Responsive Banner design

Ala Lexus

Sampai awal 1990-an dunia masih mengenal mobil mewah dari benua Eropa dan Amerika. Bisa disebutkan mobil seperti Mercedes, BMW , Bentley atau Jaguar adalah mobil kelas atas dari benua tadi. Sementara dari Amerika bisa disebutkan semaca Lincoln atau Cadillac. Praktis belum ada wakil Jepang dalam kancah persaingan mobil mewah. Sementara trio terkuat Jepang yang berhasil menerobos surga pasar otomotif dunia – Amerika – adalah Toyota, Honda dan Nissan.

Pasar otomotif Amerika yang begitu potensial dengan penyerapan produk otomotif berkisar 15 juta unit per tahun memang menjadi kue rebutan seluruh produsen mobil. Tidak kurang dari puluhan merek impor dan local beradu memasarkan produknya dan merebut perhatian pasar. Dari kubu Eropa nampaknya Mercedes, VW dan BMW merupakan yang terkuat sementara dari kubu Jepang wakil terkuatnya adalah Toyota. Bahkan untuk jumlah produk global Toyota sekarang berada di posisi 2 dunia di bawah raksasa General Motor. Sementara grup Chrysler yang sebelumnya runner up merosot di tempat ketiga.

Meksipun besar Toyota sering dijuluki hanya mampu membuat mobil murah belaka. Hal ini bertahan bertahun-tahun sampai petinggi Toyota mencetuskan project mobil mewah-nya. Dibuatlah merek kedua mewakili merek Toyota untuk mobil mewah yakni Lexus. Sekitar tahun 1990 diluncurkan produk pertama mobil mewah lexus dengan kode LS400. Produk ini langsung menggebrak pasar dan menyamai pesaingnya semacam Mercedes, BMW dan Cadillac tadi.

Konsep lexus adalah upaya tiada henti mencapai kesempurnaan. Hal ini terbukti dengan produknya mendapat penghargaan sebagai mobil mewah dengan kepuasan tertinggi. Pasar mobil mewah yang sebelumnya conservative dan monoton didobrak Lexus dengan berbagai terobosan. Awalnya mobil mewah enggan menyebut harganya pada kegiatan promosi-nya. Produsen atau dealer juga sedikit jual mahal dalam pelayanannya. Misalnya mobil yang diservice menginap belum tentu mendapat mobil pengganti.

Lexus mendobrak dengan terang-terangan menyebutkan harga jajaran produknya. Produk andalannya adalah berupa sedan mewah dan disusul dengan sedan sport mewah dan disusul dengan SUV dan jeep mewah. Pelanggan Lexus benar benar diperlakukan bak raja disaat datang ke dealer atau bengkel resmi Lexus. Mobil pengganti disiapkan dan pelayanan dilakukan jauh melebih harapan pelanggan.

Tidak butuh waktu terlalu lama yakni hanya sekitar satu decade saja dari tahun 1990 Lexus menjadi salah satu merek premium paling mapan dan disegani di Amerika. Badan Independen Survey kepuasan pelanggan Amerika – JD Power berkali-kali menganugerahi Lexus sebagai merek dengan kepuasan tertinggi. Lexus juga dibekali dengan berbagai teknologi dan fitur canggih setara atau melebihi pesaingnya dari Eropa dan Amerika.

Orang kaya Amerika dan Eropa mulai berlomba mengoleksi Lexus sehingga penjualan mobil mewah ini berhasil menggungguli merek lainnya. Produk Lexus nampak seolah mengadopsi Mercedes namun dibuat dengan lebih bagus lagi. Konon hal yang begitu menonjol dari Lexus adalah suspensi super nyaman dan kesenyapan kabin yang nyaris sempurna. Selebihnya adalah factor reliability produknya dimana menurut salah satu survey pelanggan pembeli Lexus mengalami keluhan di bawah 10 item dari ribuan item cek list selama kepemilikan 3 bulan pertama. Prestasi ini berkali-kali dipertahankan dan menjadi merek dengan kepuasan tertinggi.

Paten

Menurut kamus Oxford Advanced Learner’s patent is an official document giving the holder the sole right to make, use or sell an invention and preventing others from copying. Cukup jelas bahwa paten diartikan memberikan hak bagi pemegang paten untuk membuat, menggunakan atau menjual temuan dan melindunginya terhadap orang lain yang berniat mengkopi. Bila kita mempunyai suatu produk baik barang atau jasa yang murni adalah temuan kita maka mengacu penjelasan tersebut kita bisa mematenkan produk kita tersebut. Kadang-kadang ada keterlibatan royalty di sana yakni membayarkan sejumlah tertentu kepada pemegang paten karena kita menggunakan produknya.

Ketika marak motor china menyerbu pasar nasional menguak insinden dari kubu Honda yang menuntut produsen motor china karena telah meniru produk yang dipatenkan. Entah sampai dimana polemic tersebut karena tentunya cukup rumit penyelesaiannya dan apalagi terlibat adanya persaingan bisnis di sana. Sering dalam surat kabar tercantum pengumuman mengenai hak paten atas produk tertentu dan larangan meniru atau mengkopi produk tersebut. Bahkan logo-pun sering harus dipatenkan sehingga pihak lain tidak mudah begitu saja meniru logo tersebut.

Kita mestinya tersentak ketika sebuah harian media memberitakan bahwa angklung akan dipatenkan oleh Malaysia. Malaysia mengklaim bahwa di Johor-lah permaian angklung berawal. Padahal menurut tokoh angklung Indonesia yang pernah ke Johor tahun 80-an (?) tidak menemukan adanya angklung di sana. Disamping masyarakat Johor masa itu bahkan tidak mengenal permainan angklung. Nampaknya bahwa angklung sebenarnya adalah murni berasal dari Indonesia. Bahan pembuatan angklung adalah bamboo dan tidak semua Negara memiliki pohon ini. Sejauh ini juga kita tidak pernah mendengar ada Negara, kecuali Malaysia tadi, yang mempertontonkan permainan angklung ini. Pemerintah sebaiknya segera mengklarifikasi hal ini dan secepatnya mengajukan paten.

Barangkali ini nampaknya kali kesekian kita kecolongan. Tentunya kita masih ingat bahwa tempe sudah dipatenkan oleh Jepang, sementara kita juga memiliki produk ini. Trus batik kalau tidak salah juga sudah didahului oleh Malaysia dalam mematenkan produk. Lantas nantinya apa yang tersisa dari kita kalau semua item satu persatu diaku dan dipatenkan oleh Negara lain?

Teman kantor saya pernah diundang yahoo ke Jepang selama seminggu atas temuannya mendesain permainan dakon dalam games yahoo. Artinya permainan dakon sebenarnya adalah murni milik kita. Ada baiknya segera dipatenkan agar tidak terjadi pembajakan oleh pihak lain.

Bahwa sumber daya yang kita miliki begitu melimpah namun pengelolaanya masih amburadul. Kita diberikan tanah sampai seluas hampir 2 juta kilometer persegi sementara Singapura hanya punya 600 kilometer persegi. Belakangan Singapura sibuk membuat daratan baru atau reklamasi pantai yang konon menggunakan pasir yang digali dari pulau kita di sumatera.

Kita juga dilimpahi dengan hutan dan kayu luar biasa luasnya sementara pengusaha dan pemerintah hanya mampu menjual dalam bentuk gelondongan tanpa sedikitpun ada nilai tambahnya. Kita menangkap kesan bahwa berbagai sumber daya kita yang melimpah seolah dipakai “bancakan” oleh sekelompok orang entah itu pemegang hak atau pengusaha, termasuk belakangan marak insiden illegal logging.

Kita harus segera bangkit dan mengelola semua sumber daya yang kita miliki lebih optimal. Bila produk yang kita miliki memang genuine dan berpotensi kenapa tidak segera mempatenkan ke badan paten internasional. Kasus rebutan pulau sipidan ligitan yang akhirnya dimenangkan Malaysia membuktikan lemahnya kita adalam mengelola sumber daya. Haruskah angklung kembali berhasil dipatenkan Malysia, atau dakon dipatenkan Jepang?

Sekedar menyebut sumber daya berpotensi bisa kita sebut seperti wayang kulit, wayang golek, campur sari, berbagai makanan khas serta seabrek kekayaan asli Indonesia lainnya.

Berapa

Berapa revenue global sebuah industri otomotif, sebut saja Toyota dalam setahun. Berhasil membuat sekitar 8 juta unit mobil dan bila dimudahkan harga per unitnya 100 juta maka setidaknya teraup sekitar 800 triliun per tahun. Revenue ini hampir setarakah dengan jumlah asset seluruh perbankan tanah air. Memang hanya perusahaan global yang mampu menghasilkan revenue sebesar ini. Perusahaan local wah nanti dulu, boro-boro triliunan.

Berapa revenue terbesar perusahaan kita. Katakanlah Telkomsel dengan sekitar 24 triliun, Astra dengan sekitar 13 triliun per tahun. Berapa pula revenue Pertamina atau BUMN lainnya. Adakah yang tembus 50 triliun barangkali, nampaknya belum kali yaa.

Berapa jumlah karyawan Toyota secara global? Di bawah 100 ribu orang nampaknya dan terlihatkah tingkat produktifitasnya yakni dengan membandingkan besarnya revenue tadi. Berapa pula jumlah karyawan seluruh perbankan nasional? 200 ribu atau lebihkah. Berapa juga revenue-nya. Produktifkah?

Berapa asset pribadi Bill Gates yang konon mencapai 45 milyar dollar atau sekitar 40 triliun. Atau asset Sultan Bolkiah dari Brunei yang bersaing ketat dengan Bill Gates. Koleksi mobil Bolkiah yang mencapai 2000 unit dan semuanya berharga mahal.

Menjadi pejabat di Indonesia belakangan marak diramaikan dengan pelaporan jumlah asset. Ada pejabat yang beraset mulai dari 600 juta rupiah, 2 milyar, 7 milyar sampai di atas 1 triliun.

Berapa biaya kampanye sepasang calon gubernur? 50 milyar rupiahkah?

Berapa gaji seorang CEO di Indonesia per bulan. Ada yang bergaji 50 juta rupiahkah atau 150 juta rupiahkah - per bulan. Berapa gaji pegawai negeri. Adakah yang masih di bawah 1 juta rupiah atau ada yang 4 juta rupiah.

Berapa jumlah penduduk kita, 250 juta orangkah. Trus berapa hutang kita, diatas 200 milyar dollar kah. Berapa APBN kita, 600-an triliun rupiahkah.

Berapa harga sebuah mobil formula satu, 120 milyar rupiahkah. Dan berapa harga sebuah motor GP? 25 milyarkah.

Berapa harga tiket penerbangan London ~ New York dengan pesawat Concord? 80 juta rupiahkah?

Berapa tuntutan Tata, mantan istri Tommy? Konon 200 milyar. Hmm berapa penghasilan buruh bangunan per hari? 25 ribukah. Berapa biaya masuk kuliah di UI? 4 juta rupiahkah.

Berapa jumlah penduduk dunia? 6 milyarkah. Berapa umur bumi ini? Ribuan atau jutaan tahunkah.

Berapa tahun lagi akhirnya kiamat akan datang? 160 tahun lagikah?

Musik Tanah Air

Baiklah, tiada salahnya dicoba mengulas seputar musik tanah air. Entah siapa yang terbesar antara Rhoma Irama, Ebiet G Ade, Sundari Sukoco, Titik Puspa, Indra Lesmana, Waljinah atau Didi Kempot. Tentunya masih terdapat puluhan lain tokoh dalam musik kita yang bisa ditambahkan dalam deret tadi, namun setidaknya beberapa nama tadi pantas disebutkan. Pun pembandingan ini bakal tidak apple to apple mengingat ragam musik yang ada. Mulai dari dangdut, keroncong, pop, jazz, gendhing jawa bahkan campur sari.

Tidak berlebihan bila bung Rhoma merupakan legenda hidup musik dangdut kita. Lagu ciptaannya bisa jadi mencapai puluhan atau ratusan buah dan menggema di berbagai tempat tanah air. Bahkan konon sampai ke Malaysia. Sampai hari inipun bung Rhoma masih sering tampil di televisi mendendangkan lagu-lagunya. Warna musik dangdut bung Rhoma adalah khas, karakternya kuat dan tidak mudah pemusik lain menirunya. Hal ini wajar mengingat grup dangdutnya digawangi sekian banyak pemusik mulai dari suling, ketipung, beberapa guitar, ecrek, terompet dan belakangan ditambah drum dan perkusi. Kita bisa sepakat bahwa warna musik dangdut Rhoma pantas menjadi sebuah kiblat musik.

Siapa pula tidak kenal bung Ebiet yang jernih melantunkan lagu-lagu bernuansa pop nan bening. Bung Ebiet kental mencantumkan syair dan lyric indah dalam lagu-lagunya. Penonjolan karakter vocal bung Ebiet begitu kental meski dentingan guitar, piano, bas dan drum sayup-sayup mengiringi. Lagu-lagu pop ala Ebiet begitu nikmat dinikmati sembari duduk santai dan minum the hangat. Karakter dan warna musik Ebiet begitu tangguh tak tergoyahkan. Kembali kita mendapatkan satu prototip kiblat musik local. Bung Ebiet pantas dimasukkan legenda musik kita.

Mba Sundari Sukoco atau akrab disebut mba Untie, tidak kalah juga mewarnai ragam musik local. Dengan alunan suara merdu nan lembut melantunkan lagu-lagu keroncong dan menghanyutkan kita pada nuansa damai nan teduh. Sudah berapa banyak album dikeluarkan dan berapa puluh lagu keroncong dilantunkan tentunya bukan hal penting manakala sosok mba Untie identik dengan lagu keroncong. Konon mba Unti beberapa kali diundang ke Istana Presiden guna melantunkan lagu-lagu keroncong. Meski relative muda mba Untie pantas disebut sebagai legenda musik local. Pemuatan profil mba Untie pada situs www.tokohindonesia.com makin mengukuhkan bagaimana bobot beliau dalam musik local. Saya beruntung pernah menjadi sahabat beliau ketika bersama-sama menempuh pendidikan pasca sarjana.

Titik Puspa, hmm siapa pula yang tidak mengenal nama besar beliau yang pada usianya yang sudah cukup umur masih begitu energik dan cantik. Bicara hingar bingar dunia panggung musik local tentunya tidak bisa lepas dari keberadaan beliau. Begitu spontan, begitu lincah, begitu riang adalah gayanya di setiap penampilannya. Saya kebetulan sempat melihat di televisi ketika beliau berada dalam rumahnya yang begitu besar serta menekuni bisnis catering. Hmm pemusik sekaligus pebisnis adalah kombinasi indah yang berhasil dirajut beliau. Artis serba bisa ini juga tentunya sangat pantas menjadi acuan dan legenda musik kita. Kita masih kagum dan terus mendukung kerja keras beliau menegakkan dunia musik tanah air.

Bung Indra Lesmana, sosok anda yang kalem, ganteng dan low profile menjadi kekaguman banyak kawula muda. Musik jazz yang bisa dimasukkan kelompok musik modern adalah keahlian dari bung Indra. Beliau pernah aktif terlibat dalam beberepa band jazz tanah air. Tidak berlebihan bila Indra Lesmana adalah salah satu pelopor musik jazz tanah air. Kiprahnya didunia jazz baik local maupun mancanegara makin mengukuhkan sosoknya sebagai profil pemusik jazz handal. Beliau juga tidak berlebihan dimasukkan daftar legenda musik tanah air. Kita masih menunggu karya karya hebatmu bung Indra.

Waljinah dan Didi Kempot mewakili dari kubu musik daerah utamanya musik jawa. Waljinah kesohor sebagai pesinden lagu jawa. Beliau terlibat dalam banyak pementasan wayang kulit sebagai pesinden maupun pelantun lagu-lagu jawa di banyak kaset. Sampai sekarang pun beliau masih konsisten di jalur sinden dan aktif tampil baik off air maupun on air. Kang Didi Kempot masyur dengan musik yang disebut sebagai campur sari. Yakni kombinasi antara musik modern dan tembang jawa. Hasilnya adalah lagu-lagu yang enak didengar dan disukai berbagai kalangan terutama di ranah jawa. Praktis bicara musik campur sari adalah tidak bisa lepas dari nama besar kang Didi Kempot ini. Tidak hanya ajang local yang beliau rambah, ajang mancanegarapun juga dimeriahkan dengan musik campur sari. Konon kang Didi sempat diundang ke Suriname dalam rangka unjuk kebolehan musik campur sari. Hit-nya sewu kutho sempat diangkat menjadi sinetron di televise. Kang Didi-pun tidak berlebihan kiranya masuk dalam daftar legenda musik tanah air.

Sabtu, 28 Oktober

Sabtu kemarin kami bertiga berkendara menuju suatu tempat di kerawang timur. Jaraknya sekitar 50-an km dari Jakarta. Dan kita tidak membawa driver sehingga cukup gantian mengemudikan kendaraan. Sebelum tiba di lokasi jam menunjukkan waktu 12.00 WIB dan perut mulai keroncongan rupanya. Berhenti di sebuah restoran padang di pinggir kali dan dekat dengan percetakan Peruri kerawang. Hmm perut lapar berasa lahap menikmati nasi hangat, sambal dan lauk. Yach meskipun lauknya sudah agak dingin, cincaylah, bismillah yang penting kenyang dan sehat.

Hawa begitu terik nan panas, sehingga AC dari mobil baru milik kantor inipun tidaklah berasa begitu sejuk saking serangan panas mentari. Bertiga kami menuju pos keamanan dari perumahan dimana antenna kita berlokasi. Agenda kita adalah memeriksa atas terjadinya pencurian kabel di lokasi antenna milik perusahaan. Bersama beberapa petugas satpam kita diskusi dan membahas kejadian pencurian tersebut. Antena setinggi 45 meter kita yang berdiri pada lahan seluas 300-an meter persegi dikelilingi pagar brc tinggi serta kawat berduri pada ujung pagar ternyata bobol juga oleh ulah sang oknum nakal.

Kita patut menyayangkan kejadian ini dimana umumnya antenna yang jumlahnya mencapai ratusan titik kondisinya aman nan kondusif. Bersama teman dari teknisi kita melakukan investigasi layaknya detektif Hercules poirot. Kita mendapatkan kenyataan bahwa setidaknya ada delapan lempeng tembaga grounding dan sekitar dua puluh meter kabel grounding telah diambil paksa. Rupanya segerombolan orang iseng tersebut menggergaji pagar brc untuk dapat masuk ke area. Dari jejak yang ditinggalkan nampaknya pencurian bukanlah aksi spontanitas namun lebih tindakan yang direncanakan. Terlihat dari pemotongan kabel dan penggergajian besi yang cukup rapi. Juga pencoleng nampaknya memahami listrik dengan baik manakala dua jalur kabel listrik tegangan tinggi dan kabel grounding dapat mereka ketahui dan hanya grounding yang dipotong. Bayangkan mereka salah memotong kabel listrik, dipastikan hanguslah tangan dan tubuh mereka.

Tidak banyak kerugian yang ditimbulkan. Tidak sampai tiga juta rupiah dengan meng-estimasi harga barang yang diambil. Yang disayangkan adalah fungsi dari item tersebut yang vital sebagai kabel penangkal petir, di saat menjelang musim hujan serta daerah kerawang yang terkenal banyak petirnya. Mengapa pencurian menjadi hal yang cukup menyita perhatian kita. Dari lokasi dilanjutkan diskusi dengan kemanan setempat di pos akhirnya diteruskan menuju kepolisian setempat guna pelaporan.

Praktis sabtu itu dilanjutkan senin berikutnya waktu kita habis di kepolisian guna pelaporan dan pembuatan berita acara kehilangan. Konon pelakunya sudan teridentifikasi baik oleh satuan keamanan setempat maupun oleh kepolisian sector. Berikutnya hari-hari ini kita tinggal menunggu upaya penangkapan oleh kepolisian.

Ada sesuatu yang mengusik benak kita. Konon pencurian dilakukan oleh sekitar empat orang dan menilik dari barang yang berhasil diambil, meskipun harga ditaksir sekian juta, namun di pasar loak saya yakin tidak bakal laku lebih dari empat ratus ribuan. Praktis, bila gerombolan tersebut berhasil menjual, maka hanya mengantongi seratus ribu perak per orang. Dus, kesempatan tersebut justru sirna ketika pencurian berhasil digagalkan satuan satpam dan penangkapan serta masuk bui hanya menunggu waktu saja bagi mereka. Terakhir kita dengar bahwa sang buron sempat menghilang, namun semua data dan kartunya sudah ditangan polisi, jadi hanya soal waktu saja giliran mereka dipersilakan masuk hotel rodeo.

Kita terusik bahwa terlampau banyak sekarang ini orang-orang yang menganggur dan membutuhkan nafkah guna menghidupi keluarga. Dari obrolan diketahui bahwa memang banyak penganggur di kampong sekitar antenna berada. Yang cukup memprihatinkan adalah manakala pencuri mengambil barang demi menafkahi keluarga yang lapar. Meskipun norma kita jelas tidak mentolerir jalan dan cara mencuri meskipun perut anak dan istri lapar. Hanya apakah bedanya mereka dengan koruptor nan kaya nan terhormat. Uang yang dicuri koruptor jutsru sekian juta kali lipat lebih banyak ketimbang pencuri kabel tadi. Bedanya koruptor tetap hidup terhormat, kaya dan makmur sementara pencuri tadi bersiap menghuni terali besi. Alangkah makin laparnya perut anak istrinya manakala sang pencari nafkah harus dikurung. Hmm saya hanya bisa menghela napas panjang. And justice for all,,,,

And just a story,,,

What we are having now sometimes still not we accept. As human being we are always not enough of everything given. When you still able to sleep well at your convenience mattress or when you may choose any food you want are indicating you are quite rich. Often what we already had likely home, cars, land, savings, bond, stocks or everything seems not satisfy us. Until you compare or realize that there is even more other person do not have even just their own home. They even still rent the home and always in shortage of money to buy just food.

So some religions always teach us that please accept and thank anything given to you before everything gone from you. If you still have food for today you are such lucky person in the world since there are many others being in hungry.

A friend of mine recently came to my place for the thing. He is 54 years old and has two sons that study in high school and university. His job first was smooth and he got good payment. He is already twelve years on his job. His company first had many employments and running well. This is operating for years until recently business getting tight and complicated. To get just little order is such hard thing to reach. Company surely runs down and its finance getting worse. Some effort already done and seem not show well return.

At last with the rest of energy the company start fire one by one employment. From almost a hundred people now left only six people. Asset of company sell gradually to back up operation cost. Practically there is no job and no any revenue as well. It is such a hard situation they are facing this moment.

What they are trying to do now absolutely difficult and seem no way out available. From our conversation I understand that company with only six guy now trying all out to survive. They are doing some breakthrough and hope a little revenue. Until yesterday the effort seem not getting things.

My friend who is being old with burden of his family describes completely sadness story. He just surrenders to the nature and just prays for his life. So considering this story that is why we are always to have good feeling of whatever we are given. Because whatever happen tomorrow is always our beyond.

Masih Seputar Mudik

Membahas mudik memang tidak ada habisnya. Ritual ini selalu berulang dari tahun ke tahun. Kira-kira tepatnya fenomena mudik mulai dari tahun berapa yaa, nampaknya agak sulit menjawabnya. Saya sendiri sejak empat belas tahun silam selalu mudik ke kampong halaman. Pengalaman mudik-pun beragam mulai dari jarak tempuh normal 10 jam antara Jakarta ~ solo, sampai pernah mengalami 26 jam saking macetnya. Waktu mudikpun pernah merasakan muai dari seminggu sebelum lebaran , malam lebaran itu sendiri maupun habis lebaran. Suka duka mudikpun pernah kita alami mulai dari makan berbuka di pinggir danau ambarawa, sampai ban pecah di sekitar Tegal. Hanya tahun ini kita absent mudik karena berbarengan dengan suatu urusan yang cukup penting.

Meskipun tidak mudik, namun kerabat, teman, relasi, semuanya mudik dan senang berbagi cerita serunya mudik. Ada yang sampai menempuh 27 jam untuk jarak solo ~ Jakarta sampai terjebak macet di boyolali berjam-jam. Yang cukup mengangetkan adalah banyaknya pemudik roda dua atau sepeda motor. Alat transportasi roda dua itu memenuhi jalan sampai memenuhi jalur kendaraan lainnya. Praktis terjadi kemacetan dan kesemrawutan di berbagai ruas jalan karena banyaknya kendaraan roda dua ini. Kono kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan roda dua meningkat sekitar 300% ! dari tahun kemarin.

Sebagaimana pernah diulas diblogs ini bahwa fenomena mudik membawa sekian dampak, juga beberapa kali termuat di artikel harian ibukota mengenai ritual mudik ini beserta ekses dan dampak negative positifnya. Terlepas dari semakin meningkatnya angka kecelakaan dan korban jiwa bahwa mudik memang membawa ekses dan pengaruh bagi warga pemudik maupun warga di kampong tujuan mudik itu sendiri. Secara umum pemudik mayoritas terjadi di pulau jawa yakni dari Jakarta menuju kota-kota di jawa barat, tengah maupun timur. Konon lagi jumlah pemudik mencapai jutaan orang. Andaikan satu orang membawa pulang uang satu juta dengan jumlah pemudik katakan lima juta maka terdapat uang lima triliun yang berpindah dan tersebar dari Jakarta ke tempat lainnya. Tentunya jumlah ini tidaklah sedikit dan apalagi ritual mudik hanya berkisar satu atau dua minggu.

Mudik ibarat bersilaturohmi dan menjaga hubungan kekeluargaan agar tidak terputus. Bayangkan bila perantau sama sekali tidak mudik maka dipastikan perlahan hubungan keluarga dengan orang tua dan handai taulan di kampong bakal terputus.

Sarana mudik utama yakni media transportasi serta termasuk infrastruktur jalan sangatlah berpengaruh bagi kelancaran mudik. Kiranya tahun demi tahun sudahkah tercapai kenyamanan pemudik, nampaknya merupakan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Dimulai dari kondisi jalan yang usai diperbaiki tidak lama rusak lagi karena kelebihan beban kendaraan berat. Praktis agenda yang tidak kalah seru-nya menjelang mudik adalah kegiatan atau project perbaikan jalan tersebut. Tentunya ada juga masalah turunannya selain kondisi jalan, yakni jembatan, pasar tumpah di pinggir jalan maupun kondisi sekitar jalan tersebut.

Pernah kita singgung di artikel blogs ini juga bahwa berapa panjang jalan tol yang berhasil dibuat pemerintah selama puluhan tahun yang ternyata baru berkisar ratusan kilometer belaka. Padahal untuk pulau jawa sendiri yang terdapat baik jalur utara/pantura, jalur tengah maupun jalur selatan tentunya memiliki total panjang jalan ribuan kilometer. Praktis baru sebagian kecil saja jalan yang berhasil dibangun menjadi tol.

Sarana transportasi yang nyaman dan terjangkau harganya oleh pemudik juga merupakan pekerjaan rumah lainnya. Saat ini tidak banyak sarana transportasi yang memberikan pilihan kenyamanan. Kereta api umumnya begitu terbatas kapasitasnya dan untuk berhasil mendapat satu kursi ibarat mendapat kejatuhan durian runtuh sekedar menggambarkan susahnya pesan tiket kereta api. Angkutan darat lain macam bus selalu penuh dan harga tiketnya membubung tinggi setiap waktu mudik tiba. Mode angkutan udara belakangan cukup meluas dan tiketnya berlomba diturunkan, namun tetap terhadang kondisi kapasitas, letak bandara yang jauh dan rawan macet, kondisi bandara yang semakin kurang nyaman dan berbagai kesulitan terkait lainnya. Kenapa hal ini menjadi logis bila pengguna mudik berkendara roda dua mengalami lonjakan tiga kali lipat. Bagaimanpun mudik tetap jalan terus.
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog