada minggu 10 ukuran janin di rahim masih kecil dan beberapa organ dan usus berkembang di luar janin. Seiring membesarnya janin organ/usus ini perlahan tertarik dan masuk ke dalam perut janin dan menutup sempurna. Bayi saya karena sesuatu hal tidak selesai menutupnya dan ada organ tertinggal di luar. Nah organ ini harus perlahan dimasukkan ke dalam perut dan dijahit agar sempurna.

Singkatnya bayi saya terancam meninggal dunia bila tidak ditangani medis secara tepat. Untuk proses kelahiran saja terdapat sekian banyak dokter seperti dokter kandungan, dokter bedah, dokter anak, dan dokter anestesi. Setelah lahir harus ditangani satu tim dokter untuk perawatan selanjutnya samnpai dinyakatan sehat dan boleh pulang. Hampir satu bulan bayi saya harus tinggal di rumah sakit.

Salut buat dokter anak yang dengan tekun setiap menit dan jam merawat bayi saya. Napas mesin, infuse dan obat setiap hari dipantau mili demi mili. Ditingkatkan sedikit sedikit secara tepat agar bayi segera lepas masa kritis dan berangsur membaik.

Akhirnya satu bulan perawatan dan diperbolehkan pulang meski harus control tiap minggu, lalu dua minggu dan satu bulan. Dilanjutkan dengan imunisasi tiap bulannya. Saat ini bayi saya sudah sehat dan berumur delapan bulan. Setiap bayi saya pilek atau panas langsung telepon dokter anak tersebut dan segera disebutkan harus membeli obat apa. Rasanya dokter anak kita ini selalu siap 24 jam tentunya tidak hanya bagi bayi saya namun juga bagi ratusan bayi lainnya.

Ada beberapa hal yang patut direnungkan mengenai profesi dokter ini. Tidak disangkal mereka memang kaya raya dan mendapatkan begitu banyak uang dari pasien. Namun jarang yang memikirkan bagaimana kehidupan seorang dokter. Mereka harus sedia kala setiap detik dan menit demi pasiennya. Bila pasien sembuh dan sehat nampaknya kita berpikir ya sudah semestinya. Bila meleset kadang timbul tuduhan malpraktek dan seterusnya. Saya tidak hendak membela profesi dokter, namun perlu diingat mereka juga manusia yang bisa khilaf dan memiliki banyak kekurangan. Barangkali ini hanya sepotong kisah profesi dokter. Gambar di atas adalah bayi saya usai operasi dan dirawat di NICU sebuah rumah sakit di Bekasi.

Hobi dan Mobil


Bicara hobi tentunya bakal tiada batasnya. Dari sekian banyak orang akan memiliki hobi yang berbeda dan beragam. Saya tidak hendak membahas hobi orang lain, wong hobi-hobi mereka, jadi lebih afdol membahas hobi sendiri-lah. Satat masih SD saya sangat terobsesi akan sosok kendaraan bus. Kelihatnnya gagah dan besar. Bila pulang sekolah saya sempatkan nongkrong di pinggir jalan mengamati bus yang lewat. Tidak jarang sama teman lainnya tebak-tebakan bus apa datang dari arah mana jam berapa.


Bahkan sempat tercetus pengin menjadi sopir bus, he he namanya juga anak-anak kan.

Ketika menginjak sekolah menengah dan terus sampai kuliah minat terhadap kendaraan meluas dan tidak hanya pada bus namun pada mobil umumnya. Dulu kala di sekitar rumah yang memiliki mobil tidaklah banyak. Tahun-tahun itu mobil yang ada di sekitar kita adalah Citreon, Peugeot, Datsun, Daihatsu, Suzuki, Toyota, Fiat maupun Mercy. Tetangga yang punya mobil datsun pick up punya bisnis penyewaan sound system dan kita – anak-anak sering diajak, wuih senangnya bisa naik mobil. Selain Datsun ada juga Chevrolet pick up yang bentuknya mirip, dan kita juga sering naik kendaraan ini, nebeng tentunya.



Saat kuliah kebetulan kita akarab debngan salah satu dosen yang memiliki mobil Daihatsu Hijet, nah pulangnya sering bareng. Saat itu hebat nian nih bisa naik minibus ini. Saat kuliah kita akarab dengan tetangga yang memiliki banyak mobil yakni Chevrolet tadi, Panther, Corolla dan sekian truk. Nah kita sering kebagian naik bila yang empunya mengajak. Kebetulan saya sangat akarab dengan keluarga tersebut dan dianggap keluarga sendiri.

Menginjak bekerja di perusahaan farmasi, kendaraan yang dikendarai , tentunya milik perusahaan adalah kijang dan katana. Kita sering jalan keluar kota seperti Magelang, Purworejo dan Cilacap. Kantor kita ada di Semarang. Wah tahun segitu naik katana dari Semarang ke Cilacap terasa gagah dan keren.

Akhirnya tahun 1992 saya menginjakkan kaki di Jakarta. Nah disinilah gudang dan pusat berbagai kendaraan. Mulai dari yang biasa sampai yang super mewah.

Beragam kendaraan pernah kita turut mengendarai, dari Minibus sampai sedan Mercy mewah. Tahun 1996, untuk pertama kali saya membeli mobil dengan cara kredit. Mobilnya adalah Suzuki Forsa buatan 1989. Mobil ini irit dan bandel. Record-nya adalah empat kali dibawa pulang ke Solo. Hanya setahun megang Forsa dan ganti dengan Starlet 1987. Mobil ini jauh lebih enak dan bandel dari Forsa. Hampir sama recordnya adalh ke Solo 4 kali. Dengan Starlet 1987 bermesin 1000 cc dan modifikasi CDI saya pernah “memecahkan” record 9 jam untuk jarak Jakarta – Solo.

Umumnya saya hanya mengendarai mobil setahun atau paling lama dua tahun. Bahkan ada sebuah mobil yang hanya enam bulan saya pakai dan kemudian ganti lainnya. Sampai saat ini saya sudah 15 kali gonta ganti mobil dimana hanya 1 kali megang Suzuki dan sisanya adalah Toyota. Saya kebetulan pemuja merk berlogo tiga elips ini. Toyota terkenal reliable, handal, tangguh, namun tetap ekonomis.

Ada kejadian cukup unik, ketika saya mudik sekeluarga mengendari Kijang Grand tahun 1992. Saat malam mengatur muatan dan memundurkan mobil terdengar suara ngik ngik. Saya piker hanya karena beban yang berat atau bushing karetnya. Tengah malam kita cabut dan lewat jalur selatan. Sampai Tasikmalaya wah suara ngik-nya makin kencang. Saya sempatkan ngintip ke kolong dan tidak mendapatkan hal aneh. Perjalanan lanjut terus dan di Yogya, kembali saya cek dan lihat ke kolong. Ternyata dudukan shockbreaker depan patah dan shocknya melesak ke bawah. Ternyata dari sini asalnya bunyi dan saya sadar selama ini batang torsi depanlah yang kerja keras menahan beban. Bayangkan mobil dengan muatan penuh penumpang dan barang bisa selamat sampai Solo. Baru paginya saya bawa ke Auto 2000 dan ganti shock depan sebesar 300 ribu dan beres.

Itulah handalnya Toyota.

Saya suka gonta ganti mobil dan kesemuanya mobil tua dan tidak ada yang baru. Mobil terbaru yang pernah saya miliki adalah tahun 1995 sementara yang tertua adalah Hartop 1977 dan Corolla 1978. Bahkan dengan Corolla 1978 saya setiap hari menempuh rute Bekasi – Jakarta selama 1 tahun dan tidak sekalipun mengalami masalah, apalagi mogok. Hebatnya mobil ini pernah menerjang banjir lebih dari setengah ban dan aman lewat. Ilustrasi adalah Toyota Land Cruiser terbaru !!
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog